Temanggung – Madrasah Diniyah (Madin) Rifaiyah Dusun Senet, Desa Purwosari, Kecamatan Wonoboyo, berhasil meraih Juara Umum pada ajang Pekan Madaris Rifaiyah ke-6 Tingkat Kabupaten Temanggung. Pengumuman juara disampaikan pada Ahad Pahing (21/4/2025), bertepatan dengan kegiatan selapanan rutin yang digelar di Ranting Rifaiyah Simbang Duwur, Desa Rejosari, Kecamatan Wonoboyo.
Berdasarkan Surat Keputusan Nomor 12/Pan.Madaris/Rif.VI/Tmg/2025, Madin Rifaiyah Senet ditetapkan sebagai juara umum setelah berhasil meraih 16 trofi dari 15 cabang lomba, baik kategori putra maupun putri. Pengumuman tersebut disambut meriah dengan tepuk tangan sekitar 2.000 jamaah yang hadir dalam kegiatan selapanan.
Ketua delegasi Madin Rifaiyah Senet, Ustadz Tsabit Khalili, menyampaikan rasa syukur atas pencapaian tersebut. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras para ustadz, dukungan komite madrasah, serta peran aktif wali santri.
“Alhamdulillah, Madin Rifaiyah Senet yang memiliki 125 santri akhirnya mampu meraih juara umum. Pada Pekan Madaris sebelumnya, kami masih sebatas menjadi penggembira,” tutur Ustadz Tsabit Khalili, alumni Pondok Pesantren Riyadhotus Sholihin asuhan KH. Imbuh Jumali.
Sementara itu, Ketua Pengurus Daerah Rifaiyah Kabupaten Temanggung, Kyai Nur Yasin, dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat sekaligus menekankan pentingnya Pekan Madaris sebagai sarana melestarikan ajaran KH. Ahmad Rifai. Ia mengingatkan agar warga Rifaiyah senantiasa berpegang teguh pada ajaran dan tradisi para ulama Rifaiyah terdahulu.
“Jangan sampai Rifaiyah tergerus oleh budaya yang menyesatkan. Jika ingin mendapatkan ridha Allah SWT, kita harus mampu melawan hawa nafsu,” tegasnya.
Kyai Nur Yasin yang juga pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Hikmah Bantengan tersebut turut mengajak seluruh jamaah untuk menggalang donasi bagi korban bencana di Sumatera.
“Saudara-saudara kita sedang mendapat cobaan dari Allah. Mari kita kumpulkan dana dengan ikhlas untuk meringankan beban mereka,” pungkasnya.
Dalam kegiatan tersebut juga dihadirkan penceramah KH. Abdul Muntalib dari Wonosobo. Dalam tausiyahnya, beliau mengulas peristiwa Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW sebagaimana ditulis oleh KH. Ahmad Rifai dalam karya nadzom berjumlah 813 bait. Ia menjelaskan bahwa Surat Al-Isra’ diawali dengan lafaz Subhanalladzi karena membahas peristiwa yang sangat luar biasa.
Menurutnya, peristiwa Isra Mikraj membawa dampak besar bagi kaum Quraisy, yang saat itu terbagi menjadi tiga golongan: yang beriman, yang menolak, dan yang ragu-ragu.
“Sebagai orang beriman, kita tidak boleh meragukan peristiwa besar Isra Mikraj tersebut,” tutup KH. Abdul Muntalib.
Baca Juga: Rifaiyah Temanggung Gelar Pekan Madaris VI, Evaluasi Pengajaran Kitab dan Pererat Ukhuwah
Penulis: Abdul Manan
Editor: Yusril Mahendra








