Rifa'iyah
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Nasional
  • Kolom
  • Nadhom
  • Tokoh
  • Bahtsul Masail
  • Khutbah
  • Sejarah
  • Video
  • Cerpen
  • Home
  • Berita
  • Nasional
  • Kolom
  • Nadhom
  • Tokoh
  • Bahtsul Masail
  • Khutbah
  • Sejarah
  • Video
  • Cerpen
No Result
View All Result
Rifa'iyah
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Nasional
  • Kolom
  • Nadhom
  • Tokoh
  • Bahtsul Masail
  • Khutbah
  • Sejarah
  • Video
  • Cerpen
Home Kolom

Mukmin Faqir dan Kemuliaan Qana’ah

Muhammad Nawa Syarif by Muhammad Nawa Syarif
December 23, 2025
in Kolom
0
Mukmin Faqir dan Kemuliaan Qana’ah

Seorang pria berjalan menyusuri kawasan sederhana, merefleksikan kehidupan faqir yang dijalani dengan keteguhan dan qana’ah. (Unsplash/bwtobias)

0
SHARES
26
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

(Refleksi atas Abyanal Hawaij karya KH. Ahmad Rifa’i)

Di tengah kehidupan modern yang sering mengukur nilai manusia dari harta, jabatan, dan kelimpahan materi, ajaran para ulama klasik justru hadir sebagai cermin yang menyejukkan. KH. Ahmad Rifa’i, melalui karya Abyanal Hawaij, mengajak kita menata kembali cara pandang terhadap kefakiran, kekayaan, dan kemuliaan sejati.

Beliau menuliskan sebuah bait yang sederhana, namun sarat makna:

Mukmin feqir sah iman syarat kapepekan
Kedik rizqine qona’ah kebatinan
Iku nyoto luwih luhur kaderajatan
Mungguh Allah wus kasebut ning Qur’an

(KH. Ahmad Rifa’i: Abyanal Hawaij, Korasan 66)

Bait ini menegaskan bahwa kefakiran seorang mukmin tidak serta-merta menjatuhkan derajat keimanannya. Justru, ketika kefakiran itu disertai qana’ah kebatinan—rasa cukup dalam hati—maka ia menjadi tanda kesempurnaan iman. Kedik rizqine (rezeki yang sedikit) tidak dipandang sebagai kekurangan, selama hati tetap lapang dan bersandar penuh kepada Allah.

Dalam pandangan KH. Ahmad Rifa’i, qana’ah bukanlah sikap pasrah tanpa ikhtiar, melainkan ketenangan batin setelah usaha dilakukan. Seorang mukmin yang faqir namun qana’ah memiliki kemuliaan derajat yang tinggi, bahkan lebih luhur dibanding mereka yang berlimpah harta tetapi hatinya gelisah dan tak pernah merasa cukup.

Menariknya, beliau menegaskan bahwa prinsip ini bukan sekadar pandangan moral atau kearifan budaya, melainkan memiliki dasar kuat dalam Al-Qur’an: “Mungguh Allah wus kasebut ning Qur’an.” Artinya, kemuliaan mukmin yang qana’ah telah ditegaskan langsung oleh Allah, bukan hasil romantisasi kemiskinan, apalagi glorifikasi penderitaan.

Dalam konteks hari ini, bait ini menjadi kritik halus terhadap gaya hidup konsumtif dan budaya pamer yang kerap mengikis ketenangan jiwa. Ajaran KH. Ahmad Rifa’i mengingatkan bahwa kemuliaan sejati tidak terletak pada banyaknya harta, melainkan pada kedalaman iman, keteguhan hati, dan rasa cukup yang menumbuhkan syukur.

Maka, menjadi mukmin faqir dalam pandangan beliau bukanlah aib, melainkan potensi kemuliaan—selama iman dijaga dan qana’ah dijadikan sandaran hidup. Sebuah pesan yang relevan lintas zaman, menuntun manusia untuk kembali menimbang hidup dengan timbangan ilahi, bukan sekadar ukuran duniawi.

Baca Juga: Dunia: Bekal, Pencitraan, atau Sekadar Kesenangan?


Penulis: Muhammad Nawa Syarif
Editor: Yusril Mahendra

Tags: Abyanal Hawaijfaqirkemuliaan qana’ahmukminqana'ahTasawuf
Previous Post

Pimpinan Pusat Rifa’iyah Resmi Umumkan Penyesuaian Jadwal Ziarah Masal Masyayikh Wilayah Pemalang, Tegal, dan Brebes

Next Post

Bahaya Zina dalam Islam

Muhammad Nawa Syarif

Muhammad Nawa Syarif

Khadim di Ponpes Faidlul Qodir, Kepala MTs Rifa'iyah Wonokerto, Sekjend PP. AMRI, Pegiat literasi KH. Ahmad Rifa'i.

Next Post
Bahaya Zina dalam Islam

Bahaya Zina dalam Islam

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Gus Sakho, Gemilang Prestasi di Al-Azhar, Suluh Inspirasi Generasi Rifa’iyah

    Gus Sakho, Gemilang Prestasi di Al-Azhar, Suluh Inspirasi Generasi Rifa’iyah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sejarah Rifa’iyah dan Organisasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rukun Islam Satu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rifa’iyah Seragamkan Jadwal Ziarah Makam Masyayikh di Jalur Pantura

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kembali ke Rumah: Ayo Mondok di Pesantren Rifa’iyah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Rifa'iyah

Menjaga Tradisi, Menyongsong Masa Depan

Kategori

  • Bahtsul Masail
  • Berita
  • Cerpen
  • Keislaman
  • Khutbah
  • Kolom
  • Nadhom
  • Nasional
  • Sejarah
  • Tokoh
  • Video

Sejarah

  • Rifa’iyah
  • AMRI
  • UMRI
  • LFR
  • Baranusa

Informasi

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Visi Misi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

© 2025 Rifaiyah.or.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Nasional
  • Kolom
  • Nadhom
  • Tokoh
  • Bahtsul Masail
  • Khutbah
  • Sejarah
  • Video
  • Cerpen

© 2025 Rifaiyah.or.id