Rifa'iyah
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Nasional
  • Kolom
  • Nadhom
  • Tokoh
  • Bahtsul Masail
  • Khutbah
  • Sejarah
  • Video
  • Cerpen
  • Home
  • Berita
  • Nasional
  • Kolom
  • Nadhom
  • Tokoh
  • Bahtsul Masail
  • Khutbah
  • Sejarah
  • Video
  • Cerpen
No Result
View All Result
Rifa'iyah
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Nasional
  • Kolom
  • Nadhom
  • Tokoh
  • Bahtsul Masail
  • Khutbah
  • Sejarah
  • Video
  • Cerpen
Home Kolom

Bahaya Pergaulan yang Merusak Agama

Muhammad Nawa Syarif by Muhammad Nawa Syarif
January 4, 2026
in Kolom
0
Bahaya Pergaulan yang Merusak Agama

Ilustrasi majelis pengajian, menggambarkan pentingnya memilih guru dan lingkungan pergaulan yang membimbing iman, bukan merusaknya. (Unsplash/assadtanoli)

0
SHARES
50
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Dalam perjalanan menempuh jalan agama, manusia sering kali merasa aman hanya karena berada di lingkungan yang tampak religius. Padahal, tidak semua yang berlabel “alim”, “sufi”, atau “penceramah” benar-benar mengantarkan pada keselamatan iman. Di sinilah KH. Ahmad Rifa’i memberikan peringatan yang sangat tajam dan relevan lintas zaman.

Beliau menulis:

أضرّ الإنسان صحبة عالم غافل وصوفي جاهل وواعظ مداخن

Artinya, yang paling membahayakan manusia adalah bergaul dengan orang alim yang lalai, sufi yang jahil, dan penceramah yang menyesatkan.

Peringatan ini kemudian diperjelas dalam bait berbahasa Jawa:

“Luwih madhorote menungso rusak agamane
Iku kekancan anut ing alim lali atine
Lubo dunyo mengo saking Allah ridhone
Lan kekancan ing wong tasawuf sepi ilmune
Lan kekancan ing wong kang biso pitutur
Kang pitambuh ngenggoni doso ngelantur.”

Alim yang Lupa Hati

KH. Ahmad Rifa’i menegaskan bahwa kerusakan agama seseorang sering bermula dari salah memilih panutan. Alim yang lalai—yakni orang berilmu tetapi hatinya terpaut pada dunia—dapat menyesatkan tanpa disadari. Ilmunya ada, tetapi tidak membimbing kepada rida Allah, justru menormalisasi ambisi, kepentingan, dan kelalaian.

Tasawuf Tanpa Ilmu

Tasawuf sejatinya adalah jalan penyucian hati. Namun, jika tasawuf dipisahkan dari ilmu syariat, ia berubah menjadi ritual kosong. Wong tasawuf sepi ilmune adalah gambaran orang yang berbicara soal rasa dan pengalaman batin, tetapi abai terhadap hukum dan tuntunan agama. Mengikuti mereka berisiko menjauhkan seseorang dari kebenaran yang lurus.

Penceramah yang Menyesatkan

Yang paling berbahaya adalah wong kang biso pitutur, orang yang pandai berbicara, tetapi ucapannya justru menjadi sebab bertambahnya dosa. Retorika indah tanpa keteladanan dan kejujuran hanya akan meninabobokan hati, membuat maksiat terasa wajar dan kebenaran menjadi kabur.

Refleksi untuk Zaman Sekarang

Nasihat KH. Ahmad Rifa’i ini terasa sangat aktual di tengah banjir informasi, ceramah, dan figur agama di era digital. Tidak semua yang viral membawa kebenaran, dan tidak semua yang tampak saleh benar-benar membimbing kepada Allah.

Agama tidak rusak karena kurangnya simbol, tetapi karena kelalaian hati, kebodohan yang dibungkus spiritualitas, dan kepandaian berbicara tanpa tanggung jawab moral.

Maka, kehati-hatian dalam memilih guru, teman, dan panutan adalah bagian dari menjaga iman. Sebab, pergaulan yang salah bukan hanya merusak akhlak, tetapi bisa menghancurkan agama secara perlahan.

(Disarikan dari KH. Ahmad Rifa’i, Bayan, Juz 2, Korasan 15)

Baca Juga: Jalan Kebenaran dan Amanah Ilmu


Penulis: Muhammad Nawa Syarif
Editor: Yusril Mahendra

Tags: ilmu dan amalKH. Ahmad Rifaimemilih gurumemilih temannasihat ulamapergaulanTasawuf
Previous Post

Rifa’iyah Peduli Sumatera: AMRI Distribusikan Bantuan Kemanusiaan di Tengah Medan Sulit

Next Post

Cak Rif Tekankan Pentingnya Merawat Rifa’iyah dalam Pengajian Selapanan PD Rifa’iyah Pati

Muhammad Nawa Syarif

Muhammad Nawa Syarif

Khadim di Ponpes Faidlul Qodir, Kepala MTs Rifa'iyah Wonokerto, Sekjend PP. AMRI, Pegiat literasi KH. Ahmad Rifa'i.

Next Post
Peringatan Isra' Miraj Nabi Muhammad SAW

Cak Rif Tekankan Pentingnya Merawat Rifa’iyah dalam Pengajian Selapanan PD Rifa'iyah Pati

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Gus Sakho, Gemilang Prestasi di Al-Azhar, Suluh Inspirasi Generasi Rifa’iyah

    Gus Sakho, Gemilang Prestasi di Al-Azhar, Suluh Inspirasi Generasi Rifa’iyah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sejarah Rifa’iyah dan Organisasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rukun Islam Satu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rifa’iyah Seragamkan Jadwal Ziarah Makam Masyayikh di Jalur Pantura

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kembali ke Rumah: Ayo Mondok di Pesantren Rifa’iyah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Rifa'iyah

Menjaga Tradisi, Menyongsong Masa Depan

Kategori

  • Bahtsul Masail
  • Berita
  • Cerpen
  • Keislaman
  • Khutbah
  • Kolom
  • Nadhom
  • Nasional
  • Sejarah
  • Tokoh
  • Video

Sejarah

  • Rifa’iyah
  • AMRI
  • UMRI
  • LFR
  • Baranusa

Informasi

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Visi Misi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

© 2025 Rifaiyah.or.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Nasional
  • Kolom
  • Nadhom
  • Tokoh
  • Bahtsul Masail
  • Khutbah
  • Sejarah
  • Video
  • Cerpen

© 2025 Rifaiyah.or.id