Pati, Rifaiyah.or.id — Ketua Pimpinan Daerah (PD) Rifa’iyah Kabupaten Pati, KH. Ahmad Rifa’i, yang biasa disebut Cak Rif, menegaskan pentingnya merawat dan menjaga keberlangsungan Jam’iyah Rifa’iyah melalui kehadiran aktif warga dalam setiap kegiatan organisasi. Gagasan tersebut disampaikan dalam Pengajian Selapanan PD Rifa’iyah Pati sekaligus Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW, yang digelar pada Ahad (4/1/2026) di Musholla Al-Mukhlisun, Desa Talun, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati.
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.00 hingga 11.30 WIB ini diselenggarakan oleh PD Rifa’iyah Kabupaten Pati, dengan kepanitiaan dari Ranting Talun. Sekitar 1.300 jamaah laki-laki dan perempuan hadir memadati lokasi pengajian. Mereka berasal dari berbagai ranting Rifa’iyah di Pati, antara lain Sundoluhur, Talun, Tambak Agung, Baturejo, dan Tambangsari.
Pengajian diawali dengan pembacaan Kitab Arja karya Syaikhina KH. Ahmad Rifa’i ibn Muhammad, yang menguraikan sejarah dan makna peristiwa Isra’ dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Pembacaan kitab dilakukan secara bergiliran oleh seluruh ketua ranting Rifa’iyah se-Kabupaten Pati, mencerminkan semangat kebersamaan dan kekompakan antarstruktur organisasi.
Pada sesi kalam hikmah atau mau’idhah hasanah, KH. Muhammad Abidun, Lc. menyampaikan pesan keagamaan yang menekankan pentingnya meneladani perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW sebagai fondasi penguatan iman dan hikmah Isra’ dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Salah satunya adalah keharusan seorang hamba untuk membersihkan hati sebelum bertemu dengan Sang Pencipta yaitu Allah SWT. Dijelaskan, Nabi dibersihkan hatinya terlebih dulu untuk yang kedua kali dengan air zam zam oleh Jibril sebelum mi’raj.

Dalam sambutannya, KH. Ahmad Rifa’i (Cak Rif) menyampaikan gagasan utama bahwa Rifa’iyah adalah tanggung jawab bersama seluruh warganya. Ia menekankan bahwa Jam’iyah Rifa’iyah harus terus dirawat (maintenance) agar tetap hidup, kuat, dan berkelanjutan.
“Rifa’iyah ini adalah tanggung jawab kita bersama. Kita harus merawatnya dengan menghadiri kegiatan-kegiatan Rifa’iyah, seperti pengajian selapanan,” ujar beliau.
Menurutnya, kehadiran dalam kegiatan organisasi tidak hanya bernilai ibadah dan menambah ilmu, tetapi juga berdampak pada penguatan jati diri warga Rifa’iyah.
“Menghadiri pengajian selapanan selain menambah ilmu, juga akan meningkatkan kepercayaan diri kita sebagai warga Rifa’iyah,” tambahnya.
Pengajian selapanan ini sekaligus menjadi momentum mempererat silaturahmi antarwarga Rifa’iyah lintas ranting di Kabupaten Pati.
Dengan antusiasme jamaah yang tinggi, kegiatan ini diharapkan dapat terus istiqamah dilaksanakan sebagai sarana penguatan keilmuan, ukhuwah, dan militansi warga Rifa’iyah di Pati.
Baca juga: Rifa’iyah Peduli Sumatera: AMRI Distribusikan Bantuan Kemanusiaan di Tengah Medan Sulit
Penulis: Ahmad Zahid Ali
Editor: Ahmad Zahid Ali
Foto: Ranting AMRI Talun




