Rifa'iyah
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Nasional
  • Kolom
  • Nadhom
  • Tokoh
  • Bahtsul Masail
  • Khutbah
  • Sejarah
  • Video
  • Cerpen
  • Home
  • Berita
  • Nasional
  • Kolom
  • Nadhom
  • Tokoh
  • Bahtsul Masail
  • Khutbah
  • Sejarah
  • Video
  • Cerpen
No Result
View All Result
Rifa'iyah
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Nasional
  • Kolom
  • Nadhom
  • Tokoh
  • Bahtsul Masail
  • Khutbah
  • Sejarah
  • Video
  • Cerpen
Home Kolom

Sejarah Berdirinya HIPERJA (Himpunan Pondok Pesantren Rifa’iyah se-Jawa Tengah)

Naufal Al Nabai by Naufal Al Nabai
January 16, 2026
in Kolom
0
Pondok Pesantren Rifa’iyah
0
SHARES
48
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Awal Mula Gagasan dan Ruang Diskusi Santri

Gagasan berdirinya wadah ini bermula pada tahun 2017, lahir dari sebuah kegelisahan intelektual di kalangan santri Rifa’iyah. Saat itu, muncul kebutuhan untuk menyelaraskan pandangan antara dinamika keagamaan di masyarakat dengan metodologi penggalian hukum khas Rifa’iyah yang bersumber pada Al-Qur’an, Hadis, kitab turats, serta kitab tarajumah dan dawuh kiai sepuh.

Titik awal diskusi-diskusi ilmiah ini bermula dan berkembang melalui dinamika santri di Pondok Pesantren Tanbiihul Ghoofiliin Sambek, Wonosobo. Melalui perbincangan informal di kamar-kamar pondok, terlihat potensi besar dalam merumuskan solusi persoalan fikih yang tetap teguh pada tradisi Rifa’iyah, namun relevan dengan perkembangan zaman.

Momentum Refleksi dan Pembentukan FMPPSAR

Cikal bakal gerakan ini semakin menguat melalui musyawarah-musyawarah kecil yang dilakukan di kamar Pondok Pesantren Tanbiihul Ghoofiliin Sambek. Momentum tersebut bertepatan dengan suasana duka pasca wafatnya guru tercinta, almarhum KH. Zainal Abidin. Dalam suasana kehilangan tersebut, muncul kesadaran mendalam untuk menghidupkan kembali semangat keilmuan melalui musyawarah fikih guna membahas persoalan yang terjadi di masyarakat.

Sebagai bentuk konkret dari semangat tersebut, dirintislah FMPPSAR (Forum Musyawarah Pondok Pesantren Santri Rifa’iyah). Sebelum FMPPSAR melangkah lebih jauh, para santri menempuh langkah sowan kepada para kiai sepuh dan pengasuh pesantren Rifa’iyah demi mendapatkan bimbingan, doa, dan restu. Para pengasuh memberikan dukungan penuh, sehingga FMPPSAR berjalan dengan antusiasme yang tinggi dan menjadi ruang diskusi lintas pesantren yang sangat dinantikan.

Lahirnya HIPERJA dan Respons Pimpinan Wilayah

Keberhasilan serta respons positif terhadap FMPPSAR memicu aspirasi untuk membentuk wadah yang lebih luas di tingkat wilayah. Dari sinilah gagasan pembentukan HIPERJA muncul sebagai pengembangan dari semangat yang telah dirintis oleh FMPPSAR. HIPERJA hadir sebagai wadah baru yang bersifat formal tanpa meniadakan peran FMPPSAR; hingga saat ini, keduanya tetap berjalan beriringan.

Rencana pembentukan HIPERJA ini kemudian dikomunikasikan kepada struktur organisasi formal dan mendapatkan respons yang sangat baik dari Pimpinan Wilayah (PW) Rifa’iyah Jawa Tengah, yang saat itu dipimpin oleh KH. Israfi Mahfudz. Dukungan struktural ini menjadi legitimasi penting bagi para santri penggerak untuk merumuskan organisasi yang lebih solid.

Rihlah Konsolidasi dan Legitimasi Pimpinan Pusat

Setelah mendapatkan dukungan di tingkat wilayah, dilakukan rihlah konsolidasi dengan sowan ke seluruh pesantren Rifa’iyah di Jawa Tengah, mulai dari wilayah Barat hingga Timur. Puncak dari perjalanan rihlah ini adalah pertemuan dengan KH. Mukhlisin Muzarie selaku Pimpinan Pusat Rifa’iyah di Pati. Pertemuan tersebut memberikan penguatan arah dan legalitas moral bagi HIPERJA dalam menjalankan misi keilmuannya.

Para Perintis dan Penggerak Lapangan

Dalam fase perintisannya, perkembangan dari FMPPSAR hingga terbentuknya HIPERJA mendapat bimbingan dari para kiai sepuh, di antaranya:

KH. Amin Ridlo (PP Manba’ul Anwar Krasak), KH. Imbuh Jumali (API Riyadlotussolihin Wassolikhat Pomahan), KH. Nur Yasin (PP Manba’ul Hikmah Bantengan), KH. Muslihuddin Ilyas (PP Roudhotussalam Kebonsalam), KH. Afif Afadhol (PP Al Busyro Karangsambo), dan Gus Ahmad Fauzi (PP Tanbiihul Ghoofiliin Sambek).

Adapun proses di lapangan dikawal oleh para santri yang terlibat aktif sebagai penggerak, antara lain:

  1. Ahmad Dzilalirrahman (Tanbiihul Ghoofiliin)
  2. Ahmad Saifudin (Tanbiihul Ghoofiliin)
  3. Habib Syifa’udin (API Riyadlotussolihin)
  4. M. Dimyati (Manba’ul Hikmah)
  5. Muhammad Irkhamullah (Manba’ul Anwar)
  6. A. Mujib (Tanbiihul Ghoofiliin)
  7. Al Imron (Tanbiihul Ghoofiliin)
  8. Khofa lil Khusna (Roudhotussalam)
  9. Ma’ruf Hidayatullah (Al Busyro)
  10. Ahmad Muntaha (Tanbiihul Ghoofiliin)

Serta santri-santri lain yang turut berkontribusi.

Makna Logo HIPERJA

Sebagai identitas visual organisasi, logo HIPERJA memiliki filosofi mendalam yang mencerminkan visi dan misinya:

  • Ikon kubah masjid: lengkungan yang mengerucut menjulang ke atas melambangkan gerakan yang mempunyai misi syiar Islami.
  • Tulisan Arab “Jam’iyah Rifa’iyah”: melambangkan afiliasi pengikut ajaran KH. Ahmad Rifa’i.
  • Lembaran kitab terbuka/bunga mekar: melambangkan sumber pengetahuan atau kebangkitan dan kemajuan.
  • Tulisan “HIPERJA”: nama organisasi yang menaungi Pondok Pesantren Rifa’iyah se-Jawa Tengah.

Penutup: Baḥtsul Masā’il sebagai Ruh Organisasi

Musyawarah peneguhan pembentukan HIPERJA dilaksanakan di Pondok Pesantren Manba’ul Hikmah Bantengan. Sejak saat itu, Baḥtsul Masā’il ditetapkan sebagai pilar utama keilmuan HIPERJA untuk menjaga kemurnian rujukan kitab tarajumah dan mengasah adab ikhtilaf.

HIPERJA hadir untuk menghangatkan silaturahim dan menjalankan amanah kaderisasi bagi pelajar dan santri Rifa’iyah. Dengan restu para guru, HIPERJA diharapkan terus menjadi wadah yang barokah dalam memastikan nilai-nilai keilmuan KH. Ahmad Rifa’i tetap hidup dari masa ke masa.

Baca Juga: KH. Ahmad Rifa’i, Pesantren, dan Rifa’iyah


Penulis: Naufal Al Nabai
Editor: Yusril Mahendra

Tags: Himpunan Pondok Pesantren Rifa’iyahHIPERJApesantren Rifa’iyahRifa’iyah Jawa Tengahsantri rifa'iyah
Previous Post

Rajaban: Ketika Silaturahmi Menjadi Roh Kehidupan

Next Post

Menghidupkan Kembali Api Pemikiran Kritis Mbah Rifa’i Kalisalak

Naufal Al Nabai

Naufal Al Nabai

Alumni PP Tanbiihul Ghoofiliin Sambek Wonosobo.

Next Post
Mbah Rifa’i Kalisalak

Menghidupkan Kembali Api Pemikiran Kritis Mbah Rifa’i Kalisalak

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Gus Sakho, Gemilang Prestasi di Al-Azhar, Suluh Inspirasi Generasi Rifa’iyah

    Gus Sakho, Gemilang Prestasi di Al-Azhar, Suluh Inspirasi Generasi Rifa’iyah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sejarah Rifa’iyah dan Organisasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rukun Islam Satu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rifa’iyah Seragamkan Jadwal Ziarah Makam Masyayikh di Jalur Pantura

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kembali ke Rumah: Ayo Mondok di Pesantren Rifa’iyah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Rifa'iyah

Menjaga Tradisi, Menyongsong Masa Depan

Kategori

  • Bahtsul Masail
  • Berita
  • Cerpen
  • Keislaman
  • Khutbah
  • Kolom
  • Nadhom
  • Nasional
  • Sejarah
  • Tokoh
  • Video

Sejarah

  • Rifa’iyah
  • AMRI
  • UMRI
  • LFR
  • Baranusa

Informasi

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Visi Misi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

© 2025 Rifaiyah.or.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Nasional
  • Kolom
  • Nadhom
  • Tokoh
  • Bahtsul Masail
  • Khutbah
  • Sejarah
  • Video
  • Cerpen

© 2025 Rifaiyah.or.id