PATI, Rifaiyah.or.id – Pimpinan Daerah AMRI Kabupaten Pati menggelar kegiatan diskusi ilmiah keagamaan bertajuk “Kamu Bertanya, AMRI Menjawab” pada Ahad, 22 Februari 2026, pukul 16.00 WIB, bertempat di Pendopo Yanbu’ul Ulum Tambangsari Kedungwinong.
Kegiatan ini diinisiasi oleh Ust. Nusrotuddin sebagai Ketua PD AMRI Pati dan Ust. Ahmad Syihabuddin, S.Ag., selaku Seksi Dakwah dan Kajian Islam PD AMRI Pati. Dalam kesempatan tersebut, beliau juga bertindak sebagai pemateri utama.
Dalam pemaparannya, Ust. Syihabuddin menjelaskan secara sistematis tentang harta yang wajib dikeluarkan zakatnya, yaitu hanya terbatas pada lima jenis harta, meliputi:
-
Biji-bijian dan buah-buahan,
-
Hewan ternak,
-
Harta dagang,
-
Emas dan perak,
-
Ma‘din (barang tambang) dan rikaz (harta terpendam atau harta karun).
Selain lima jenis tersebut, menurut penjelasan beliau, tidak termasuk dalam kategori harta yang wajib dizakati. Uraian disampaikan secara mendalam agar para peserta memahami konsep zakat secara utuh dan proporsional sesuai dengan ketentuan fikih.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Banyak peserta memanfaatkan forum ini untuk mengajukan berbagai persoalan praktis yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari, khususnya terkait zakat, bahkan juga menyentuh persoalan ibadah puasa. Diskusi berlangsung interaktif dan penuh antusias.

Sekitar 40 peserta yang merupakan anggota AMRI dari seluruh ranting di wilayah Kabupaten Pati tampak mengikuti kegiatan ini dengan serius hingga akhir acara. Sebagai penutup, seluruh peserta melaksanakan buka puasa bersama.
Kegiatan ini menjadi semakin istimewa karena turut dihadiri oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat AMRI, yaitu Abdul Kholiq, M.Pd.. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan beberapa poin penting kepada seluruh kader AMRI Pati.
Pertama, ia menegaskan bahwa bulan Ramadhan bukan alasan untuk menurunkan produktivitas, justru harus menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas diri dan kontribusi.
Kedua, kegiatan “Kamu Bertanya, AMRI Menjawab” dinilai sebagai bentuk nyata implementasi pilar visi PP AMRI, yakni Nasyrul Ilmi, Kaderisasi, dan Berkarya, khususnya pada aspek pengembangan keilmuan di kalangan pemuda.
Ketiga, Abdul Kholiq mengingatkan para kader AMRI untuk bersyukur dan berbangga karena telah ditakdirkan Allah menjadi bagian dari keluarga besar Jam’iyah Rifa’iyah, yang dikenal memiliki tradisi keilmuan dan ketaatan yang kuat.
Melalui kegiatan ini, PD AMRI Pati berharap tradisi diskusi ilmiah keagamaan dapat terus tumbuh sebagai ruang kaderisasi intelektual dan spiritual bagi generasi muda Rifa’iyah di Kabupaten Pati.
Baca juga: Rifa’iyah Hadiri Sidang Isbat Penetapan Awal Ramadan 1447 H di Jakarta
Penulis: Ahmad Zahid Ali
Editor: Ahmad Zahid Ali


