Menjalankan ibadah puasa bukan berarti kita memindahkan waktu makan “balas dendam” ke malam hari. Sering kali, keluhan pusing, lemas, sampai perut begah muncul bukan karena puasanya, tapi karena strategi makan kita yang kurang tepat.
Supaya fisik tetap on point dari subuh sampai magrib, yuk simak panduan taktis menjaga kesehatan selama Ramadan berikut ini!
Do’s: Lakukan Ini Agar Tubuh Tetap Prima
1. Sahur Itu Harus, No Debat! Jangan pernah melewatkan sahur meski hanya dengan segelas susu dan kurma. Sahur adalah modal utama untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil. Tanpa sahur, tubuh akan “kaget” dan lemas di siang hari karena cadangan energi yang menipis drastis.
2. Strategi Hidrasi 2-4-2 Minum banyak air dalam satu waktu justru bikin sering ke kamar mandi. Gunakan pola bertahap:
-
2 Gelas saat berbuka.
-
2 Gelas setelah makan malam.
-
2 Gelas sebelum tidur.
-
2 Gelas saat sahur. Total 8 gelas terpenuhi tanpa bikin perut kembung!
3. Berbuka Secara Bertahap (Step-by-Step) Jangan langsung “hantam” nasi padang saat bedug. Mulailah dengan air putih dan kurma atau buah-buahan untuk mengembalikan energi secara perlahan. Beri jeda dengan salat Magrib terlebih dahulu sebelum masuk ke menu utama.
4. Tetap Gerak, Atur Waktu Olahraga Puasa bukan alasan jadi kaum rebahan. Pilih waktu yang pas:
-
Ringan: 30–60 menit sebelum berbuka (jalan santai).
-
Optimal: 1–2 jam setelah berbuka jika ingin intensitas lebih tinggi.
5. Kejar Target Tidur 6–8 Jam Manajemen waktu tidur sangat krusial. Sebisa mungkin cicil waktu tidur agar totalnya mencapai 6–8 jam sehari supaya hormon lapar dan kenyang tetap seimbang.
Don’ts: Hindari Kebiasaan Ini Kalau Nggak Mau “Tumbang”
1. Langsung Makan Berat Saat Berbuka Ini kesalahan fatal. Makan besar secara mendadak bikin gula darah melonjak (spike) lalu anjlok dengan cepat. Efeknya? Anda bakal merasa pusing, lemas, bahkan jantung berdebar setelah makan.
2. “Party” Gorengan dan Santan Gorengan memang menggoda, tapi lemak jenuh berlebih bisa memicu asam lambung naik dan bikin kolesterol meroket. Batasi ya, jangan jadikan menu wajib harian.
3. Ngopi atau Ngeteh Pas Sahur Kafein bersifat diuretik, artinya ia merangsang ginjal mengeluarkan lebih banyak cairan lewat urin. Kalau nekat minum kafein saat sahur, risiko dehidrasi di siang hari akan jauh lebih besar.
4. Langsung Tidur Setelah Sahur Godaan kasur setelah kenyang sahur memang berat, tapi waspadalah. Tidur saat perut penuh meningkatkan risiko asam lambung naik ke kerongkongan (reflux), yang bikin perut terasa begah dan tidak nyaman seharian.
5. Olahraga Berat di Siang Bolong Simpan ambisi latihan berat Anda untuk malam hari. Olahraga intens saat matahari terik berisiko tinggi memicu hipoglikemia (gula darah rendah) dan dehidrasi berat yang membahayakan nyawa.
Kesimpulan
Kesehatan adalah amanah agar kita bisa beribadah dengan maksimal. Dengan pola makan dan aktivitas yang teratur, insya Allah Ramadan kali ini kita lalui dengan tubuh yang lebih bugar dan hati yang lebih tenang.
Selamat menjalankan ibadah puasa!
“Punya pertanyaan seputar menu sahur yang praktis? Tulis di kolom komentar di bawah ya!”
Baca juga: Rifa’iyah Hadiri Sidang Isbat Penetapan Awal Ramadan 1447 H di Jakarta
Penulis: dr. Ahmad Roykhan
Editor: Ahmad Zahid Ali


