Rifaiyah.or.id – Bulan Ramadan adalah momentum emas bagi setiap Muslim untuk memanen pahala sebanyak-banyaknya. Salah satu pintu ibadah yang paling utama di malam hari adalah Qiyamul Lail atau yang akrab kita kenal dengan salat Tarawih. Rasulullah SAW memberikan kabar gembira melalui lisan sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu:
“Barangsiapa yang melaksanakan salat malam di bulan Ramadan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadis ini menunjukkan betapa besarnya fadhilah bagi mereka yang menghidupkan malam-malam Ramadan dengan ibadah. Tak heran jika kaum Muslimin berbondong-bondong memadati masjid, bahkan ada yang berkeinginan menambah jumlah rakaat atau berpindah-pindah masjid demi memperbanyak amalan.
Rahasia Pahala “Semalam Suntuk”
Namun, sering kali kita melihat fenomena makmum yang “pamit” lebih awal sebelum imam menyelesaikan seluruh rangkaian salatnya, termasuk witir. Padahal, ada rahasia besar di balik kesabaran seorang makmum yang mengikuti imam hingga tuntas. Rasulullah SAW bersabda:
إِنَّ الرَّجُلَ إِذَا صَلَّى مَعَ الإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ حُسِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةٍ
“Sesungguhnya jika seseorang salat bersama imam hingga imam selesai, maka dicatat baginya pahala salat semalam suntuk.” (HR. Tirmidzi, Nasai, dan Abu Dawud).
Hadis ini bermula dari kisah Abu Dzarr al-Ghifari saat Rasulullah SAW mengimami para sahabat di tujuh malam terakhir Ramadan. Ketika para sahabat meminta tambahan salat di sisa malam, beliau memberikan pesan indah tersebut sebagai kabar gembira.
Apa Makna “Hingga Selesai”?
Para ulama menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan “hingga selesai” adalah mengikuti imam mulai dari rakaat pertama hingga imam melakukan salam terakhir dan beranjak dari tempat salatnya, atau menyelesaikan seluruh rangkaian witirnya.
Beberapa poin penting yang perlu kita perhatikan berdasarkan penjelasan hukum (fiqih) adalah:
-
Definisi Selesai: Jika imam melaksanakan 23 rakaat (termasuk witir), maka makmum hendaknya mengikuti hingga witir berakhir bersama imam tersebut.
-
Keutamaan Berjamaah: Salat Tarawih berjamaah lebih utama daripada salat sendirian bagi mereka yang mengejar pahala qiyamul lail yang utuh.
-
Pindah Masjid: Seseorang tetap mendapat pahala semalam suntuk jika mengikuti imam di suatu masjid hingga selesai (misal 8 rakaat). Namun, jika ia sengaja meninggalkan sisa rakaat di sebuah masjid untuk pindah ke tempat lain, ia dianggap belum “selesai” secara sempurna dengan imam pertamanya.
-
Efisiensi Ibadah: Ini adalah bentuk kasih sayang Allah. Meski kita hanya berdiri satu atau dua jam bersama imam, Allah memberikan ganjaran setara dengan orang yang tidak tidur dan salat hingga fajar menyingsing.
Motivasi Istikamah
Hadis ini hadir untuk mendorong kita agar tidak “kabur” di tengah-tengah rakaat. Jangan sampai karena terburu-buru, kita kehilangan keutamaan besar untuk mendapatkan pahala ibadah sepanjang malam hanya karena melewatkan beberapa rakaat terakhir bersama imam.
Mari kita luruskan niat dan kuatkan fisik. Dengan tetap berada di belakang imam hingga salam terakhir, kita tidak perlu membebani diri secara fisik dengan salat sepanjang malam, namun tetap mendapatkan pahala maksimal di sisi Allah SWT.
Baca juga: Bebas Lemes Saat Puasa! 5 Hal Wajib & 5 Pantangan saat Ramadan
Penulis: Ahmad Zahid Ali
Editor: Ahmad Zahid Ali

