JAKARTA, Rifaiyah.or.id – Pimpinan Pusat Rifa’iyah menyerahkan kitab Riayatul Himmah karya ulama besar Nusantara KH Ahmad Rifa’i ibn Muhammad kepada Menteri Agama Republik Indonesia Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA. Penyerahan kitab tersebut dilakukan dalam momentum kegiatan Silaturahmi Ormas Islam bersama Menteri Agama RI sebagai upaya mempererat hubungan dan sinergi antara organisasi kemasyarakatan Islam.
Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia pada Sabtu, 14 Maret 2026 pukul 16.00 WIB di Rumah Dinas Menteri Agama Republik Indonesia.
Penyerahan kitab dilakukan oleh Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat Rifa’iyah, H. Saeful Arif, SH., M.Kn., bersama Ketua Umum Pimpinan Pusat AMRI, Abdul Kholiq, M.Pd..
Melalui pesan WhatsApp, H. Saeful Arif menjelaskan bahwa kitab yang diserahkan merupakan bagian dari khazanah karya KH Ahmad Rifa’i yang sangat banyak jumlahnya.
“Kami menyampaikan kitab Riayatul Himmah, satu dari sekitar 60-an jilid kitab karya K.H. Ahmad Rifa’i, ulama pada zaman penjajahan Belanda. Kitab tersebut sudah kami janjikan akan diberikan setahun yang lalu kepada Menteri Agama Prof. Nasaruddin Umar, namun baru pada bulan Ramadhan ini kami berkesempatan menyerahkannya,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa Rifa’iyah merupakan gerakan Islam yang telah menunjukkan semangat perjuangan jauh sebelum Indonesia merdeka.
“Rifa’iyah adalah gerakan Islam berkemajuan sebelum Indonesia merdeka yang secara berani melawan penjajahan dan kolonialisme. Perjuangan K.H. Ahmad Rifa’i dan para muridnya pada tahun 1800-an membuktikan Rifa’iyah punya andil besar dalam terwujudnya Kemerdekaan RI,” lanjutnya.
Menurutnya, ke depan Rifa’iyah akan terus berkontribusi dalam pembangunan bangsa melalui berbagai sektor.
“Ke depan, Rifa’iyah baik melalui Kementerian Agama maupun instansi lain akan terus berkontribusi dalam pembangunan Negara Indonesia,” tambah Saeful Arif.
Sementara itu, Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA menyambut baik penyerahan kitab tersebut dan menilai karya tersebut sebagai bagian penting dari warisan intelektual bangsa.
“Ini (Kitab Riayatul Himmah) adalah aset nasional yang harus dilestarikan. Nanti saya minta untuk perpustakaan di Istiqlal,” ujarnya.
Ia juga menilai bahwa KH Ahmad Rifa’i merupakan ulama Nusantara yang sangat produktif dalam menghasilkan karya tulis.
“KH Ahmad Rifa’i adalah sosok ulama Nusantara yang produktif. Harus ada jamaah Rifa’iyah yang produktif menulis,” pesannya.
Penyerahan kitab ini diharapkan menjadi langkah awal untuk semakin memperkenalkan warisan intelektual KH Ahmad Rifa’i kepada masyarakat luas sekaligus memperkuat kontribusi Jam’iyah Rifa’iyah dalam pengembangan keilmuan Islam di Indonesia.
Baca juga: Safari Ramadan PP AMRI di Tanabaya–Mangli Pemalang, Perkuat Silaturahim dan Inisiasi Kaderisasi
Narasumber: Abdul Kholiq & Saeful Arif
Penulis: Ahmad Zahid Ali
Editor: Ahmad Zahid Ali

