Rifa'iyah
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Nasional
  • Kolom
  • Nadhom
  • Tokoh
  • Bahtsul Masail
  • Khutbah
  • Sejarah
  • Video
  • Cerpen
  • Home
  • Berita
  • Nasional
  • Kolom
  • Nadhom
  • Tokoh
  • Bahtsul Masail
  • Khutbah
  • Sejarah
  • Video
  • Cerpen
No Result
View All Result
Rifa'iyah
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Nasional
  • Kolom
  • Nadhom
  • Tokoh
  • Bahtsul Masail
  • Khutbah
  • Sejarah
  • Video
  • Cerpen
Home Sejarah

Gema Takbir di Balik Jeruji: Mengenang 13 Hari Luka Pekalongan

Sofarul Wildan Akhmad by Sofarul Wildan Akhmad
March 15, 2026
in Sejarah
0
kh ahmad rifai
0
SHARES
26
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Di penghujung Ramadan ini, saat kita sibuk menyiapkan baju baru dan hidangan lebaran, mari sejenak menengok ke belakang. Ada sebuah kisah yang bergetar di aspal dan debu kota tercinta kita, Pekalongan.

Sekitar 167 tahun yang lalu, ketika gema takbir Syawal seharusnya membawa tawa, suasana di Penjara Pekalongan justru mencekam. Antara 3 hingga 16 Syawal 1275 H (7-19 Mei 1859 M), seorang kyai, pejuang dan guru bangsa, KH Ahmad Rifa’i, dipaksa mendekam di sana. Beliau diinterogasi, ditekan, dan dikurung selama 13 hari hanya karena satu alasan: Beliau menolak untuk bungkam di hadapan penjajah.

Bayangkan, di saat umat Islam merayakan kemenangan, sang Kyai justru sedang bertaruh nyawa demi harga diri dan iman kita hari ini.

Surat Cinta dari Pengasingan

Lihatlah lembaran Tanbih yang beliau wariskan. Kalimatnya bukan sekadar deretan huruf Arab Pegon , melainkan detak jantung perjuangan. Beliau berpesan dengan sangat lembut namun tegas:

“Muga-muga anak muridku sakabehane pada asih nemen-nemeni maham ingdalem kitabku Tarajjumah Syar’iyyah kang wus ono negoro Jawa”

(Semoga anak muridku semuanya benar-benar cinta dan sungguh-sungguh dalam memahami dan mempelajari Kitab Tarajjumah yang sudah ada di Jawa).

Beliau tidak meminta kita membalas dendam pada sejarah. Beliau hanya meminta kita “Asih” (mencintai) ilmu. Beliau ingin kita membaca, memahami, dan menghidupkan kitab Tarajumah agar hati kita tidak kosong, agar langkah kita punya arah, dan agar keberkahan para Wali Allah selalu mengalir di nadi kita.

Panggilan untuk Pemuda Rifa’iyah

Darah pejuang itu mengalir di tubuh kalian. Pekalongan bukan hanya kota batik, tapi kota yang pernah menjadi saksi bisu keteguhan seorang Rifa’i.

Menjelang lebaran ini, mari kita “nyekar” secara spiritual. Bukan hanya mendatangi makam, tapi menghidupkan kembali pemikiran beliau. Jangan biarkan kitab-kitab itu hanya menjadi pajangan di lemari. Buka kembali wasiat beliau, pelajari Tarajumah, dan teguhkan langkah sebagai pemuda yang sadar sejarah.

Sebab, bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak lupa pada para pahlawannya, dan murid yang setia adalah murid yang menghidupkan ajaran gurunya.

Selamat menjemput kemenangan di hari raya, dengan jiwa yang lebih tangguh dan pemikiran yang lebih merdeka.

Benteh, 15 Maret 2026

Baca Juga: Ketika Surat Menjadi Senjata: Perjuangan Tanpa Kekerasan Jamaah Rifa’iyah


Penulis: Agus Muhammad Shodiq
Editor: Sofarul Wildan Akhmad

Tags: ajaran Rifa’iyahKH Ahmad Rifai di PekalonganKH. Ahmad Rifaisejarah Islam NusantaraSejarah KH. Ahmad Rifa’i
Previous Post

PP Rifa’iyah Serahkan Kitab Riayatul Himmah Karya KH Ahmad Rifa’i kepada Menteri Agama Nasaruddin Umar

Next Post

Perpisahan Mengharukan: Saat Syaikh Ahmad Rifa’i Diasingkan ke Ambon

Sofarul Wildan Akhmad

Sofarul Wildan Akhmad

Penulis lepas di beberapa media sekaligus praktisi kehumasan. Saat ini menekuni dunia kehumasan, belajar merangkai pesan, membangun relasi, dan menjaga citra organisasi dengan cara yang lebih dekat dan manusiawi.

Next Post
KH Ahmad Rifa'i

Perpisahan Mengharukan: Saat Syaikh Ahmad Rifa’i Diasingkan ke Ambon

  • Gus Sakho, Gemilang Prestasi di Al-Azhar, Suluh Inspirasi Generasi Rifa’iyah

    Gus Sakho, Gemilang Prestasi di Al-Azhar, Suluh Inspirasi Generasi Rifa’iyah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sejarah Rifa’iyah dan Organisasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rukun Islam Satu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rifa’iyah Seragamkan Jadwal Ziarah Makam Masyayikh di Jalur Pantura

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kembali ke Rumah: Ayo Mondok di Pesantren Rifa’iyah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Rifa'iyah

Menjaga Tradisi, Menyongsong Masa Depan

Kategori

  • Bahtsul Masail
  • Berita
  • Cerpen
  • Keislaman
  • Khutbah
  • Kolom
  • Nadhom
  • Nasional
  • Sejarah
  • Tokoh
  • Video

Sejarah

  • Rifa’iyah
  • AMRI
  • UMRI
  • LFR
  • Baranusa

Informasi

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Visi Misi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

© 2025 Rifaiyah.or.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Nasional
  • Kolom
  • Nadhom
  • Tokoh
  • Bahtsul Masail
  • Khutbah
  • Sejarah
  • Video
  • Cerpen

© 2025 Rifaiyah.or.id