Pekalongan – Semangat melestarikan sanad keilmuan KH. Ahmad Rifa’i kembali diwujudkan melalui penyelenggaraan Bimbingan Pembacaan Kitab Ri’ayatal Himmah yang digelar di Pekalongan pada Sabtu (1/8/2026). Kegiatan ini menjadi ikhtiar untuk menjaga ketepatan pembacaan sekaligus memperdalam pemahaman terhadap salah satu karya ulama besar Nusantara tersebut.
Bimbingan dipandu langsung oleh Romo Yai Imbuh Jumali dari Temanggung, anggota Dewan Syuro Pimpinan Pusat Rifa’iyah. Dalam kesempatan tersebut, peserta dibimbing membaca kitab Ri’ayatal Himmah sesuai tanda baca (titik koma) berdasarkan sanad pembelajaran yang bersambung hingga kepada KH. Ahmad Rifa’i.
Suasana pembelajaran berlangsung interaktif. Selain membaca teks kitab, peserta juga diberikan ruang untuk mendiskusikan berbagai redaksi yang dianggap sulit serta menanyakan makna/murod dari setiap pembahasan yang belum dipahami. Metode ini diharapkan mampu memperkuat kemampuan membaca sekaligus memperdalam penguasaan isi kitab.
Penanggung jawab kegiatan, KH. Muhdhor Hasbi (Pengurus Forum Komunikasi Anak Rifa’iyah/FUKKAR), menyampaikan bahwa program bimbingan ini ditargetkan dapat menghatamkan kitab dalam sekitar lima kali pertemuan. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya bertujuan menyelesaikan pembacaan kitab, tetapi juga memastikan setiap peserta memperoleh pengakuan atas sanad keilmuan yang diterimanya.
“Insyaallah, ketika khataman Kitab Ri’ayatal Himmah, setiap peserta akan mendapatkan Sertifikat Sanad yang diberikan langsung oleh narasumber, Romo Yai Imbuh Jumali. Hal ini menjadi bentuk ikhtiar menjaga kesinambungan sanad keilmuan KH. Ahmad Rifa’i agar tetap terpelihara dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujar KH. Muhdhor Hasbi.
Menariknya, sebagian besar peserta merupakan para asatidz muda. Kehadiran generasi muda dalam kegiatan ini menjadi sinyal positif bagi keberlangsungan tradisi keilmuan Rifa’iyah. Mereka dipandang sebagai penerus estafet yang akan menjaga, mengajarkan, dan mengembangkan warisan intelektual KH. Ahmad Rifa’i kepada generasi berikutnya.
Melalui bimbingan ini, diharapkan sanad pembacaan dan pemahaman kitab-kitab karya KH. Ahmad Rifa’i tetap terpelihara secara autentik. Di tengah perkembangan zaman, upaya semacam ini menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan tradisi keilmuan Rifa’iyah yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.
Baca Juga: Temui Kemendikdasmen, PP Rifa’iyah Dorong Penguatan Pendidikan dan Sejarah KH Ahmad Rifai
Penulis: Muhammad Nawa Syarif
Editor: Yusril Mahendra

