Pertanyaan
- Apakah ahli kubur dapat melihat siapa saja yang menziarahi kuburannya?
- Apa saja keutamaan ziarah kubur orang tua pada hari jumat?
Jawaban
- Menurut Imam al-Qurthubi, ahli kubur dapat melihat orang yang menziarahi kuburannya pada waktu-waktu tertentu, yaitu ketika arwah mereka datang ke kuburan, seperti malam dan pagi Jumat serta Sabtu pagi. Karena itu, disunahkan berziarah pada waktu-waktu tersebut.
[الرملي، شهاب الدين، فتاوى الرملي، ٢٣٥/٤]
قَالَ الْقُرْطُبِيُّ وَقَدْ قِيلَ إنَّهَا تَزُورُ قُبُورَهَا كُلَّ جُمُعَةٍ عَلَى الدَّوَامِ وَقَدْ وَرَدَ أَنَّهَا تَأْتِي قُبُورَهَا وَدُورَ أَهْلِهَا فِي وَقْتٍ يُرِيدُهُ اللَّهُ لَهَا؛ لِأَنَّهَا مَأْذُونٌ لَهَا فِي التَّصَرُّفِ، وَإِنَّهَا تُبْصِرُ مَنْ هُنَاكَ سَوَاءٌ أَتَتْ إلَى الْقُبُورِ أَمْ الدُّورِ.
“Imam Al Qurtubi berkata, disebutkan oleh sebagian Ulama’ : sesungguhnya arwah selalu datang ke kuburnya setiap jumat. Mereka diizinkan pada waktu tertentu/dikehendaki oleh Allah untuk datang kepada keluarganya. Sesungguhnya mereka bisa melihat orang yang datang ke kubur atau di rumah”.
(Kitab Fatawa Ar-Ramli karya Al-Imam Syihabuddin Abu al-’Abbas Ahmad bin Hamzah al-Ramli Juz 4 Hal 235)
[ابن حجر الهيتمي ,الفتاوى الفقهية الكبرى ,2/8]
قَالَ الْقُرْطُبِيُّ وَقَدْ قِيلَ إنَّهَا تَزُورُ قُبُورَهَا كُلَّ جُمُعَةٍ عَلَى الدَّوَامِ وَلِذَلِكَ سُنَّ زِيَارَةُ الْقُبُورِ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ وَيَوْمَهَا وَبَكْرَةَ السَّبْتِ اهـ
Imam Al-Qurtubi mengatakan bahwa dikatakan ahli kubur selalu berziarah ke kuburannya setiap hari Jumat, dan itulah mengapa disunahkan berziarah ke kuburan setiap malam jumat, hari jumat dan sabtu pagi.
(Kitab Al-fatawa al-fiqhiyah al-kubro karya Al-imamIbnu hajar Al-haitami 2/8)
Baca Juga: Bolehkah Wali Fasiq Menikahkan Putrinya?
- Di antara keutamaan ziarah kubur orang tua pada hari Jumat adalah sebagai berikut:
وَقَدْ رَوَى الْحَكِيمُ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَفَعَهُ: «مَنْ زَارَ قَبْرَ أَبَوَيْهِ أَوْ أَحَدَهُمَا فِي كُلِّ جُمُعَةٍ مَرَّةً غَفَرَ اللَّهُ لَهُ وَكَانَ بَارًّا بِوَالِدِيهِ» وَفِي رِوَايَةٍ: «مَنْ زَارَ قَبْرَ وَالِدَيْهِ كُلَّ جُمُعَةٍ أَوْ أَحَدِهِمَا فَقَرَأَ عِنْدَهُ يَس وَالْقُرْآنِ الْحَكِيمِ غُفِرَ لَهُ بِعَدَدِ ذَلِكَ آيَةً وَحَرْفًا» وَفِي رِوَايَةٍ: «مَنْ زَارَ قَبْرَ وَالِدَيْهِ أَوْ أَحَدِهِمَا يَوْمَ الْجُمُعَةِ كَانَ كَحَجَّةٍ» وَرُوِيَ: «إنَّ الرَّجُلَ لَيَمُوتُ وَالِدَاهُ وَهُوَ عَاقٌّ لَهُمَا فَيَدْعُو اللَّهَ لَهُمَا مِنْ بَعْدِهِمَا فَيَكْتُبُهُ اللَّهُ مِنْ الْبَارِّينَ» فَأَفَادَتْ هَذِهِ الْأَخْبَارُ أَنَّ مَنْ زَارَ قَبْرَ أَبَوَيْهِ كَانَ بَارًّا لَهُمَا غَيْرَ عَاقٍّ وَلَا مُضَيَّعَ حَقِّهِمَا قَالَ الْإِمَامُ السُّبْكِيُّ: وَالزِّيَارَةُ لِأَدَاءِ الْحَقِّ كَزِيَارَةِ قَبْرِ الْوَالِدَيْنِ يُسَنُّ شَدُّ الرَّحَّالِ إلَيْهَا تَأْدِيَةً لِهَذَا الْحَقِّ، وَكَانَ ابْنُ وَاسِعٍ يَزُورُ الْقُبُورَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَيَقُولُ: بَلَغَنِي أَنَّ الْمَوْتَى يَعْلَمُونَ بِزُوَّارِهِمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَيَوْمًا بَعْدَهُ
[البجيرمي، حاشية البجيرمي على الخطيب = تحفة الحبيب على شرح الخطيب، ٣٠١/٢]
Telah diriwayatkan oleh Al-Hakim dari Abu Hurairah, ia memarfukannya: “Barang siapa menziarahi kubur kedua orang tuanya atau salah satunya setiap hari Jumat sekali, maka Allah akan mengampuninya dan ia termasuk orang yang berbakti kepada kedua orang tuanya.”
Dalam riwayat lain: “Barang siapa menziarahi kubur kedua orang tuanya atau salah satunya setiap hari Jumat, lalu membaca di sisinya Surah Yasin dan Al-Qur’an yang penuh hikmah, maka diampuni baginya sebanyak jumlah ayat dan huruf itu.”
Dalam riwayat lain: “Barang siapa menziarahi kubur kedua orang tuanya atau salah satunya pada hari Jumat, maka pahalanya seperti pahala haji.”
Dan diriwayatkan: “Sesungguhnya seseorang yang kedua orang tuanya meninggal dalam keadaan ia durhaka kepada keduanya, lalu ia mendoakan Allah untuk keduanya setelah kematian mereka, maka Allah mencatatnya termasuk golongan orang-orang yang berbakti.”
Berita-berita ini memberikan faedah bahwa barang siapa menziarahi kubur kedua orang tuanya, maka ia termasuk orang yang berbakti kepada keduanya, bukan orang yang durhaka dan bukan pula orang yang menyia-nyiakan hak keduanya.
Imam as-Subki berkata: “Ziarah untuk menunaikan hak, seperti ziarah kubur kedua orang tua, disunnahkan melakukan perjalanan khusus kepadanya sebagai bentuk menunaikan hak tersebut.”
Dan Ibnu Wasi’ biasa menziarahi kubur pada hari Jumat seraya berkata: “Telah sampai kepadaku bahwa orang-orang yang telah meninggal mengetahui orang-orang yang menziarahi mereka pada hari Jumat dan sehari setelahnya.”
Sumber: Al-Bujairimi, Hasyiah Al-Bujairimi ‘ala Al-Khatib = Tuhfatu Al-Habib ‘ala Syarhi Al-Khatib, 2/301
Biro Syariah PP Rifa’iyah
Editor: Yusril Mahendra

