Rifa'iyah
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Nasional
  • Kolom
  • Nadhom
  • Tokoh
  • Bahtsul Masail
  • Khutbah
  • Sejarah
  • Video
  • Cerpen
  • Home
  • Berita
  • Nasional
  • Kolom
  • Nadhom
  • Tokoh
  • Bahtsul Masail
  • Khutbah
  • Sejarah
  • Video
  • Cerpen
No Result
View All Result
Rifa'iyah
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Nasional
  • Kolom
  • Nadhom
  • Tokoh
  • Bahtsul Masail
  • Khutbah
  • Sejarah
  • Video
  • Cerpen
Home Berita

Panduan Lengkap Zakat Fitrah: Hukum, Kadar, Waktu, dan Penerimanya

Rifa'iyah by Rifa'iyah
March 14, 2026
in Berita, Keislaman
0
Panduan Lengkap Zakat Fitrah: Hukum, Kadar, Waktu, dan Penerimanya

Ilustrasi penyaluran zakat fitrah berupa beras kepada yang berhak menerimanya. (Canva)

0
SHARES
253
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Menjelang Hari Raya Idulfitri, setiap muslim diwajibkan menunaikan zakat fitrah sebagai penyempurna ibadah puasa Ramadan. Dalam praktiknya, tidak jarang muncul pertanyaan mengenai tata cara, waktu pembayaran, kadar zakat, hingga siapa saja yang berhak menerimanya.

Agar pelaksanaan zakat fitrah dapat dilakukan dengan benar sesuai ketentuan syariat, berikut panduan zakat fitrah yang dirumuskan oleh Biro Syariah dan Hukum Pimpinan Pusat Rifa’iyah.

Surat Edaran Biro Syariah dan Hukum Pimpinan Pusat Rifa’iyah tentang panduan pelaksanaan zakat fitrah.
Surat Edaran Biro Syariah dan Hukum Pimpinan Pusat Rifa’iyah tentang panduan pelaksanaan zakat fitrah.

Pengertian Zakat Fitrah

Zakat fitrah adalah sejumlah harta yang wajib dikeluarkan oleh setiap muslim setelah matahari terbenam pada akhir bulan Ramadan dengan syarat-syarat tertentu, baik untuk dirinya sendiri maupun orang yang menjadi tanggungannya.

Kewajiban Zakat Fitrah

Zakat fitrah wajib ditunaikan oleh setiap muslim yang:

  1. Menjumpai akhir bulan Ramadan dan awal bulan Syawal.
  2. Memiliki kelebihan makanan pokok untuk dirinya dan orang yang menjadi tanggungannya pada malam dan siang hari Idulfitri.

Urutan Orang yang Wajib Dizakati

Dalam pelaksanaannya, terdapat urutan tanggungan zakat yang perlu diperhatikan, yaitu:

  1. Diri sendiri
  2. Istri
  3. Anak yang masih kecil
  4. Orang tua
  5. Anak yang sudah dewasa, jika masih memiliki kelebihan harta

Kadar Zakat Fitrah

Kadar zakat fitrah yang wajib dikeluarkan adalah satu sha’ atau setara dengan empat mud dari bahan makanan pokok.

Konversi Satu Sha’ ke Timbangan Modern

Beberapa ulama memberikan perkiraan takaran satu sha’, antara lain:

  • 2,4 kg (dalam Al-Fiqh al-Manhaji)
  • 2,5 kg (dalam Mukhtashar Tasyyid al-Bunyan)
  • 2,75 kg (dalam Ghayah al-Muna)

Perbedaan ini terjadi karena konversi dari ukuran tradisional ke timbangan modern bersifat perkiraan (taqriban), sehingga setiap muslim diperbolehkan mengikuti salah satu pendapat tersebut.

Bentuk Zakat Fitrah

Zakat fitrah pada dasarnya dikeluarkan dalam bentuk bahan makanan pokok, seperti beras.

Apabila ingin menunaikan zakat dengan uang, terdapat dua cara yang biasa dilakukan:

  1. Membeli beras yang telah disediakan oleh panitia zakat.
  2. Mengikuti pendapat Madzhab Hanafi yang membolehkan pembayaran zakat fitrah dalam bentuk uang.

Waktu Pembayaran Zakat Fitrah

Terdapat beberapa ketentuan waktu dalam pembayaran zakat fitrah:

  1. Zakat fitrah boleh dibayarkan sejak awal Ramadan.
  2. Waktu yang paling utama adalah pada pagi hari sebelum pelaksanaan salat Idulfitri.
  3. Jika dibayarkan setelah salat Id hingga matahari terbenam pada hari raya, hukumnya makruh.
  4. Jika dibayarkan setelah hari raya Idulfitri, hukumnya haram dan dianggap sebagai qadha, karena telah melewati waktu yang ditentukan.

Golongan Penerima Zakat

Penerima zakat fitrah terdiri dari delapan golongan sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an, yaitu:

  1. Fakir
  2. Miskin
  3. Amil
  4. Muallaf
  5. Hamba sahaya
  6. Gharim (orang yang memiliki utang)
  7. Fisabilillah
  8. Ibnu sabil

Kedudukan Amil dan Panitia Zakat

Dalam pengelolaan zakat, terdapat perbedaan antara amil dan panitia zakat.

Amil adalah pihak yang secara resmi ditunjuk oleh pemerintah untuk mengelola zakat. Adapun panitia zakat yang dibentuk oleh masyarakat pada umumnya berfungsi sebagai wakil dari muzakki (orang yang berzakat).

Oleh karena itu, panitia zakat tidak berhak menerima zakat dengan status amil. Namun, mereka tetap dapat menerima zakat apabila termasuk dalam kategori fakir, miskin, atau gharim.

Zakat untuk Kiai dan Guru Ngaji

Dalam beberapa pendapat ulama disebutkan bahwa kiai dan guru ngaji dapat menerima zakat.

Menurut Imam Ar-Razi, mereka dapat menerima zakat dengan status fisabilillah. Namun, terdapat pendapat lain yang dianggap lebih kuat (muktamad), yaitu bahwa kiai dan guru ngaji dapat menerima zakat apabila termasuk dalam kategori fakir, miskin, atau golongan lain yang berhak.

Prioritas Distribusi Zakat

Dalam pendistribusian zakat fitrah, panitia zakat dianjurkan untuk mengutamakan golongan fakir dan miskin, sehingga mereka dapat merasakan kebahagiaan pada hari raya. Hal ini sejalan dengan sabda Nabi Muhammad SAW:

“Buatlah mereka berkecukupan pada hari ini (Idulfitri).” (HR. Baihaqi)

Dengan demikian, zakat fitrah tidak hanya menjadi kewajiban ibadah, tetapi juga sarana untuk memperkuat kepedulian sosial dan membantu sesama muslim agar dapat merayakan Idulfitri dengan layak.

Sumber: Surat Edaran Biro Syariah dan Hukum Pimpinan Pusat Rifa’iyah tentang panduan pelaksanaan zakat fitrah


Penulis: Yusril Mahendra
Editor: Yusril Mahendra

Tags: AMRIBaranusaBiro Syariah dan Hukumhari rayaHIMMAHIdulfitripanduanRifaiyahUMRIzakat fitrah
Previous Post

Bagaimana Terjadinya Lailatul Qadar di Tempat Berbeda?

Next Post

Surat Edaran PP Rifaiyah, Hisab: 1 Syawal 1446 H Jatuh pada Senin, 31 Maret 2025

Rifa'iyah

Rifa'iyah

Tim Redaksi Rifa'iyah

Next Post
Surat Edaran PP Rifaiyah, Hisab: 1 Syawal 1446 H Jatuh pada Senin, 31 Maret 2025

Surat Edaran PP Rifaiyah, Hisab: 1 Syawal 1446 H Jatuh pada Senin, 31 Maret 2025

  • Gus Sakho, Gemilang Prestasi di Al-Azhar, Suluh Inspirasi Generasi Rifa’iyah

    Gus Sakho, Gemilang Prestasi di Al-Azhar, Suluh Inspirasi Generasi Rifa’iyah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sejarah Rifa’iyah dan Organisasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rukun Islam Satu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rifa’iyah Seragamkan Jadwal Ziarah Makam Masyayikh di Jalur Pantura

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kembali ke Rumah: Ayo Mondok di Pesantren Rifa’iyah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Rifa'iyah

Menjaga Tradisi, Menyongsong Masa Depan

Kategori

  • Bahtsul Masail
  • Berita
  • Cerpen
  • Keislaman
  • Khutbah
  • Kolom
  • Nadhom
  • Nasional
  • Sejarah
  • Tokoh
  • Video

Sejarah

  • Rifa’iyah
  • AMRI
  • UMRI
  • LFR
  • Baranusa

Informasi

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Visi Misi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

© 2025 Rifaiyah.or.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Nasional
  • Kolom
  • Nadhom
  • Tokoh
  • Bahtsul Masail
  • Khutbah
  • Sejarah
  • Video
  • Cerpen

© 2025 Rifaiyah.or.id