Rifa'iyah
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Nasional
  • Kolom
  • Nadhom
  • Tokoh
  • Bahtsul Masail
  • Khutbah
  • Sejarah
  • Video
  • Cerpen
  • Home
  • Berita
  • Nasional
  • Kolom
  • Nadhom
  • Tokoh
  • Bahtsul Masail
  • Khutbah
  • Sejarah
  • Video
  • Cerpen
No Result
View All Result
Rifa'iyah
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Nasional
  • Kolom
  • Nadhom
  • Tokoh
  • Bahtsul Masail
  • Khutbah
  • Sejarah
  • Video
  • Cerpen
Home Kolom

Adab Halal Bihalal & Larangan Ikhtilath Menurut KH Ahmad Rifa’i

Ahmad Zahid Ali by Ahmad Zahid Ali
March 22, 2026
in Kolom
0
Adab Halal Bihalal & Larangan Ikhtilath Menurut KH Ahmad Rifa’i

Dua orang saling memberi salam tanpa bersentuhan sebagai bentuk menjaga adab dengan non-mahram. (Freepik)

0
SHARES
95
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Rifaiyah.or.id – Momen Idulfitri di Indonesia identik dengan tradisi Halal Bihalal, sebuah ajang mulia untuk mempererat silaturahmi dan saling memaafkan. Namun, sebagai umat Islam, khususnya bagi warga Rifa’iyah, kita perlu mawas diri agar tradisi ini tetap berjalan di atas rel syariat.

​Sering kali, dalam euforia kegembiraan, terjadi pelanggaran adab yang tegas diperingatkan oleh para ulama, termasuk KH Ahmad Rifa’i, yakni mengenai ikhtilath (bercampurnya laki-laki dan perempuan) serta mushafahah (berjabat tangan) dengan non-mahram.

​Larangan Ikhtilath dan Pentingnya Satir

​Kehadiran seorang Muslim dalam majelis yang mencampurbaurkan laki-laki dan perempuan tanpa pembatas (satir) menjadi perhatian serius KH Ahmad Rifa’i. Dalam kitabnya, beliau memberikan peringatan dalam bentuk nadhom yang sarat makna:

​Munasabah masalah harom tininggalan

Iku tinutur ingdalem bab nikahan

Sebab akeh haram iku dedelengan

Ningali kelawan syahwat gholibane

Lanang wadon akeh haram kumpulane

Naliko sodaqoh walimah lan saufamane

Iku gholib tan mikir haram katinggalane

Ikulah wajib datengaken syara’ hukumane

​Beliau menekankan bahwa sering kali dalam acara keramaian seperti walimah atau pertemuan sosial lainnya, batas-batas syariat terlupakan, terutama terkait pandangan dan percampuran lawan jenis yang dapat memicu fitnah.

​Larangan Berjabat Tangan dengan Non-Mahram

​Islam telah memberikan batasan yang jelas terkait interaksi fisik. Rasulullah ﷺ, sebagai teladan tertinggi, tidak pernah menyentuh tangan wanita yang bukan mahramnya. Hal ini ditegaskan dalam beberapa riwayat:

  • ​Hadis Aisyah RA: “Tangan Rasulullah ﷺ tidaklah menyentuh tangan perempuan ketika membaiat (janji setia). Beliau membaiat dengan ucapan…” (HR. Bukhari & Muslim).
  • ​Peringatan Keras: Rasulullah ﷺ bersabda, “Sesungguhnya jika kepala seseorang ditusuk dengan jarum besi, itu lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (HR. Thabrani).

​Pandangan Imam Nawawi (Ulama Syafi’iyah):

Dalam kitab Al-Majmu’ dan Syarah Shahih Muslim, Imam Nawawi menegaskan bahwa menyentuh lawan jenis non-mahram hukumnya haram, kecuali dalam keadaan darurat (seperti medis). Larangan ini berlaku umum bagi orang tua maupun muda, tanpa membedakan ada atau tidaknya syahwat.

​Penegasan KH Ahmad Rifa’i dalam Tabyinal Islah

​KH Ahmad Rifa’i selaras dengan pandangan madzhab Syafi’i. Beliau mengingatkan bahwa sentuhan sering kali berawal dari pandangan yang tidak terjaga:

​Lan sekiro haram ningali kinaweruhan

Iku gholib haram gharap (al-massu) linakonan

Kelawan qiyas dedalan aqwa kenyataan

Ingdalem taladdudz ning ati syahwatan

​Namun, beliau memberikan solusi agar silaturahmi tetap berjalan tanpa melanggar hukum. Mushafahah dibolehkan apabila dilakukan tanpa bersentuhan kulit secara langsung, yakni dengan adanya penghalang (seperti kain atau alas tangan):

​Lan diambil faham halal hukumane

Mushofahah cecekelan tangan anane

Ing wong wadon liyo serto tinemune

Mengkono iku aling-alingan astane

(Tabyinal Islah)

​Kesimpulan

​Sebagai warga Rifa’iyah dan umat Islam yang taat, marilah kita menjadikan Idulfitri sebagai momentum pembersihan diri yang paripurna. Silaturahmi adalah ibadah, maka jangan sampai ibadah tersebut ternodai oleh pelanggaran syariat.

​Menjaga jarak (satir) dan menghindari jabat tangan langsung dengan non-mahram bukanlah bentuk pemutus silaturahmi, melainkan bentuk penghormatan terhadap kemuliaan wanita dan ketaatan kepada Allah SWT.

​Semoga kita senantiasa teguh mengamalkan ajaran KH Ahmad Rifa’i dan menjaga marwah agama dalam setiap tradisi yang kita jalani.

​Wallahu a’lam bisshowab.

Baca Juga: Jangan Mempersilahkan Orang Lain untuk Mengisi Saf di Depan, Ini Sebabnya


​Penulis: Ahmad Zahid Ali, ST
Editor: Ahmad Zahid Ali, ST

Tags: halal bihalalidul fitrijabat tangan laki-laki dan perempuanmushofahahsilaturahmi
Previous Post

Mas’ad dan Mbah Mad: Malaikat Ketipu Mobil Takbiran

Ahmad Zahid Ali

Ahmad Zahid Ali

Khadim di Ponpes Miftahul Muhtadin Pati, Ketua 2 PP AMRI: Biro Pengembangan Pemikiran dan IPTEK, Senior Manajer Production Support di FMCG

  • Gus Sakho, Gemilang Prestasi di Al-Azhar, Suluh Inspirasi Generasi Rifa’iyah

    Gus Sakho, Gemilang Prestasi di Al-Azhar, Suluh Inspirasi Generasi Rifa’iyah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sejarah Rifa’iyah dan Organisasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rukun Islam Satu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rifa’iyah Seragamkan Jadwal Ziarah Makam Masyayikh di Jalur Pantura

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kembali ke Rumah: Ayo Mondok di Pesantren Rifa’iyah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Rifa'iyah

Menjaga Tradisi, Menyongsong Masa Depan

Kategori

  • Bahtsul Masail
  • Berita
  • Cerpen
  • Keislaman
  • Khutbah
  • Kolom
  • Nadhom
  • Nasional
  • Sejarah
  • Tokoh
  • Video

Sejarah

  • Rifa’iyah
  • AMRI
  • UMRI
  • LFR
  • Baranusa

Informasi

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Visi Misi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

© 2025 Rifaiyah.or.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Nasional
  • Kolom
  • Nadhom
  • Tokoh
  • Bahtsul Masail
  • Khutbah
  • Sejarah
  • Video
  • Cerpen

© 2025 Rifaiyah.or.id