JAKARTA – Puncak arus balik Lebaran 2026 gelombang pertama telah terlewati pada Selasa (24/3/2026) malam. Namun demikian, aparat kepolisian masih terus bekerja mengurai sisa kendaraan. Selain itu, mereka juga mengantisipasi potensi lonjakan pada gelombang kedua.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa lonjakan volume kendaraan tertinggi sudah terjadi. Dengan demikian, kondisi lalu lintas kini mulai berangsur landai. Pernyataan ini disampaikan usai peninjauan di Jasa Marga Toll Road Command Center, Bekasi, pada Rabu (25/3/2026).
Berdasarkan data, jumlah kendaraan yang masuk ke Jakarta saat puncak arus balik mencapai sekitar 256 ribu unit. Angka ini lebih tinggi dibandingkan tahun lalu yang sekitar 223 ribu kendaraan.
Sementara itu, secara kumulatif hingga Rabu siang, kendaraan yang kembali ke Jakarta mencapai kurang lebih 2,04 juta unit. Meski begitu, jumlah ini masih lebih rendah dibandingkan kendaraan yang keluar saat mudik, yaitu sekitar 2,52 juta unit. Artinya, masih ada selisih yang perlu diurai.
Rekayasa Lalu Lintas Terus Diterapkan
Untuk menjaga kelancaran, Polri bersama pihak terkait menerapkan berbagai rekayasa lalu lintas. Misalnya, sistem satu arah (one way) skala nasional dan lokal, serta contraflow di beberapa ruas tol.
Korlantas Polri mencatat bahwa puncak arus balik tahun ini menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah. Bahkan, terjadi kenaikan sekitar 14,8 persen dibandingkan tahun lalu.
Kepadatan sempat terjadi di ruas Tol Trans Jawa. Namun, kondisi tersebut tetap terkendali berkat skenario yang telah disiapkan.
Selain itu, jalur tol fungsional seperti Japek II juga dioptimalkan. Tujuannya untuk mengurai kepadatan di kawasan Cikampek. Seiring waktu, volume kendaraan menurun. Karena itu, sebagian skema one way mulai dicabut pada Rabu siang.
Gelombang Kedua Diprediksi 29 Maret
Selanjutnya, Polri memprediksi puncak arus balik gelombang kedua akan terjadi pada Minggu (29/3/2026). Hal ini karena masih banyak pemudik yang belum kembali.
Korlantas menyebutkan sekitar 42 persen kendaraan masih berada di kampung halaman. Umumnya, mereka masih bersilaturahmi atau berwisata.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, sistem one way akan diterapkan secara situasional. Khususnya, di gerbang tol Kalikangkung.
Jika volume kendaraan mendekati 4.000 unit, maka one way akan diberlakukan. Sebaliknya, jika masih di bawah ambang batas, arus tetap berjalan dua arah.
Di sisi lain, setiap kebijakan akan diawali dengan sosialisasi. Tujuannya, agar masyarakat dapat menyesuaikan perjalanan dengan baik.
Pengamanan Tetap Berlanjut
Walaupun Operasi Ketupat 2026 telah berakhir pada Rabu (25/3/2026), pengamanan tetap dilanjutkan. Yakni, melalui kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD).
Personel kepolisian masih disiagakan di berbagai titik. Fokusnya, meliputi jalan tol, jalan arteri, simpul transportasi, tempat ibadah, dan kawasan wisata.
Hingga saat ini, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif. Tidak ada kejadian menonjol yang dilaporkan.
Imbauan untuk Keselamatan Pemudik
Terakhir, Polri mengingatkan pentingnya keselamatan selama perjalanan. Pemudik diminta tidak memaksakan diri saat lelah.
Oleh karena itu, manfaatkan fasilitas istirahat yang tersedia. Rest area, pos pelayanan, dan jalur arteri telah disiapkan.
Polri berharap seluruh rangkaian arus mudik dan balik berjalan aman. Termasuk, saat menghadapi gelombang kedua di akhir Maret.
Penulis: Nicholas Ryan Aditya, Robertus Belarminus, & Dita Angga Rusiana
Editor: Yusril Mahendra
©2026 Kompas.com

