Rifa'iyah
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Nasional
  • Kolom
  • Nadhom
  • Tokoh
  • Bahtsul Masail
  • Khutbah
  • Sejarah
  • Video
  • Cerpen
  • Home
  • Berita
  • Nasional
  • Kolom
  • Nadhom
  • Tokoh
  • Bahtsul Masail
  • Khutbah
  • Sejarah
  • Video
  • Cerpen
No Result
View All Result
Rifa'iyah
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Nasional
  • Kolom
  • Nadhom
  • Tokoh
  • Bahtsul Masail
  • Khutbah
  • Sejarah
  • Video
  • Cerpen
Home Kolom

Dunia: Bekal, Pencitraan, atau Sekadar Kesenangan?

Muhammad Nawa Syarif by Muhammad Nawa Syarif
December 22, 2025
in Kolom
0
makna dunia

Seorang Muslim merenungi makna dunia sebagai bekal akhirat di halaman masjid. (Unsplash/bigdodzy)

0
SHARES
27
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

(Refleksi atas Kitab Syarḥul Īmān halaman 297 karya KH. Ahmad Rifa’i)

قال ابن عباس: إنّ الله جعل الدنيا ثلاثة أجزاء، جزءٌ للمؤمن وجزءٌ للمنافق وجزءٌ للكافر، فالمؤمن يتزوّد والمنافق يتزيّن والكافر يتمتّع

Saktuhune Allah ta’ala iku ndade’aken ing dunyo tetelu sekehe juz, sawiji juz kaduwe sekehe wong mukmin, lan sawiji juz kaduwe sekehe wong munafik, lan sawiji juz kaduwe sekehe wong kafir dhohir lan batin. Mongko kelakuhane wong mukmin angalap ingdalem dunyo sangu kang dadi manfa’at ingdalem akhirat, lan wong munafiq kelakuhane ingdalem dunyo iku pepahes ibadah ugo kerono kabecikan dunyo beloko, lan wong kafir nyoto kelakuhane ingdalem dunyo angalap suko-suko seneng.

Kita hidup di dunia yang sama, menikmati fasilitas yang serupa, dan menjalani aktivitas yang hampir mirip. Namun, menurut Ibnu Abbas—sebagaimana dijelaskan kembali oleh K.H. Ahmad Rifa’i—nilai dunia tidak ditentukan oleh bentuknya, tetapi oleh cara kita memakainya.

Orang Beriman: Dunia sebagai Bekal

Bagi orang beriman, dunia bukan tujuan akhir. Ia bekerja, belajar, dan beribadah sambil menata niat: apa yang aku lakukan hari ini harus punya arti untuk akhirat. Harta dicari secukupnya, jabatan dijalani seperlunya, dan kesenangan dinikmati tanpa lupa batas.

Dunia dipakai, bukan dipuja.

Orang Munafiq: Dunia sebagai Panggung

Orang munafiq masih beribadah, bahkan terlihat rajin. Namun ibadahnya lebih sering menjadi hiasan. Amal baik dilakukan selama mendatangkan pujian, popularitas, atau keuntungan. Ketika tidak lagi menguntungkan, ibadah pun terasa berat.

Di sini kita diingatkan: tidak semua amal yang tampak baik benar-benar bernilai di sisi Allah.

Orang Kafir: Dunia sebagai Tujuan

Bagi orang kafir, dunia adalah segalanya. Hidup diukur dari seberapa banyak kesenangan yang diraih. Tidak ada beban memikirkan akhirat, karena dunia dianggap sebagai akhir perjalanan.

Maka wajar jika kesenangan sesaat menjadi fokus utama hidupnya.

Pertanyaan untuk Kita

Tulisan ini bukan untuk menunjuk siapa yang benar atau salah, tetapi untuk mengajak kita jujur pada diri sendiri. Dunia yang kita jalani hari ini—apakah sudah menjadi bekal akhirat, sekadar sarana pencitraan, atau hanya tempat mencari kesenangan?

K.H. Ahmad Rifa’i seakan mengingatkan:

Dunia itu netral. Ia bisa mengantar kita ke surga, atau justru menjauhkan kita darinya.

Semua tergantung niat, arah, dan pilihan kita setiap hari.

Baca Juga: Tradisi Ilmiah K.H. Ahmad Rifa’i: Terbuka terhadap Kritik, Tegas Menjaga Adab


Penulis: Muhammad Nawa Syarif
Editor: Yusril Mahendra

Tags: dunia dan akhiratIbnu Abbasiman dan amalintrospeksi diriKH. Ahmad Rifaikitab Syarihul Imanmakna dunia
Previous Post

Makna Tujuh Langit dalam Isra’ Mi’raj

Next Post

Pimpinan Pusat Rifa’iyah Resmi Umumkan Penyesuaian Jadwal Ziarah Masal Masyayikh Wilayah Pemalang, Tegal, dan Brebes

Muhammad Nawa Syarif

Muhammad Nawa Syarif

Khadim di Ponpes Faidlul Qodir, Kepala MTs Rifa'iyah Wonokerto, Sekjend PP. AMRI, Pegiat literasi KH. Ahmad Rifa'i.

Next Post
Pimpinan Pusat Rifa’iyah Resmi Umumkan Penyesuaian Jadwal Ziarah Masal Masyayikh Wilayah Pemalang, Tegal, dan Brebes

Pimpinan Pusat Rifa’iyah Resmi Umumkan Penyesuaian Jadwal Ziarah Masal Masyayikh Wilayah Pemalang, Tegal, dan Brebes

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Gus Sakho, Gemilang Prestasi di Al-Azhar, Suluh Inspirasi Generasi Rifa’iyah

    Gus Sakho, Gemilang Prestasi di Al-Azhar, Suluh Inspirasi Generasi Rifa’iyah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sejarah Rifa’iyah dan Organisasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rukun Islam Satu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rifa’iyah Seragamkan Jadwal Ziarah Makam Masyayikh di Jalur Pantura

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kembali ke Rumah: Ayo Mondok di Pesantren Rifa’iyah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Rifa'iyah

Menjaga Tradisi, Menyongsong Masa Depan

Kategori

  • Bahtsul Masail
  • Berita
  • Cerpen
  • Keislaman
  • Khutbah
  • Kolom
  • Nadhom
  • Nasional
  • Sejarah
  • Tokoh
  • Video

Sejarah

  • Rifa’iyah
  • AMRI
  • UMRI
  • LFR
  • Baranusa

Informasi

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Visi Misi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

© 2025 Rifaiyah.or.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Nasional
  • Kolom
  • Nadhom
  • Tokoh
  • Bahtsul Masail
  • Khutbah
  • Sejarah
  • Video
  • Cerpen

© 2025 Rifaiyah.or.id