Rifa'iyah
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Nasional
  • Kolom
  • Nadhom
  • Tokoh
  • Bahtsul Masail
  • Khutbah
  • Sejarah
  • Video
  • Cerpen
  • Home
  • Berita
  • Nasional
  • Kolom
  • Nadhom
  • Tokoh
  • Bahtsul Masail
  • Khutbah
  • Sejarah
  • Video
  • Cerpen
No Result
View All Result
Rifa'iyah
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Nasional
  • Kolom
  • Nadhom
  • Tokoh
  • Bahtsul Masail
  • Khutbah
  • Sejarah
  • Video
  • Cerpen
Home Kolom

Isra’ Mi’raj dan Ujian Pilihan: Jalan Kebenaran di Tengah Godaan

Muhammad Nawa Syarif by Muhammad Nawa Syarif
December 31, 2025
in Kolom
0
Isra’ Mi’raj dan Ujian Pilihan: Jalan Kebenaran di Tengah Godaan

Ilustrasi jalan lurus yang membentang di tengah pepohonan, melambangkan pilihan iman dan keteguhan menapaki jalan kebenaran di tengah godaan. (Unsplash/foxxmd)

0
SHARES
24
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Peristiwa Isra’ Mi’raj bukan hanya perjalanan agung Nabi Muhammad ﷺ dari Masjidil Haram hingga Sidratul Muntaha, tetapi juga rangkaian ujian makna yang sarat pesan bagi umat manusia. Dalam khazanah karya ulama Nusantara, KH. Ahmad Rifa’i menghadirkan sepenggal kisah Isra’ Mi’raj dalam bentuk nadzam yang bukan sekadar kisah sejarah, melainkan cermin pilihan hidup.

Dalam Nadzam Arja, beliau menuturkan dialog simbolik yang terjadi di tengah perjalanan Nabi ﷺ bersama Malaikat Jibril:

“Mongko nuli takon Kanjeng Nabi utusan
Ing Jabarail sinten kang kinawaruhan
Tiyang undang-undang tengah dedalan”

Nabi bertanya tentang suara panggilan yang terdengar di tengah perjalanan. Jibril menjelaskan bahwa panggilan-panggilan itu bukan suara biasa, melainkan lambang jalan hidup yang akan dihadapi umat Nabi kelak.

“Suoro kang dhihin rinungu anane
Ature Jabaroil partelane
Pangundang kang wonten tengene
Puniko pangundange Yahudi nyatane.”

Panggilan dari arah kanan melambangkan jalan Yahudi. Jika Nabi menjawab panggilan itu, Jibril menjelaskan, umatnya kelak akan condong mengikuti jalan tersebut. Begitu pula panggilan dari kiri yang melambangkan jalan Nasrani:

“Anapun pangundang kang kiwo dihajat
Mongko puniko tiyang Nasrani jelunat.”

Namun Nabi ﷺ tidak menjawab satu pun dari panggilan itu. Sikap diam Nabi bukanlah kebingungan, melainkan keteguhan. Sebab, menjawab salah satu berarti umatnya akan kehilangan kejernihan iman dan terjebak pada jalan yang menyimpang dari kebenaran hakiki.

Puncak ujian justru datang dalam bentuk yang paling menggoda: dunia.

“Anapun tiyang estri wontene
Ngundang-undang ing wingkingane
Sanding tuan sarta pahes nyatane
Mongko inggih puniko dunya rupane.”

Dunia digambarkan sebagai perempuan berhias indah, mengundang Nabi dari arah belakang dengan pesona dan kedekatan. Ia tidak mengancam, tidak pula memaksa. Dunia hanya menawarkan kenyamanan, keindahan, dan kebersamaan. Namun di balik itu tersimpan bahaya yang paling halus: melalaikan tujuan akhir.

“Lamon tuan jawabo ing pangundangan
Mongko yekti umat tuan sasar sedayan
Dados asih milih ing kadunyan
Mengo saking sawarga urip kelanggengan.”

Jika Nabi menjawab panggilan tersebut, umatnya akan tersesat, lebih mencintai dunia, kehidupan fana, dan berpaling dari kehidupan kekal di akhirat.

Di sinilah letak refleksi terdalam dari kisah ini. Isra’ Mi’raj bukan hanya tentang naiknya Nabi ke langit, tetapi tentang keteguhan memilih jalan lurus di tengah tarik-menarik ideologi, keyakinan, dan gemerlap dunia. Nabi ﷺ mengajarkan bahwa keselamatan iman tidak cukup dengan mengetahui yang benar, tetapi juga dengan menolak panggilan-panggilan yang tampak indah namun menyesatkan.

KH. Ahmad Rifa’i melalui nadzam ini seolah mengingatkan kita: umat Nabi Muhammad ﷺ akan selalu diuji oleh tiga panggilan besar—panggilan pemikiran yang menyimpang, keyakinan yang kabur, dan cinta dunia yang berlebihan. Keselamatan hanya dapat diraih dengan keteguhan, kehati-hatian, dan orientasi akhirat.

Isra’ Mi’raj, dengan demikian, adalah perjalanan spiritual yang terus berulang dalam kehidupan kita sehari-hari. Setiap pilihan adalah undangan. Dan iman sejati diuji bukan saat kebenaran tampak jelas, tetapi saat godaan datang dengan wajah yang paling memikat.

(Disarikan dari KH. Ahmad Rifa’i, Nadzam Arja, halaman 7–8)

Baca Juga: Alim yang Adil: Tanggung Jawab Ilmu di Tengah Keterbatasan


Penulis: Muhammad Nawa Syarif
Editor: Yusril Mahendra

Tags: Isra' Mi'rajJalan KebenaranKH. Ahmad RifaiKitab ArjaKitab TarajumahPilihan Hidup
Previous Post

Demokrasi yang Memborgol Kesadaran

Next Post

Martabat Kasab dan Pilihan Moral di Tengah Penindasan Kolonial

Muhammad Nawa Syarif

Muhammad Nawa Syarif

Khadim di Ponpes Faidlul Qodir, Kepala MTs Rifa'iyah Wonokerto, Sekjend PP. AMRI, Pegiat literasi KH. Ahmad Rifa'i.

Next Post
Martabat Kasab dan Pilihan Moral di Tengah Penindasan Kolonial

Martabat Kasab dan Pilihan Moral di Tengah Penindasan Kolonial

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Gus Sakho, Gemilang Prestasi di Al-Azhar, Suluh Inspirasi Generasi Rifa’iyah

    Gus Sakho, Gemilang Prestasi di Al-Azhar, Suluh Inspirasi Generasi Rifa’iyah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sejarah Rifa’iyah dan Organisasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rukun Islam Satu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rifa’iyah Seragamkan Jadwal Ziarah Makam Masyayikh di Jalur Pantura

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kembali ke Rumah: Ayo Mondok di Pesantren Rifa’iyah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Rifa'iyah

Menjaga Tradisi, Menyongsong Masa Depan

Kategori

  • Bahtsul Masail
  • Berita
  • Cerpen
  • Keislaman
  • Khutbah
  • Kolom
  • Nadhom
  • Nasional
  • Sejarah
  • Tokoh
  • Video

Sejarah

  • Rifa’iyah
  • AMRI
  • UMRI
  • LFR
  • Baranusa

Informasi

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Visi Misi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

© 2025 Rifaiyah.or.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Nasional
  • Kolom
  • Nadhom
  • Tokoh
  • Bahtsul Masail
  • Khutbah
  • Sejarah
  • Video
  • Cerpen

© 2025 Rifaiyah.or.id