Pekalongan, Rifaiyah.or.id — Anggota Dewan Syuro Pimpinan Pusat Rifa’iyah, K. Imbuh Jumali, menegaskan pentingnya menjadikan peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW sebagai momentum untuk memperbaiki kualitas salat sekaligus menjaga jati diri warga Rifa’iyah melalui pengamalan ajaran Kitab Tarajumah. Pesan tersebut disampaikan dalam Mau’idhah Hasanah pada kegiatan Rajaban Jajarwayang, Selasa (6/1/2026) malam, di Masjid Baitul Mutaqin, Desa Jajarwayang, Kabupaten Pekalongan.
Menurut beliau, Isra’ Mi’raj bukan sekadar peristiwa sejarah, melainkan peringatan agung yang menegaskan kedudukan salat sebagai fondasi utama keimanan seorang muslim. Salat yang benar dan berkualitas, lanjutnya, hanya dapat terwujud apabila dilandasi pemahaman ilmu yang benar serta kesungguhan dalam mengamalkannya.
K. Imbuh Jumali juga memberikan penekanan khusus kepada warga Rifa’iyah agar tetap setia pada garis perjuangan Syaikhina KH. Ahmad Rifa’i. Kesetiaan tersebut, menurutnya, diwujudkan melalui pendalaman dan pengamalan ajaran Kitab Tarajumah secara konsisten, bukan sekadar dibaca atau dihafal, tetapi benar-benar diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kitab Tarajumah adalah pedoman hidup warga Rifa’iyah. Jangan sampai warga Rifa’iyah kehilangan jati diri dan meninggalkan syariat agama,” pesan beliau di hadapan jamaah.
Beliau mengingatkan, tantangan zaman yang semakin kompleks menuntut warga Rifa’iyah untuk memiliki keteguhan prinsip dan kejelasan arah dalam beragama. Tanpa pegangan ilmu yang benar, seorang muslim—termasuk warga Rifa’iyah—rentan tergerus arus zaman dan menjauh dari nilai-nilai syariat.
Kegiatan Rajaban Jajarwayang ini sekaligus menjadi pembuka rangkaian peringatan Isra’ Mi’raj 1447 H Rifa’iyah di wilayah Kabupaten Pekalongan. Acara diikuti ratusan jamaah, terdiri atas bapak-bapak Rifa’iyah dan pemuda Angkatan Muda Rifa’iyah (AMRI), yang sejak awal hingga akhir tampak khidmat mengikuti jalannya majelis.
Acara dimulai pukul 19.30 WIB dengan lantunan sholawat oleh grup rebana AMRI Jajarwayang, dilanjutkan qira’atul Qur’an dan sambutan-sambutan. Sinergi lintas generasi antara jamaah bapak-bapak dan pemuda AMRI menjadi penanda kuatnya ukhuwah dan semangat tholabul ‘ilmi di lingkungan Rifa’iyah.
Antusiasme jamaah yang bertahan hingga akhir acara mencerminkan besarnya kerinduan terhadap majelis ilmu yang tidak hanya menyejukkan, tetapi juga menguatkan kesadaran keagamaan dan identitas jam’iyah. Acara ditutup dengan doa oleh KH. Affan Dzul Fadhol, kemudian diakhiri lantunan sholawat.
Melalui Rajaban Jajarwayang ini, pesan Mau’idhah Hasanah yang disampaikan diharapkan mampu memperkuat kesadaran warga Rifa’iyah untuk terus merawat salat, menjaga jati diri jam’iyah, serta istiqamah dalam mengamalkan ajaran KH. Ahmad Rifa’i di tengah dinamika zaman.
Penulis: Yusril Mahendra
Editor: Yusril Mahendra
Sumber: Facebook Rifa’iyah Kesesi, Facebook Rifaiyah Kabpkl, YouTube PD Rifa’iyah Kabupaten Pekalongan


