Telah kita ketahui bahwa Allah Swt. memerintahkan umat Islam berpuasa di bulan Ramadan pada tahun ke-2 Hijriyah.
Tentunya perintah tersebut bermaksud dan bertujuan supaya umat Islam bertaqwa dengan melihat ayat turunnya perintah puasa Ramadan di Surat Al-Baqarah: 183.
Namun sudahkah kita (sebagai muslimin zaman now) benar-benar mengetahui esensi dari ayat tersebut, dikarenakan jarak turunnya perintah sampai sekarang itu sudah ribuan tahun.
Kalau kita mau pelan-pelan mencoba memperhatikan dan menelaah (muthalaah) lagi ayat turunnya puasa Ramadan…
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
…dari ayat tersebut bisa kita ambil pemahaman bahwa Allah Swt. benar-benar menghendaki supaya kita menjadi orang yang bertaqwa.
Namun bagaimanakah caranya menjadi orang yang bertaqwa?
- Beriman
Di ayat tersebut Allah Swt. menyeru kepada orang-orang yang beriman, (wahai orang-orang yang beriman…).
Lalu siapakah orang yang beriman itu, dan ciri-cirinya bagaimana?!
Dawuhe Mbah Rifa’i
Utawi artine iman iku angestoaken ing barang kang didatengaken dene Rasulullah.
“Adapun artinya iman itu mematuhi apa (perintah atau larangan) yang didatangkan oleh Rasulullah.”
Di Surat Al-Anfal: 2 disebutkan ciri-ciri orang beriman:
إِنَّمَا ٱلْمُؤْمِنُونَ ٱلَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ ٱللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ ءَايَٰتُهُۥ زَادَتْهُمْ إِيمَٰنًا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetar hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka bertambah (kuat) iman mereka dan kepada Tuhan mereka bertawakal.”
Maka dari itu bisa kita ketahui bahwa orang beriman adalah orang yang hatinya selalu terkoneksi dengan Allah Swt., sehingga ketika diberi perintah ia mematuhi dan mengerjakannya.
- Beramal Sholeh
Tentunya kalau sudah beriman dan mematuhi, maka dalam mengerjakan perintah-Nya…
(dalam hal ini salah satu perintah-Nya yaitu berpuasa: Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu..)
…harus dengan baik alias beramal sholeh.
Ciri-ciri orang yang beramal sholeh ada 4 dan bisa kita ketahui di lagu Alamate Anak Sholeh
“Nekan diindonesiakne”
Ciri-ciri orang sholeh ada empat:
- Santun ucapan dan perilakunya
- Memuliakan orang tua
- Mengasihi wong cilik (orang yang lemah), dan berbuat baik kepada sesama
- Mengamalkan ilmunya dengan penuh tanggung jawab
Orang beriman itu beramal sholeh (kerjanya pasti baik dan bagus) dengan penuh tanggung jawab supaya benar-benar disaksikan Allah Swt., para Rasulullah, dan mu’minin. Orang beriman mengharapkan perjumpaan dengan Allah Swt.
وَقُلِ ٱعْمَلُوا۟ فَسَيَرَى ٱللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُۥ وَٱلْمُؤْمِنُونَ ۖ وَسَتُرَدُّونَ إِلَىٰ عَٰلِمِ ٱلْغَيْبِ وَٱلشَّهَٰدَةِ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ
“Dan katakanlah, ‘Bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu juga Rasul-Nya dan orang-orang mukmin, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan’.” (At-Tawbah: 105)
مَن كَانَ يَرْجُوا۟ لِقَآءَ رَبِّهِۦ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَٰلِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِۦٓ أَحَدًۢا
“Barangsiapa yang mengharapkan perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah dia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah dia mempersekutukan sesuatu dengan Allah dalam beribadah kepada-Nya.” (Al-Kahfi: 110)
- Bertaqwa
(…agar kamu bertaqwa)
Maka kalau kita sudah melalui proses itu semua yakni beriman dan beramal sholeh, pastilah kita termasuk golongan orang-orang yang bertaqwa (المتقين), yaitu:
ٱلَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِٱلْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَمِمَّا رَزَقْنَٰهُمْ يُنفِقُونَ
“Mereka yang beriman kepada yang gaib, melaksanakan shalat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka”
وَٱلَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيْكَ وَمَآ أُنزِلَ مِن قَبْلِكَ وَبِٱلْءَاخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ
“dan mereka yang beriman kepada (Al-Qur’an) yang diturunkan kepadamu dan (kitab-kitab) yang diturunkan sebelum kamu, dan mereka yakin akan adanya kehidupan akhirat.”
Surat dan ayat berapa hayooo? (Sering ndewe waca looo donk tahlilan 🙂)
Kenapa Kita (Mu’min) diperintah berpuasa Ramadan?!
Ya supaya kita bertaqwa!!
Dan kenapa Allah Swt. menginginkan kita bertaqwa?!
Karena Allah Swt. sangat mencintai kita dan menginginkan kita berada di sisi-Nya.
Al-Hujurat (49:13)
إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ ٱللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
“Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti.”
Srinahan, 18 Ramadan 1447 H
Baca Juga: Mas’ad dan Mbah Mad: Ru’yah Hilal (NoBar Wulan) “Tanpa Inisial G Ya”
Penulis: Hikman Adli
Editor: Yusril Mahendra

