Rifa'iyah
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Nasional
  • Kolom
  • Nadhom
  • Tokoh
  • Bahtsul Masail
  • Khutbah
  • Sejarah
  • Video
  • Cerpen
  • Home
  • Berita
  • Nasional
  • Kolom
  • Nadhom
  • Tokoh
  • Bahtsul Masail
  • Khutbah
  • Sejarah
  • Video
  • Cerpen
No Result
View All Result
Rifa'iyah
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Nasional
  • Kolom
  • Nadhom
  • Tokoh
  • Bahtsul Masail
  • Khutbah
  • Sejarah
  • Video
  • Cerpen
Home Kolom

Kritik untuk Alim yang Haus Pujian

Pesan Tajam dari KH. Ahmad Rifa’i dalam Kitab Tafriqoh

Muhammad Nawa Syarif by Muhammad Nawa Syarif
February 21, 2026
in Kolom
0
Kritik untuk Alim yang Haus Pujian

Seorang alim menyampaikan nasihat di hadapan jamaah. (Pexels/Muhammad Adil)

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Dalam khazanah karya ulama Nusantara, nama KH. Ahmad Rifa’i dikenal sebagai sosok yang tegas dalam menegur penyimpangan moral dan spiritual. Melalui kitab Tafriqoh, beliau tidak hanya membahas persoalan hukum, tetapi juga mengupas penyakit hati yang kerap menjangkiti orang berilmu.

Pada halaman 271, beliau menuliskan syair yang begitu tajam:

“Gholib alim kepingin den alem
Yen den alem guyu mesem-mesem
Iku marang dunyo luweh banget kesem
Dirubung dene menungso luweh banget ayem.”

“Lamon den engetaken mongko nuli nesu
Iku alim lakune koyo asu
Cekak nadzore atine bisu
Lubo dunyo ibadahe kesusu.”

“Ora gelem alim yen kekumpulan menungso
Caturane kalah meneng ora wedi sikso
Sebab isin yen kungkulan karo menungso
Ilmune lan amale ora diroso.”

Alim yang Haus Pujian

Syair ini menggambarkan sosok alim yang gemar dipuji. Ketika dihormati dan dielu-elukan, ia tersenyum lebar. Hatinya merasa tenteram ketika dikerumuni manusia. Namun, ketenteraman itu bukan karena mencari ridha Allah, melainkan karena nikmatnya sanjungan dunia.

Tak Tahan Dikritik

Lebih tajam lagi, KH. Ahmad Rifa’i menggambarkan bagaimana sosok alim semacam ini akan marah ketika diingatkan. Ia tidak mampu menerima nasihat. Bahkan, perumpamaan yang digunakan sangat keras: lakunya seperti anjing.

Artinya, ia mengikuti hawa nafsunya, pendek pandangannya (cekak nadzore), dan hatinya menjadi bisu terhadap kebenaran. Ibadahnya tergesa-gesa, bukan karena khusyuk, melainkan karena sibuk mengejar citra.

Ilmu Tanpa Rasa

Syair bagian akhir menjelaskan sebab utama penyakit tersebut: ilmu dan amalnya tidak benar-benar dirasakan. Ia malu jika harus berkumpul dan berdiskusi dengan sesama, karena khawatir kekurangannya terbuka. Diamnya bukan karena takut siksa Allah, tetapi karena takut harga dirinya jatuh di hadapan manusia.

Inilah ironi yang sering terjadi: ilmu tinggi, tetapi hati belum terisi.

Refleksi untuk Kita

Teguran ini bukan hanya untuk para ulama atau tokoh agama, tetapi untuk siapa saja yang merasa memiliki kelebihan ilmu. Apakah kita senang ketika dipuji? Apakah kita tersinggung ketika dikritik? Apakah ibadah kita benar-benar karena Allah, atau karena ingin dipandang baik?

Pesan dalam Tafriqoh ini menjadi cermin agar ilmu melahirkan tawadhu’, bukan kesombongan. Sebab, hakikat alim bukanlah yang banyak dipuji manusia, melainkan yang hatinya tunduk kepada Allah dan lapang menerima nasihat.

Semoga kita dijauhkan dari ilmu yang tidak membuahkan rasa, dan amal yang hanya mengejar tepuk tangan dunia.

Baca Juga: Merasa Paling Alim dan Benar


Penulis: Muhammad Nawa Syarif
Editor: Yusril Mahendra

Tags: introspeksi diriK.H. Ahmad Rifa’iKitab Tafriqohmuhasabahnasihat ulamaRefleksi Diri
Previous Post

Merasa Paling Alim dan Benar

Muhammad Nawa Syarif

Muhammad Nawa Syarif

Khadim di Ponpes Faidlul Qodir, Kepala MTs Rifa'iyah Wonokerto, Sekjend PP. AMRI, Pegiat literasi KH. Ahmad Rifa'i.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Gus Sakho, Gemilang Prestasi di Al-Azhar, Suluh Inspirasi Generasi Rifa’iyah

    Gus Sakho, Gemilang Prestasi di Al-Azhar, Suluh Inspirasi Generasi Rifa’iyah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sejarah Rifa’iyah dan Organisasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rukun Islam Satu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rifa’iyah Seragamkan Jadwal Ziarah Makam Masyayikh di Jalur Pantura

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kembali ke Rumah: Ayo Mondok di Pesantren Rifa’iyah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Rifa'iyah

Menjaga Tradisi, Menyongsong Masa Depan

Kategori

  • Bahtsul Masail
  • Berita
  • Cerpen
  • Keislaman
  • Khutbah
  • Kolom
  • Nadhom
  • Nasional
  • Sejarah
  • Tokoh
  • Video

Sejarah

  • Rifa’iyah
  • AMRI
  • UMRI
  • LFR
  • Baranusa

Informasi

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Visi Misi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

© 2025 Rifaiyah.or.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Nasional
  • Kolom
  • Nadhom
  • Tokoh
  • Bahtsul Masail
  • Khutbah
  • Sejarah
  • Video
  • Cerpen

© 2025 Rifaiyah.or.id