Rifa'iyah
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Nasional
  • Kolom
  • Nadhom
  • Tokoh
  • Bahtsul Masail
  • Khutbah
  • Sejarah
  • Video
  • Cerpen
  • Home
  • Berita
  • Nasional
  • Kolom
  • Nadhom
  • Tokoh
  • Bahtsul Masail
  • Khutbah
  • Sejarah
  • Video
  • Cerpen
No Result
View All Result
Rifa'iyah
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Nasional
  • Kolom
  • Nadhom
  • Tokoh
  • Bahtsul Masail
  • Khutbah
  • Sejarah
  • Video
  • Cerpen
Home Kolom

Musibah Hati yang Lalai

Muhammad Nawa Syarif by Muhammad Nawa Syarif
January 13, 2026
in Kolom
0
Musibah Hati yang Lalai

Cahaya bulan purnama menembus sunyi malam, menghadirkan suasana hening yang selaras dengan renungan tentang hati dan kelalaian. (Unsplash/vixenly)

0
SHARES
23
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Saat kawanan jangkrik bersaut-saut mesra, seakan saling menyahut dalam bahasa yang hanya mereka pahami, dan bulan dengan ikhlas menampakkan keindahannya, suasana di luar rumah telah benar-benar sepi. Tidak ada hiruk-pikuk, tidak ada suara selain desir angin dan detak waktu. Di saat seperti itulah, hati sering kali lebih jujur untuk diajak bicara.

Malam itu aku kembali merenungi sebuah nadzam As‘ad, gubahan KH. Ahmad Rifa’i. Nadzam yang sederhana, namun menghunjam dalam maknanya:

وَالغَفْلَةُ أَشَدُّ الْبَلَاءِ عَلَيْهِمْ

Utawi wong kang lali ing Allah Pangeran,
Iku luwih banget gedhene bilahi katekanan,
Atas wong iku kabeh lali ning kebatinan.

Aku terdiam cukup lama setelah membacanya. Bukan karena tidak paham, justru karena terlalu paham. Betapa sering kita mengira musibah itu hanya soal kehilangan harta, sakit badan, atau urusan dunia yang berantakan. Padahal, menurut para ulama, kelalaian hati dari Allah justru musibah yang jauh lebih berat, meski tak selalu terasa sakit.

Orang yang lalai mungkin tetap bisa tertawa, tetap tampak baik-baik saja, bahkan terlihat sukses di mata manusia. Namun kebatinannya kosong. Ia berjalan tanpa arah ruhani, hidup tanpa rasa diawasi, dan beribadah tanpa kehadiran hati. Inilah bilahi yang halus, tak kasat mata, tetapi dampaknya panjang dan dalam.

Di bawah cahaya bulan itu, aku menyadari bahwa kelalaian sering datang pelan-pelan. Dimulai dari menunda zikir, meremehkan niat, lalu terbiasa menjalani hari tanpa menghadirkan Allah dalam hati. Hingga akhirnya, hati menjadi asing dengan Tuhannya sendiri.

Malam yang sunyi mengajarkan satu hal: tidak semua musibah itu ribut, dan tidak semua peringatan itu datang dengan suara keras. Ada yang datang lewat sepi, lewat nadzam, dan lewat getaran kecil di dalam hati—asal kita mau berhenti sejenak dan merenung.

Semoga Allah menjaga kita dari bilahi yang paling berat: hati yang lalai, meski jasad masih bernapas dan langkah masih berjalan.

Baca Juga: Bahaya Pergaulan yang Merusak Agama


Penulis: Muhammad Nawa Syarif
Editor: Yusril Mahendra

Tags: imanintrospeksi diriKH. Ahmad Rifaimuhasabahpenyakit hatiTasawufujian iman
Previous Post

Penjelasan Kitab Ri’ayah al-Himmah 22: Iman kepada Takdir (Bagian 2)

Next Post

Alim? Kok gitu?

Muhammad Nawa Syarif

Muhammad Nawa Syarif

Khadim di Ponpes Faidlul Qodir, Kepala MTs Rifa'iyah Wonokerto, Sekjend PP. AMRI, Pegiat literasi KH. Ahmad Rifa'i.

Next Post
Alim? Kok gitu?

Alim? Kok gitu?

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Gus Sakho, Gemilang Prestasi di Al-Azhar, Suluh Inspirasi Generasi Rifa’iyah

    Gus Sakho, Gemilang Prestasi di Al-Azhar, Suluh Inspirasi Generasi Rifa’iyah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sejarah Rifa’iyah dan Organisasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rukun Islam Satu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rifa’iyah Seragamkan Jadwal Ziarah Makam Masyayikh di Jalur Pantura

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kembali ke Rumah: Ayo Mondok di Pesantren Rifa’iyah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Rifa'iyah

Menjaga Tradisi, Menyongsong Masa Depan

Kategori

  • Bahtsul Masail
  • Berita
  • Cerpen
  • Keislaman
  • Khutbah
  • Kolom
  • Nadhom
  • Nasional
  • Sejarah
  • Tokoh
  • Video

Sejarah

  • Rifa’iyah
  • AMRI
  • UMRI
  • LFR
  • Baranusa

Informasi

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Visi Misi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

© 2025 Rifaiyah.or.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Nasional
  • Kolom
  • Nadhom
  • Tokoh
  • Bahtsul Masail
  • Khutbah
  • Sejarah
  • Video
  • Cerpen

© 2025 Rifaiyah.or.id