Jakarta Pusat — Pengurus Daerah (PD) Rifa’iyah Jakarta Pusat kembali menggelar Pengajian Bulanan pada Jumat malam Sabtu, 26 Desember 2025, bertempat di Masjid Baiturrahman, Jl. Kabel Pendek, Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat. Kegiatan yang dimulai pukul 19.30 WIB ini diikuti oleh jamaah dengan penuh khidmat dan antusias.
Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Dr. Ahmad Rifa’i, M.Pd.I. menyampaikan kajian dari kitab Minhajul ‘Abidin, dengan penekanan pada penguatan akidah dan pemahaman keimanan, khususnya terkait peristiwa besar Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad ﷺ. Pengajian ini juga disiarkan secara langsung melalui akun Facebook Rifa’iyah Jakpus, sehingga dapat diikuti oleh jamaah yang tidak hadir secara langsung.
Ustadz Ahmad Rifa’i menjelaskan bahwa terdapat pendapat sebagian ulama yang memahami Isra’ Mi’raj sebagai perjalanan spiritual semata. Namun, menurut pendapat yang lebih sahih (qaul shahih), Rasulullah ﷺ mengalami Isra’ Mi’raj secara utuh, baik jiwa maupun raga, bukan hanya ruh semata. Pemahaman ini menegaskan kemahakuasaan Allah SWT dalam memberikan mukjizat kepada Rasul-Nya.
Dalam penjelasannya, beliau juga mengulas tentang Buraq, tunggangan yang digunakan Nabi ﷺ dalam perjalanan Isra’ Mi’raj. Buraq digambarkan sebagai makhluk yang mampu bergerak sejauh pandangan mata. Ustadz Ahmad Rifa’i menegaskan bahwa penggambaran Buraq sebagai sosok wanita cantik tidak memiliki dasar yang kuat. Dalam hadis disebutkan bahwa wajah Buraq menyerupai manusia, tanpa penjelasan mengenai jenis kelaminnya. Oleh karena itu, penggambaran semacam ini sebaiknya dihindari agar tidak menimbulkan kesan keliru, seolah-olah Nabi ﷺ menunggangi sosok wanita.
Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa peristiwa Isra’ Mi’raj merupakan dimensi keimanan yang harus diyakini oleh seorang Muslim. Mukjizat tidak diukur dengan logika manusia semata, karena hakikat mukjizat justru berada di luar kebiasaan dan kemampuan manusia biasa.
“Hal-hal seperti ini adalah wilayah iman. Tidak perlu dibayangkan dengan ukuran logis manusia. Kalau logis, namanya bukan mukjizat. Mukjizat itu memang di luar kebiasaan,” tutur beliau di hadapan jamaah.
Pengajian Bulanan ini diharapkan dapat terus menjadi sarana penguatan akidah, penambahan wawasan keislaman, serta mempererat ukhuwah di kalangan warga Rifa’iyah, khususnya di wilayah Jakarta Pusat.
Penulis: Yusril Mahendra
Editor: Yusril Mahendra


