Batang – Pimpinan Pusat Rifa’iyah melalui Lembaga Falakiyah Rifa’iyah mengeluarkan ikhbar atau pemberitahuan resmi terkait akan terjadinya fenomena gerhana bulan total yang diperkirakan berlangsung pada Selasa malam, 3 Maret 2026. Sehubungan dengan fenomena tersebut, umat Islam dihimbau untuk melaksanakan Sholat Gerhana Bulan sebagai bentuk ibadah sekaligus pengingat akan kebesaran Allah SWT.
Dalam surat bernomor 39/LF.R/II/2026 yang diterbitkan di Batang pada 28 Februari 2026, disebutkan bahwa berdasarkan hasil perhitungan hisab, gerhana bulan total diperkirakan terjadi pada malam Rabu, bertepatan dengan 14 Ramadhan 1447 Hijriyah.
Adapun rincian waktu terjadinya gerhana bulan tersebut adalah sebagai berikut:
Awal gerhana: 16:43:14 WIB
Awal total: 17:31:02 WIB
Puncak gerhana: 18:42:14 WIB
Akhir total: 19:53:26 WIB
Akhir gerhana: 20:41:14 WIB
Perhitungan ini didasarkan pada metode kitab al-Yawāqit fī Ilmi al-Mawāqit dengan markaz observasi di Batang, Jawa Tengah. Dengan posisi geografis sekitar 6°54’33.83″ Lintang Selatan dan 109°43’08.02″ Bujur Timur, fenomena gerhana diperkirakan dapat diamati sejak matahari terbenam hingga sekitar pukul 20.41 WIB.
Berdasarkan hasil perhitungan tersebut, Lembaga Falakiyah Rifa’iyah menghimbau kepada seluruh pengurus dan warga Rifa’iyah di berbagai daerah untuk melaksanakan Sholat Gerhana Bulan sebagai salah satu sunnah yang dianjurkan dalam syariat Islam ketika terjadi gerhana.
Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa pelaksanaan Sholat Gerhana Bulan dapat dilakukan setelah shalat Maghrib atau setelah shalat Tarawih berjamaah. Sholat ini dilaksanakan sebanyak dua rakaat dengan tata cara khusus sebagaimana yang diajarkan dalam sunnah Rasulullah SAW.
Selain melaksanakan Sholat Gerhana Bulan, umat Islam juga dianjurkan untuk memperbanyak dzikir, doa, sedekah, serta berbagai bentuk amal kebaikan lainnya. Fenomena gerhana bukan sekadar peristiwa astronomi, melainkan juga momentum spiritual bagi umat Islam untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Baca Juga : Pimpinan Pusat Rifa’iyah Luncurkan Program Ngaji Online Bahas Ilmu Fara’idh
Gerhana bulan dalam perspektif Islam sering dipandang sebagai tanda kebesaran Allah yang mengingatkan manusia akan kekuasaan-Nya. Oleh karena itu, Rasulullah SAW mencontohkan agar umat Islam mengisi waktu terjadinya gerhana dengan ibadah, doa, dan istighfar.
Pimpinan Pusat Rifa’iyah berharap agar himbauan ini dapat menjadi perhatian seluruh pengurus di tingkat wilayah, daerah, cabang, hingga ranting untuk mengajak masyarakat melaksanakan Sholat Gerhana Bulan secara berjamaah di masjid atau mushala setempat.
Momentum gerhana bulan yang bertepatan dengan bulan Ramadhan juga diharapkan dapat menambah semangat ibadah umat Islam. Dengan melaksanakan Sholat Gerhana Bulan, umat Islam tidak hanya menyaksikan fenomena alam yang langka, tetapi juga menjadikannya sebagai sarana meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
Di akhir surat himbauan tersebut, Pimpinan Pusat Lembaga Falakiyah Rifa’iyah menyampaikan harapan agar umat Islam memanfaatkan momentum ini untuk memperbanyak amal ibadah dan memperkuat ukhuwah di tengah masyarakat.
Dengan demikian, fenomena gerhana bulan yang terjadi pada 3 Maret 2026 tidak hanya menjadi peristiwa astronomi semata, tetapi juga menjadi pengingat bagi umat Islam untuk kembali merenungkan kebesaran Allah SWT melalui pelaksanaan Sholat Gerhana Bulan dan berbagai amal kebaikan lainnya.
Penulis: Sofarul Wildan Akhmad
Editor: Ahmad Zahid Ali

