PEKALONGAN, Rifaiyah.or.id – Bulan Ramadhan selalu menghadirkan suasana khas di lingkungan warga Rifa’iyah. Salah satu tradisi yang terus hidup dan menginspirasi tampak di Masjid Al Mustaqim Bojongminggir, Pekalongan. Setiap malam setelah sholat tarawih, masjid ini dipenuhi suara lantunan ayat suci dalam kegiatan darusan yang telah menjadi agenda rutin tahunan.
Kegiatan darusan ini diikuti oleh berbagai kalangan, mulai dari anak-anak putra dan putri, remaja, hingga ibu-ibu muda. Tahun ini tercatat sebanyak 35 anak putri dan 25 anak putra turut ambil bagian, menunjukkan tingginya antusiasme generasi muda dalam menghidupkan Ramadhan dengan kegiatan keilmuan dan ibadah.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan membaca Al-Qur’an secara bersama-sama. Setelah itu, peserta membaca secara individu satu per satu, sementara yang lain menyimak dengan penuh perhatian. Metode ini tidak hanya melatih kelancaran membaca, tetapi juga membangun budaya saling menyimak dan memperbaiki bacaan.
Usai darusan Al-Qur’an, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan kitab tarajumah (kitab ireng) karya Syaikhina KH. Ahmad Rifa’i. Untuk anak-anak, kitab yang dibaca adalah Ri’ayah al-Himmah Awal dan Akhir, sedangkan untuk orang tua menggunakan kitab Sepuluh Bismillah. Pola ini menjadi ciri khas pembelajaran di lingkungan Rifa’iyah yang menggabungkan penguatan Al-Qur’an dan literasi kitab tarajumah.
Kegiatan putri dibimbing oleh Imroatun Hasanah dengan dukungan para kakak dari HIMMAH yang setia mendampingi setiap malam. Sementara itu, pembinaan AMRI Generation berada di bawah arahan Bapak Abdul Munif. Adapun untuk ibu-ibu, kegiatan berlangsung tanpa pembimbing khusus karena telah menjadi budaya yang mengakar kuat di tengah masyarakat.
Menurut panitia, darusan setelah tarawih ini bukan sekadar rutinitas, tetapi juga sarana pembentukan karakter. Banyak anak terlihat sangat antusias mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir Ramadhan. Semangat mereka menjadi harapan besar bagi keberlanjutan tradisi keilmuan Rifa’iyah di masa mendatang.
Dengan konsistensi pelaksanaan setiap malam selama bulan suci, Masjid Al Mustaqim Bojongminggir kembali menegaskan perannya sebagai pusat pembinaan Al-Qur’an dan kitab tarajumah di tengah masyarakat. Tradisi darusan ini pun menjadi bukti bahwa warisan keilmuan Rifa’iyah terus hidup melalui generasi penerus yang penuh semangat.
Baca Juga: Ngaji Selapan PP Rifa’iyah: Tajwid dan Sifat Huruf Kunci Lurusnya Bacaan Al-Qur’an
Penulis: Yusril Mahendra
Narasumber: Imroatun Hasanah
Editor: Yusril Mahendra






