Batang — Pimpinan Pusat Ummahatur Rifa’iyah (UMRI) menggelar Silaturahmi Nasional (Silatnas) dan Halal Bihalal pada Ahad, 12 April 2026, di Aula Gedung PP Rifa’iyah, Batang. Kegiatan ini mengusung tema Penguatan Kompetensi Manajemen Organisasi dan Sosialisasi Kurikulum Madrasah Diniah Rifa’iyah.
Acara ini menjadi momentum penting bagi konsolidasi organisasi sekaligus langkah strategis dalam standarisasi pendidikan Rifa’iyah di tingkat nasional.
Poin Penting Rangkaian Acara
Kegiatan berlangsung dengan susunan acara yang padat namun terarah, meliputi:
- Sambutan Ketua Umum PP Ummahatur Rifa’iyah
- Penggalangan infak pembangunan Gedung PP Rifa’iyah
- Pembinaan dan halal bihalal oleh Ketua Umum PP Rifa’iyah
- Pengesahan dan penandatanganan standar kurikulum nasional
- Sosialisasi dan bimbingan teknis implementasi kurikulum
- Pembekalan kepemimpinan dan manajemen organisasi
- Pengumuman penilaian laporan kegiatan PW dan PD
Fokus utama kegiatan terletak pada peluncuran dan implementasi kurikulum Madrasah Diniah Rifa’iyah yang diharapkan menjadi acuan bersama secara nasional.
Penegasan Ketua Umum PP UMRI: Kurikulum sebagai Pemersatu
Ketua Umum PP Ummahatur Rifa’iyah, Ibu Nyai Evi Husniatul Khalisah, menegaskan bahwa peluncuran kurikulum ini merupakan langkah penting dalam menyatukan sistem pendidikan di lingkungan Rifa’iyah.

Beliau menyampaikan bahwa selama ini pelaksanaan pembelajaran di berbagai daerah masih belum seragam. Dengan adanya kurikulum nasional, diharapkan:
- Proses pembelajaran menjadi lebih terstruktur
- Standar capaian santri dapat disamakan
- Ajaran KH. Ahmad Rifa’i dapat diajarkan secara lebih sistematis
Selain itu, beliau juga menekankan pentingnya dukungan seluruh jajaran organisasi, termasuk dalam program pendanaan seperti distribusi kalender sebagai penopang kegiatan organisasi.
Arahan Ketua Umum PP Rifa’iyah: Kurikulum sebagai Kunci Kebangkitan
Dalam sesi pembinaan, Ketua Umum PP Rifa’iyah, KH. Mukhlisin Muzarie, menyoroti bahwa Silatnas bukan sekadar ajang silaturahmi, melainkan forum strategis yang melahirkan keputusan penting bagi masa depan Rifa’iyah.

Beliau menekankan beberapa poin krusial:
- Kurikulum menjadi bagian dari “kebangkitan ketiga” Rifa’iyah, setelah fase legalitas organisasi dan penguatan kelembagaan
- Pendidikan adalah jalur utama dalam membangun jaringan dan kaderisasi
- Standarisasi kurikulum diperlukan agar ajaran Rifa’iyah dapat dipahami lintas daerah, termasuk di luar Jawa
Beliau juga menegaskan bahwa peran ibu sebagai madrasatul ula menjadikan TPQ dan Madrasah Diniah sebagai fondasi utama dalam membentuk generasi Rifa’iyah.
Standarisasi Kurikulum untuk Generasi Rifa’iyah
Peluncuran kurikulum Madrasah Diniah Rifa’iyah menjadi titik penting dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan. Kurikulum ini mencakup:
- Penjenjangan pembelajaran dari usia dini hingga remaja
- Materi dasar: ushuluddin, fikih, dan tasawuf
- Standar capaian pembelajaran yang seragam

Dengan adanya kurikulum ini, ke depan diharapkan dapat dilaksanakan program nasional seperti lomba madrasah dan evaluasi berbasis standar yang sama di seluruh Indonesia.
Pembekalan Sekretaris Jenderal PP UMRI: Penguatan Manajemen dan Kepemimpinan
Pada sesi pembekalan, Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat Ummahatur Rifa’iyah menekankan pentingnya penguatan manajemen organisasi yang profesional dan terarah di semua tingkatan kepengurusan.
Dalam arahannya, disampaikan bahwa keberhasilan program organisasi tidak hanya bergantung pada perencanaan, tetapi juga pada:
- Kedisiplinan dalam menjalankan program kerja
- Koordinasi yang solid antar jenjang kepengurusan
- Kepemimpinan yang mampu menjadi teladan dan penggerak
Selain itu, para pengurus diharapkan terus meningkatkan kapasitas diri, baik dalam aspek administrasi, komunikasi, maupun pengelolaan kegiatan, sehingga roda organisasi dapat berjalan lebih efektif, tertib, dan berkelanjutan.
Pembekalan ini menjadi penguat dari rangkaian kegiatan Silatnas, khususnya dalam membangun sinergi antara program pendidikan dan tata kelola organisasi yang baik di lingkungan Ummahatur Rifa’iyah.
Penutup
Silatnas UMRI 2026 tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum strategis dalam memperkuat organisasi dan membangun sistem pendidikan yang terstandar. Peluncuran kurikulum Madrasah Diniah Rifa’iyah menjadi langkah nyata menuju kesatuan arah pendidikan dan kaderisasi generasi Rifa’iyah di tingkat nasional.
Baca Juga: Peneguhan Arah Strategis Pendidikan Rifa’iyah melalui Peluncuran Kurikulum Diniah dan TPQ
Penulis: Yusril Mahendra
Editor: Yusril Mahendra


