Rifa'iyah
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Nasional
  • Kolom
  • Nadhom
  • Tokoh
  • Bahtsul Masail
  • Khutbah
  • Sejarah
  • Video
  • Cerpen
  • Home
  • Berita
  • Nasional
  • Kolom
  • Nadhom
  • Tokoh
  • Bahtsul Masail
  • Khutbah
  • Sejarah
  • Video
  • Cerpen
No Result
View All Result
Rifa'iyah
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Nasional
  • Kolom
  • Nadhom
  • Tokoh
  • Bahtsul Masail
  • Khutbah
  • Sejarah
  • Video
  • Cerpen
Home Kolom

Sya’ban Dua Hijriyah: Peristiwa Dua Kiblat dan Perintah Puasa Ramadhan

Tim Redaksi by Tim Redaksi
February 16, 2026
in Kolom
0
Sya’ban Dua Hijriyah: Peristiwa Dua Kiblat dan Perintah Puasa Ramadhan
0
SHARES
25
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Peristiwa Dua Kiblat

Bulan Sya’ban Tahun ke-2 Hijriyah merupakan momentum yang sangat penting untuk diketahui oleh kaum muslimin zaman now, agar dapat memetik hikmah.

Di bulan tersebut terjawablah doa Rasulullah SAW setelah terusir dari tanah kelahirannya (Mekah), sehingga beliau bersama para sahabat berhijrah ke Madinah (Yatsrib).

Sesampainya di Madinah, Rasulullah SAW shalat menghadap Baitul Maqdis bersama para sahabat. Namun di dalam hati beliau terpaut rindu pada tanah air, sehingga beliau berdoa agar dapat shalat menghadap kampung halaman, yaitu Masjidil Haram.

Setelah belasan purnama, Allah SWT finally mengabulkan doa Sang Kekasih melalui ayat-Nya dalam Surah Al-Baqarah ayat 144:

“Sungguh, Kami (sering) melihat wajahmu (Muhammad) menengadah ke langit, maka akan Kami palingkan engkau ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah wajahmu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang yang diberi Al-Kitab (Yahudi dan Nasrani) benar-benar mengetahui bahwa (perubahan kiblat) itu adalah kebenaran dari Tuhan mereka. Dan Allah tidak lengah terhadap apa yang mereka kerjakan.”

Sahabat Al-Barra’ RA menceritakan detail peristiwa ini dalam riwayat hadis:
“Dari Al-Barra’, bahwa Nabi SAW ketika pertama kali tiba di Madinah, beliau singgah kepada nenek moyangnya atau paman-pamannya dari Anshar.

Dan beliau melakukan shalat menghadap ke Baitul Maqdis selama enam belas atau tujuh belas bulan.
Baitul Maqdis dijadikan kiblat sebelum Ka’bah, hal itu membuat beliau takjub. Shalat pertama yang beliau lakukan adalah shalat Ashar, dilakukan bersama kaumnya.

Salah seorang yang shalat bersama beliau keluar dari masjid menemui para jamaah masjid yang sedang dalam posisi rukuk seraya berkata: ‘Saya bersaksi dengan nama Allah, saya telah shalat bersama Rasulullah SAW menghadap ke Mekah,’ maka mereka pun memutar arah menghadap Ka’bah.

Dalam riwayat lain, saya mendengar Al-Barra’ RA berkata: ‘Kami shalat bersama Nabi SAW menghadap Baitul Maqdis selama enam belas atau tujuh belas bulan, kemudian berubah arah menghadap kiblat.’”

Hikmah

Dengan memahami ayat dan hadis tersebut, dapat diketahui the purpose Rasulullah SAW dan para sahabat shalat menghadap Baitul Maqdis, kemudian berpindah ke Masjidil Haram, yaitu agar disaksikan oleh ahli kitab (Yahudi dan Nasrani).

Allah SWT hendak menguji keimanan kaum muslimin dan orang-orang ahli kitab, serta membuktikan siapa yang benar-benar mau mengikuti Rasulullah SAW.

Peristiwa ini menjadi sebab terfitnahnya sebagian kaum muslimin yang masih lemah imannya; mereka murtad dan kembali kepada agama semula.

Orang-orang ahli kitab melancarkan kecaman keras terhadap Islam akibat perpindahan arah kiblat ini. Mereka tidak menyadari bahwa milik Allah-lah timur dan barat. Dialah yang memberi petunjuk kepada siapa pun yang dikehendaki-Nya ke jalan yang lurus.

Peristiwa ini terjadi di Masjid Bani Salamah yang sekarang dikenal dengan Masjid Qiblatain.

Referensi

  • Al-Arba‘un Al-Maqdisiyyah
  • Moraweh Mosa Naser Nassar
  • Nurul Yaqin fii Siiroh Sayyid Al-Mursaliin, Muhammad Khudlori

Srinahan, 15 Februari 2026

Baca Juga: Syahidah Pertama Tanpa Pembela


Penulis: Hikman Adli
Editor: Yusril Mahendra

Tags: baitul maqdisdua kiblatmasjidil haramsejarah islamsirah nabawiyah
Previous Post

Pelita di Tengah Kelam: Kisah Inspiratif Kiai Idris Ibn Ilham

Tim Redaksi

Tim Redaksi

  • Gus Sakho, Gemilang Prestasi di Al-Azhar, Suluh Inspirasi Generasi Rifa’iyah

    Gus Sakho, Gemilang Prestasi di Al-Azhar, Suluh Inspirasi Generasi Rifa’iyah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sejarah Rifa’iyah dan Organisasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rukun Islam Satu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rifa’iyah Seragamkan Jadwal Ziarah Makam Masyayikh di Jalur Pantura

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kembali ke Rumah: Ayo Mondok di Pesantren Rifa’iyah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Rifa'iyah

Menjaga Tradisi, Menyongsong Masa Depan

Kategori

  • Bahtsul Masail
  • Berita
  • Cerpen
  • Keislaman
  • Khutbah
  • Kolom
  • Nadhom
  • Nasional
  • Sejarah
  • Tokoh
  • Video

Sejarah

  • Rifa’iyah
  • AMRI
  • UMRI
  • LFR
  • Baranusa

Informasi

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Visi Misi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

© 2025 Rifaiyah.or.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Nasional
  • Kolom
  • Nadhom
  • Tokoh
  • Bahtsul Masail
  • Khutbah
  • Sejarah
  • Video
  • Cerpen

© 2025 Rifaiyah.or.id