Rifaiyah.or.id – K.H. Ahmad Rifa’i (1786–1870), atau yang dalam berbagai catatan sejarah dan nasab bernama lengkap K.H. Ahmad Rifa’i Ibn Muhammad, adalah sosok ulama besar sekaligus Pahlawan Nasional asal Kalisalak, Batang, Jawa Tengah. Beliau mendedikasikan hidupnya untuk membimbing dan mencerdaskan masyarakat pedesaan melalui jalur dakwah serta karya tulis. Agar ajaran Islam dapat dipahami secara mendalam oleh masyarakat luas yang belum menguasai bahasa Arab, K.H. Ahmad Rifa’i menyusun karya-karya keagamaan menggunakan bahasa Jawa beraksara Arab Pegon. Kumpulan karya beliau ini dikenal luas dengan sebutan Kitab Tarajumah.
Artikel resmi ini diterbitkan agar karya-karya K.H. Ahmad Rifa’i dapat dikenal secara luas oleh seluruh kalangan—mulai dari generasi muda, santri pondok pesantren, masyarakat umum, hingga para peneliti. Di samping itu, tulisan ini hadir untuk menjawab dan meluruskan ketidaktepatan yang beberapa kali terjadi di ruang publik dalam menyebutkan nama kitab maupun memahami isi dan kandungannya.
Pencatatan karya ini berpijak langsung pada dokumen hukum yang berkekuatan tetap, yaitu Salinan Resmi Akta Notaris Nomor 15 tertanggal 30 April 2018 tentang Penyerahan Aset Hak Kekayaan Intelektual atas nama K.H. Ahmad Rifa’ie di hadapan Notaris Ahmad Fatkhur, S.H., M.Kn. di Kabupaten Batang. Melalui akta tersebut, perwakilan resmi ahli waris menyerahkan hak cipta seluruh karya K.H. Ahmad Rifa’i Ibn Muhammad kepada Pimpinan Pusat (PP) Rifa’iyah sebagai wakaf dan amal jariyah bagi kemaslahatan umat.
Dua Bentuk Penulisan dalam Kitab Tarajumah
Dalam menyusun kitab-kitabnya, K.H. Ahmad Rifa’i menggunakan dua bentuk penulisan utama:
- Nazam: Tulisan yang digubah dalam bentuk bait-bait syair atau tembang yang berirama. Bentuk nazam ini bertujuan agar materi ajaran agama terasa luwes dilantunkan, mudah dihafalkan, dan lekat dalam ingatan santri maupun masyarakat.
- Nasar: Tulisan yang disusun dalam bentuk uraian prosa bebas tanpa ikatan matra syair.
Ketebalan kitab zaman dahulu lazim diukur menggunakan satuan kuras, yaitu satu bundelan lembaran kertas naskah lipat yang rata-rata terdiri atas 20 halaman tulisan tangan.
Daftar Lengkap 65 Kitab dan Naskah Karya K.H. Ahmad Rifa’i
Berikut adalah rincian 65 naskah karya K.H. Ahmad Rifa’i berdasarkan urutan pencatatan resmi:
- Ma’lumat (Surat Undang-Undang Bawara)
- Bentuk: Nasar
- Ketebalan: 20 halaman (178 baris)
- Waktu penulisan: 1254 H / 1837 M
- Penjelasan: Berisi fatwa resmi dan pedoman yang ditujukan kepada para murid mengenai pentingnya mempelajari serta mengamalkan Kitab Tarajumah.
- Nasihatul Awam
- Bentuk: Nasar
- Ketebalan: Risalah ringkas
- Waktu penulisan: 1254 H / 1837 M
- Penjelasan: Menguraikan nasihat seputar kewajiban amar makruf nahi mungkar (mengajak kebaikan dan mencegah kemungkaran).
- Syarihul Iman
- Bentuk: Nasar
- Ketebalan: 16 kuras (330 halaman)
- Waktu penulisan: 1255 H / 1838 M
- Penjelasan: Penjelasan mengenai iman, Islam, dan Ihsan .
- Taisir
- Bentuk: Nasar
- Ketebalan: Kitab saku kecil
- Waktu penulisan: 1256 H / 1838 M
- Penjelasan: Membahas ketentuan pelaksanaan salat Jumat menurut mazhab Imam Syafi’i, baik berdasarkan qaul qadim maupun qaul mu’tamad.
- Inayah
- Bentuk: Nazam
- Waktu penulisan: 1256 H / 1839 M
- Penjelasan: Menjelaskan konsep khalifah, khususnya syarat pemimpin yang alim dan adil sebagai panutan umat.
- Bayan
- Bentuk: Nazam
- Ketebalan: 19 kuras (176 halaman; tersimpan 2 jilid di Indonesia dan 4 jilid di Universitas Leiden, Belanda)
- Waktu penulisan: 1256 H / 1839 M
- Penjelasan: Membahas pendidikan dan dakwah Islamiah, serta penegakan amar makruf nahi mungkar.
- Targhib
- Bentuk: Nazam
- Waktu penulisan: 1257 H / 1840 M
- Penjelasan: Bimbingan akidah mengenai cara mengenal (makrifat) Allah SWT dengan jalan yang lurus dan benar.
- Thariqat (Besar)
- Bentuk: Nazam
- Waktu penulisan: 1257 H / 1840 M
- Penjelasan: Membahas jalan rohani dan metode tasawuf amaliah untuk mendekatkan diri serta meraih rida Allah SWT.
- Thariqat (Sedang)
- Bentuk: Nasar
- Waktu penulisan: 1257 H / 1840 M
- Penjelasan: Risalah pedoman hidup kebajikan untuk menempuh keselamatan di dunia dan akhirat.
- Athlab
- Bentuk: Nazam
- Ketebalan: 1 kuras (20 halaman)
- Waktu penulisan: 1259 H / 1842 M
- Penjelasan: Menegaskan hukum kewajiban personal (fardu ain) dalam menuntut ilmu agama bagi setiap orang Islam.
- Husnul Mathalib
- Bentuk: Nazam
- Ketebalan: 12 kuras (136 halaman, 2.458 baris)
- Waktu penulisan: 1259 H / 1842 M
- Penjelasan: Membahas ilmu usul, fikih, dan tasawuf.
- Thullab
- Bentuk: Nazam
- Waktu penulisan: 1259 H / 1842 M
- Penjelasan: Membahas kiblat salat di wilayah Tanah Jawa.
- Absyar
- Bentuk: Nazam
- Ketebalan: 20 halaman
- Waktu penulisan: 1259 H / 1842 M
- Penjelasan: Petunjuk praktis penentuan arah kiblat salat di Tanah Jawa.
- Tafriqah
- Bentuk: Nazam
- Ketebalan: 30 kuras (596 halaman)
- Waktu penulisan: 1260 H / 1843 M
- Penjelasan: Menjelaskan kewajiban seorang mukalaf, baik hubungan vertikal kepada Allah maupun tanggung jawab sosial kepada sesama manusia.
- Asnal Miqashad
- Bentuk: Nazam
- Ketebalan: 2 jilid besar (30 kuras, 596 halaman)
- Waktu penulisan: 1261 H / 1845 M
- Penjelasan: Menjelaskan ilmu ushul (akidah), fikih, dan tasawuf.
- Tafshilah
- Bentuk: Nazam
- Waktu penulisan: 1261 H / 1845 M
- Penjelasan: Menguraikan perincian iman, Islam, serta ibadah.
- Imdad
- Bentuk: Nazam
- Ketebalan: 22 halaman
- Waktu penulisan: 1261 H / 1845 M
- Penjelasan: Kitab akhlak yang membedah bahaya penyakit hati sombong (takabur) beserta kerugian yang ditimbulkannya.
- Irsyad
- Bentuk: Nazam
- Waktu penulisan: 1261 H / 1845 M
- Penjelasan: Membahas tentang makrifat kepada Allah.
- Irfaq
- Bentuk: Nazam
- Ketebalan: 1 kuras (19 halaman)
- Waktu penulisan: 1261 H / 1845 M
- Penjelasan: Ringkasan akidah Islamiah mengenai pokok-pokok iman dan Islam.
- Nazam Arja (Arja Syafa’at)
- Bentuk: Nazam
- Ketebalan: 5 kuras (96 halaman)
- Waktu penulisan: 1261 H / 1845 M
- Penjelasan: Mengisahkan peristiwa mukjizat agung Isra dan Mikraj Nabi Muhammad SAW.
- Jam’ul Masa’il Bagian 1
- Bentuk: Nazam
- Ketebalan: 19 kuras (376 halaman)
- Waktu penulisan: 1261 H / 1845 M
- Penjelasan: Membahas ilmu usul, fikih dan tasawuf.
- Jam’ul Masa’il Bagian 2
- Bentuk: Nasar
- Ketebalan: 7 kuras (136 halaman)
- Waktu penulisan: 1261 H / 1845 M
- Penjelasan: Membahas ilmu fikih dan tasawuf.
- Jam’ul Masa’il Bagian 3
- Bentuk: Nasar
- Ketebalan: 6 kuras (116 halaman)
- Waktu penulisan: 1261 H / 1845 M
- Penjelasan: Membahas bidang tasawuf.
- Qawaid
- Bentuk: Nazam
- Waktu penulisan: 1261 H / 1845 M
- Penjelasan: Membahas ilmu agama Islam.
- Tahsin
- Bentuk: Nazam
- Ketebalan: 22 halaman
- Waktu penulisan: 1260 H / 1844 M
- Penjelasan: Mengkaji ketentuan fikih puasa, khususnya aturan pembayaran fidyah.
- Shawali
- Bentuk: Nazam
- Ketebalan: 7 kuras (136 halaman)
- Waktu penulisan: 1262 H / 1846 M
- Penjelasan: Menjelaskan persaudaraan sesama Muslim (ukhuwah Islamiah).
- Miqshadi
- Bentuk: Nazam
- Waktu penulisan: 1262 H / 1846 M
- Penjelasan: Tuntunan melafalkan Surah Al-Fatihah.
- As’ad
- Bentuk: Nazam
- Waktu penulisan: 1262 H / 1846 M
- Penjelasan: Penegasan akidah ahlussunnah tentang keimanan dan jalan mengenal Allah SWT.
- Faiziyah
- Bentuk: Nazam
- Waktu penulisan: 1262 H / 1846 M
- Penjelasan: Penjelasan mengenai dosa-dosa besar (kaba’ir) dan dosa kecil agar diwaspadai oleh setiap mukalaf.
- Hasaniyah
- Bentuk: Nazam
- Waktu penulisan: 1262 H / 1846 M
- Penjelasan: Membahas kewajiban fardu mubadarah bagi seorang mukallaf.
- Fadhliyah
- Bentuk: Nazam
- Ketebalan: 2 ⅓ kuras (46 halaman)
- Waktu penulisan: 1263 H / 1846 M
- Penjelasan: Membahas tentang berzikir kepada Allah SWT.
- Tabyinul Ishlah
- Bentuk: Nazam
- Ketebalan: 11 kuras (216 halaman)
- Waktu penulisan: 1264 H / 1847 M
- Penjelasan: Kitab induk yang membahas hukum pernikahan (munakahat).
- Abyanal Hawaij
- Bentuk: Nazam
- Ketebalan: 6 jilid besar (82 kuras, 1.636 halaman, 35.992 baris)
- Waktu penulisan: 1265 H / 1848 M
- Penjelasan: Karya terbesar (magnum opus) K.H. Ahmad Rifa’i Ibn Muhammad yang memuat ensiklopedia ajaran Islam lengkap, mencakup ilmu ushul, fikih, serta tasawuf.
- Tasyrihatal Muhtaj
- Bentuk: Nazam
- Ketebalan: 1 jilid besar (10 kuras, 196 halaman)
- Waktu penulisan: 1265 H / 1848 M
- Penjelasan: Mengkaji fikih muamalah, tata cara jual-beli, akad utang-piutang, larangan riba, serta prinsip keadilan ekonomi masyarakat.
- Tahyirah Mukhtashar
- Bentuk: Nasar
- Ketebalan: 1 kuras (20 halaman)
- Waktu penulisan: 1265 H / 1848 M
- Penjelasan: Risalah ringkas pengantar rukun iman, rukun Islam, dan ihsan untuk santri pemula.
- Kaifiyah
- Bentuk: Nazam
- Ketebalan: 7 kuras (136 halaman)
- Waktu penulisan: 1265 H / 1848 M
- Penjelasan: Tuntunan praktis tata cara mendirikan salat fardu dan pelaksanaan ibadah puasa Ramadan.
- Mishbahah
- Bentuk: Nazam
- Ketebalan: 23 halaman (390 baris)
- Waktu penulisan: 1266 H / 1849 M
- Penjelasan: Peringatan tegas mengenai ancaman dosa dan bahaya bagi orang yang lalai mendirikan salat fardu.
- Ri’ayatul Himmah
- Bentuk: Nazam
- Ketebalan: 25 kuras (496 halaman)
- Waktu penulisan: 1266 H / 1849 M
- Penjelasan: Salah satu kitab rujukan utama jamaah yang menguraikan cabang usul, syariat fikih, dan tasawuf.
- Ma’uniyah
- Bentuk: Nazam
- Ketebalan: 22 halaman
- Waktu penulisan: 1266 H / 1849 M
- Penjelasan: Menjelaskan orang mukmin dan orang kafir.
- Uluwiyah
- Bentuk: Nazam
- Ketebalan: 22 halaman
- Waktu penulisan: 1266 H / 1849 M
- Penjelasan: Menyoroti bahaya sifat takabur dan keserakahan orang yang gemar menumpuk harta tanpa memedulikan hak sesama.
- Rujumiyah
- Bentuk: Nazam
- Ketebalan: 38 halaman (1.378 baris)
- Waktu penulisan: 1266 H / 1849 M
- Penjelasan: Ketetapan syariat mengenai orang yang menjauhi agama dan justru membela adat kebiasaan yang bertentangan dengan ajaran Islam.
- Mufhamah
- Bentuk: Nazam
- Ketebalan: 22 halaman (790 baris)
- Waktu penulisan: 1266 H / 1849 M
- Penjelasan: Menunjukkan dalil-dalil kuat atas kebenaran akidah kaum mukmin dan kesalahan orang kafir.
- Basthiyah
- Bentuk: Nazam
- Ketebalan: 7 kuras (136 halaman, 2.989 baris)
- Waktu penulisan: 1267 H / 1850 M
- Penjelasan: Mengukuhkan kebenaran dalil Al-Qur’an dan Sunnah, serta pedoman menjaga kemurnian ajaran dari bid’ah yang menyesatkan.
- Tahsinah
- Bentuk: Nazam
- Ketebalan: 5 kuras (98 halaman, 2.139 baris)
- Waktu penulisan: 1268 H / 1851 M
- Penjelasan: Kitab induk ilmu tajwid bacaan Al-Qur’an menurut qiraat Imam Ashim riwayat Hafsh yang bersandar pada kaidah Imam Al-Jazari.
- Tadzkiyah
- Bentuk: Nazam
- Ketebalan: 6 kuras (120 halaman, 2.584 baris)
- Waktu penulisan: 1269 H / 1852 M
- Penjelasan: Fikih tata cara penyembelihan hewan.
- Fatawiyah
- Bentuk: Nazam
- Waktu penulisan: 1269 H / 1853 M
- Penjelasan: Menerangkan syarat kelayakan seseorang untuk menjadi mufti serta penasihat agama untuk kaum awam.
- Samhiyah
- Bentuk: Nazam
- Waktu penulisan: 1269 H / 1853 M
- Penjelasan: Mengkaji landasan hukum mendirikan salat Jumat berdasarkan qaul qadim mazhab Syafi’i.
- Rukhshiyah
- Bentuk: Nazam
- Ketebalan: 20 halaman (401 baris)
- Waktu penulisan: 1269 H / 1853 M
- Penjelasan: Menjelaskan aturan kemudahan beribadah (rukhsah), yaitu syarat dan tata cara salat jamak serta qasar saat bepergian.
- Mashlahah
- Bentuk: Nazam
- Ketebalan: 10 kuras (200 halaman, 4.360 baris)
- Waktu penulisan: 1270 H / 1853 M
- Penjelasan: Membahas ilmu faraid (fikih waris), yaitu perhitungan pembagian harta warisan secara adil sesuai syariat.
- Wadlihah
- Bentuk: Nazam
- Ketebalan: 12 kuras (240 halaman, 5.244 baris)
- Waktu penulisan: 1272 H / 1855 M
- Penjelasan: Panduan menyeluruh mengenai tata laksana manasik haji.
- Munawirul Himmah
- Bentuk: Nazam
- Ketebalan: 6 halaman
- Waktu penulisan: 1272 H / 1855 M
- Penjelasan: Untaian nasihat pengingat kematian bagi orang yang menghadapi kematian dan teladan bagi mereka yang masih hidup.
- Tasyrihah (Penyiaran, penyebaran berita)
- Bentuk: Nazam
- Ketebalan: 20 halaman (terbagi dalam 10 pasal)
- Waktu penulisan: 1273 H / 1856 M
- Penjelasan: Risalah tentang kewajiban esensial para tokoh agama.
- Mahabbatullah
- Bentuk: Nazam
- Ketebalan: 30 halaman (624 baris)
- Waktu penulisan: 1273 H / 1857 M
- Penjelasan: Membahas arti cinta kepada Allah, cara merenungi nikmat-nikmat-Nya, dan keharusan bersyukur.
- Mirghabuth Tha’at
- Bentuk: Nazam
- Ketebalan: 36 halaman (536 baris)
- Waktu penulisan: 1273 H / 1857 M
- Penjelasan: Risalah ringkas membahas kebenaran iman dan islam.
- Hujjahiyah
- Bentuk: Nazam
- Waktu penulisan: 1273 H / 1857 M
- Penjelasan: Mengajarkan adab berdialog, musyawarah, dan tata cara bertukar pikiran yang santun menurut Islam.
- Tashfiyah
- Bentuk: Nazam
- Waktu penulisan: 1273 H / 1857 M
- Penjelasan: Uraian makna yang terkandung di dalam Surah Al-Fatihah.
- 700 Buah Nazam dan Doa
- Bentuk: Nazam
- Waktu penulisan: 1270 sampai 1273 H
- Penjelasan: Himpunan doa-doa mu’tabar berbahasa Arab yang digubah ke dalam terjemahan bahasa Jawa bersyair.
- 500 Buah Tanbih
- Bentuk: Nazam
- Ketebalan: Terdiri atas 500 naskah (tiap tanbih membahas 1 masalah dalam 3 halaman dan 114 baris)
- Waktu penulisan: Dekade 1260-an sampai 1273 H
- Penjelasan: Kumpulan risalah peringatan ringkas yang diterbitkan untuk menjawab permasalahan agama.
- Shihhatun Nikah
- Bentuk: Nazam
- Ketebalan: 39 halaman
- Waktu penulisan: Tanpa tahun tertulis
- Penjelasan: Risalah ringkasan praktis dari kitab induk Tabyinul Ishlah yang membahas pokok-pokok perihal pernikahan.
- Nazam Wiqayah
- Bentuk: Nazam
- Waktu penulisan: 1273 H / 1857 M
- Penjelasan: Menjelaskan amar makruf nahi mungkar, dan berperang di jalan Allah (sabilillah).
- Tanbih Rejeng
- Bentuk: Nasar
- Ketebalan: Terdiri atas puluhan judul naskah
- Waktu penulisan: Tanpa tahun tertulis
- Penjelasan: Himpunan penjelasan fatwa keagamaan.
- Surat-Surat Penting
- Bentuk: Dokumen / korespondensi
- Penjelasan: Kumpulan arsip surat klarifikasi dan fatwa K.H. Ahmad Rifa’i kepada Penghulu Pekalongan dan pejabat pemerintah, memuat pembelaan atas kitab-kitab beliau yang sempat disita penguasa kolonial.
- Himpunan Nazam Kromo Inggil
- Bentuk: Nazam
- Ketebalan: Puluhan lembar naskah
- Penjelasan: Karya sastra keagamaan bernilai seni tinggi yang digubah menggunakan tingkatan bahasa Jawa halus (krama inggil) dengan rima akhiran ganda yang estetis.
- Kitab Tajwid
- Bentuk: Nazam
- Ketebalan: 41 halaman
- Waktu penulisan: Tanpa tahun tertulis
- Penjelasan: Ringkasan praktis dari kitab induk Tahsinah yang dirancang khusus untuk mempercepat pembelajaran baca Al-Qur’an bagi santri pemula.
- Kitab Tanpa Judul (Naskah Fatwa)
- Bentuk: Nasar
- Ketebalan: Sekitar 300 halaman
- Penjelasan: Manuskrip himpunan fatwa fikih tebal yang lembar judul utamanya telah rusak atau sobek termakan usia.
Dokumentasi resmi ini menegaskan bahwa K.H. Ahmad Rifa’i Ibn Muhammad telah mewariskan khazanah intelektual yang sangat kaya dan teratur. Semoga inventarisasi 65 karya ini dapat menjadi pedoman yang jernih bagi keluarga besar Rifa’iyah dan masyarakat luas dalam menjaga, mengkaji, serta merawat warisan literasi Islam Nusantara.
Penulis: Ahmad Zahid Ali
Editor: Ahmad Zahid Ali

