Pati, Rifaiyah.or.id – Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-25 Angkatan Muda Rifa’iyah (AMRI) turut diselenggarakan oleh Pimpinan Ranting (PR) AMRI Tambahagung pada Kamis, 29 Oktober 2026. Kegiatan berlangsung di Masjid Jami’ Fathul Mannan, Desa Tambahagung, Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati, dengan dihadiri para anggota dan jamaah, termasuk jamaah ibu-ibu.
Peringatan seperempat abad AMRI ini diisi dengan rangkaian kegiatan keagamaan, meliputi istighosah, tahlil, dan sambutan dari Pimpinan Ranting AMRI Tambahagung.
Istighosah dipimpin oleh K. Moh. Syihabuddin Alhafid, sedangkan tahlil dipimpin oleh Ustadz Edi Siswanto. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan Pimpinan Ranting yang disampaikan oleh Rekan Lutfi Nadif, S.Pd.I.
Jangan Malu Menjadi Bagian dari AMRI
Dalam sambutannya, Rekan Lutfi Nadif menyampaikan pesan khusus kepada seluruh kader AMRI agar terus menjaga semangat perjuangan dan tidak melupakan jati diri sebagai generasi penerus pemikiran KH. Ahmad Rifa’i.
Ia mengingatkan bahwa perjalanan 25 tahun AMRI bukanlah waktu yang singkat. Selama seperempat abad, organisasi ini telah menjadi bagian dari upaya menjaga api perjuangan yang diwariskan oleh KH. Ahmad Rifa’i, yakni api ilmu, semangat ngelmu, serta keberanian untuk menyampaikan kebenaran meskipun terasa pahit.
Menurutnya, kader AMRI harus memahami identitas dan tanggung jawabnya sebagai cucu ideologis KH. Ahmad Rifa’i. Sosok ulama yang diasingkan oleh pemerintah kolonial Belanda bukan karena takut terhadap senjatanya, melainkan karena kekuatan ilmu dan pemikirannya.
Dari pesan tersebut, ia menegaskan satu hal penting kepada seluruh kader AMRI:
“JANGAN JADI AMRI YANG MALU JADI AMRI.”
Pesan itu menjadi pengingat agar generasi muda Rifa’iyah tidak merasa malu untuk mengaji, membawa kitab Tarajumah, serta menunjukkan identitasnya sebagai bagian dari keluarga besar Rifa’iyah.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh kader untuk menjadi generasi yang memiliki semangat dalam berbagai bidang kehidupan. Tidak hanya semangat mengaji, tetapi juga semangat menempuh pendidikan dan bekerja.
Baca Juga: Peringatan Harlah ke-25 AMRI di Pati Perkuat Amanah Pengurus dan Istiqamah Mengaji
Orang Tua Punya Peran Menjaga Semangat Generasi Muda
Selain menyampaikan pesan kepada kader AMRI, Rekan Lutfi Nadif juga memberikan perhatian khusus kepada para orang tua. Ia mengajak orang tua untuk senantiasa mengingatkan anak-anak mengenai hal yang benar dan salah.
Orang tua juga diharapkan aktif mengajak serta mendampingi anak-anak agar tetap istiqamah mengikuti kegiatan mengaji, menghadiri majelis ilmu, dan aktif dalam organisasi.
Menurutnya, keberlangsungan perjuangan Rifa’iyah tidak hanya menjadi tanggung jawab generasi muda, tetapi juga membutuhkan dukungan dan pendampingan dari keluarga.
Ia menegaskan bahwa AMRI bukan sekadar warisan perjuangan masa lalu, melainkan juga bagian dari masa depan Rifa’iyah. Karena itu, masa depan organisasi berada di tangan generasi muda yang harus terus belajar, berjuang, dan menjaga nilai-nilai perjuangan para pendahulu.
Pemotongan Tumpeng Menutup Rangkaian Acara
Peringatan Harlah ke-25 AMRI di Ranting Tambahagung ditutup dengan prosesi pemotongan tumpeng. Pemotongan dilakukan oleh Rekan Lutfi Nadif, S.Pd.I., kemudian potongan tumpeng diserahkan kepada K. Moh. Syihabuddin Alhafid.
Momen tersebut menjadi penutup rangkaian peringatan seperempat abad Angkatan Muda Rifa’iyah di Ranting Tambahagung.
Melalui peringatan ini, semangat perjuangan AMRI diharapkan terus terjaga. Seperempat abad perjalanan organisasi menjadi pengingat bahwa menjaga warisan KH. Ahmad Rifa’i bukan hanya tentang mengenang sejarah, tetapi juga melanjutkan perjuangan melalui ilmu, pendidikan, pekerjaan, dan pengabdian.
Dirgahayu Harlah ke-25 Angkatan Muda Rifa’iyah. 25 Tahun Meneguhkan Gerakan.
Penulis: Yusril Mahendra
Narasumber: Lutfi Nadif, S.Pd.I.
Editor: Yusril Mahendra


