Khutbah Pertama
اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِي جَعَلَ بَعْدَ الضِّيْقِ فَرَجًا، وَبَعْدَ الْعُسْرِ يُسْرًا. أَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى هُوَ جَابِرُ الْقُلُوْبِ الْمَنْكَسِرَةِ، وَنَاصِرُ الْمَظْلُوْمِيْنَ وَلَوْ بَعْدَ حِيْنٍ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، الْعَدْلُ الَّذِي لَا يَغْفُلُ وَلَا يَنَامُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، بُعِثَ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ، صَلَّى اللهُ عَلَيْ سيدنا محمد وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ، فَإِنَّ التَّقْوَى هِيَ الْعُرْوَةُ الْوُثْقَى وَمَلَاذُ الْمُؤْمِنِيْنَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ. قال الله تعالى في كتابه الكريم
Jemaah Salat Jumat yang dirahmati Allah,
Pernahkah hati Anda dipatahkan lalu orang yang menyakitinya pergi begitu saja tanpa meminta maaf? Pernahkah Anda dikhianati oleh orang yang paling Anda percayai, lalu ia melangkah pergi seolah-olah tidak pernah terjadi apa-apa?
Terkadang, kita membawa beban yang sangat berat di dalam dada yang tidak dilihat oleh siapapun. Kata-kata kasar dari orang terdekat, pengkhianatan yang tak disangka-sangka, atau kezaliman dari tempat yang kita kira paling aman. Dan yang paling menyakitkan adalah ketika kita tidak mampu membalasnya, tidak menemukan orang yang mau mendengarkan, sehingga kita terpaksa menelan rasa sakit itu sendirian dan melanjutkan hari seakan-akan dunia mengatakan: “Tidak ada yang peduli padamu.”
Tetapi ketahuilah, itu adalah kebohongan terbesar yang bisa kita percayai. Ada Allah Yang Maha Mendengar ketika tidak ada satupun manusia yang mendengarmu. Ada Allah Yang Maha Melihat air matamu ketika engkau menyembunyikannya dari pandangan manusia. Allah telah menghitung setiap detik kezaliman dan rasa sakit yang engkau lewati.
Sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan penegasan di dalam Al-Qur’an:
وَلَا تَحْسَبَنَّ اللَّهَ غَافِلًا عَمَّا يَعْمَلُ الظَّالِمُونَ ۚ إِنَّمَا يُؤَخِّرُهُمْ لِيَوْمٍ تَشْخَصُ فِيهِ الْأَبْصَارُ
Artinya: “Dan janganlah sekali-kali kamu mengira, bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim. Sesungguhnya Allah memberi penangguhan kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak.” (QS. Ibrahim: 42)
Jemaah yang dirahmati Allah,
Para ulama hikmah dan ahli ma’rifat, termasuk Syekh Ibnu ‘Arabi, sering kali menyelami kedalaman jiwa manusia terkait ujian kezaliman ini.
Beliau memandang kezaliman bukan sekadar masalah sosial, melainkan tentang hubungan spiritual antara seorang hamba dengan Tuhannya. Ketika Anda dizalimi, Anda tidak sendirian; Allah menjadi saksi atas rasa sakit Anda. Dan kesaksian Allah itu sudah lebih dari cukup untuk membalikkan segala keadaan.
Ketika seseorang menzalimi Anda, luka yang paling berbahaya bukanlah luka dari luar, melainkan suara-suara dari dalam hati yang mulai meragukan diri sendiri: “Mengapa aku? Apakah aku lemah? Apakah aku layak diperlakukan begini?”
Jangan biarkan musuh itu masuk ke dalam dirimu. Rasa sakit yang sesungguhnya adalah ketika Anda mulai menyalahkan diri sendiri dan berhenti berdoa karena mengira Allah tidak mendengarmu.
Ketahuilah, Allah tidak pernah meninggalkanmu, bahkan untuk sekejap mata pun. Setiap air mata yang jatuh tersimpan rapi, setiap sesak di dada terdengar oleh-Nya. Keadilan Ilahi tidak hanya menghitung perbuatan zalim si pelaku, tetapi Allah menghitung kadar rasa sakit di dalam ruhmu—berapa malam engkau tidak bisa tidur, dan berapa kali engkau harus tersenyum di hadapan manusia padahal hatimu sedang hancur terbakar.
Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda mengingatkan kita tentang betapa kita harus takut terhadap doa orang yang terzalimi:
وَاتَّقِ دَعْوَةَ الْمَظْلُومِ، فَإِنَّهُ لَيْسَ بَيْنَهَا وَبَيْنَ اللَّهِ حِجَابٌ
Artinya: “Dan takutlah doa orang yang terzalimi, karena sesungguhnya tidak ada penghalang antara doanya dengan Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Jemaah Jumat yang berbahagia,
Langkah pertama untuk sembuh dari luka ini bukanlah langsung memaksa diri untuk memaafkan atau melupakan, melainkan meletakkan beban yang bukan milikmu.
Berhentilah membawa dosa dan kesalahan orang lain di atas pundakmu sendiri. Katakan pada hatimu: “Ini adalah kesalahan mereka, dan aku tidak akan menyiksa diriku demi menebus kesalahan orang lain.”
Ketika Anda mengadukan patah hati dan kelemahan Anda di hadapan Allah dalam keheningan malam, ketahuilah bahwa Allah tidak membuka pintu-pintu kemuliaan-Nya untuk mereka yang merasa kuat dan sombong, melainkan untuk mereka yang hatinya hancur dan berserah diri.
Dalam sebagian kitab tasawuf disebutkan:
أَنَا عِنْدَ الْمُنْكَسِرَةِ قُلُوبُهُمْ مِنْ أَجْلِي
Artinya: “Aku (Allah) berada di sisi orang-orang yang hancur hatinya karena Aku.”
Allah mematahkan hatimu bukan untuk menghinakanmu, melainkan untuk membersihkan hatimu dari ketergantungan kepada makhluk, lalu membangunnya kembali dengan tangan-Nya sendiri menjadi lebih indah dan lebih kuat.
Berubahlah dari fokus mencari tahu “Mengapa ini terjadi padaku?” menjadi “Apa yang ingin Allah ajarkan kepadaku sekarang?”
Bebaskan dirimu. Jangan biarkan orang yang mendzalimi terus mengontrol hidupmu melalui rasa benci dan trauma yang Anda pelihara.
Serahkan keadilan itu kepada Allah, karena Allah tidak pernah tidur, dan mintalah agar Allah mengobati serta mengangkat derajatmu.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْم
Khutbah Kedua
اَلْحَمْدُ للهِ حَمْدًا كَثِيرًا كَمَا أَمَرَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ إِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَرَ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ سَيِّدُ الْخَلَائِقِ وَالْبَشَرِ. صَلَّى اللهُ عَلَيْ سيدنا محمد وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ الطَّيِّبِيْنَ الطَّاهِرِيْنَ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، اتَّقُوا اللهَ تَعَالَى وَاعْلَمُوا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ، وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ، فَقَالَ تَعَالَى وَلَمْ يَزَلْ قَائِلًا عَلِيْمًا: ﴿إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِي الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ يَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ
اَللَّهُمَّ يَا جَابِرَ كُلِّ كَسِيْرٍ، وَيَا مُؤْنِسَ كُلِّ وَحِيْدٍ، وَيَا نَاصِرَ كُلِّ مَظْلُوْمٍ، اِجْبِرْ كَسْرَ قُلُوْبِنَا، وَتَوَلَّ أَمْرَنَا، وَأَخْرِجِ الْحِقْدَ وَالْمَرَارَةَ مِنْ صُدُوْرِنَا. اَللَّهُمَّ لَا تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا، وَلَا مَبْلَغَ عِلْمِنَا، وَاجْعَلِ الْجَنَّةَ هِيَ دَارَنَا
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ، وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ.
Download file PDF: Khutbah Jumat: Penyembuhan Hati yang Terluka Akibat Kezaliman
Penulis: Ahmad Saifullah
Editor: Yusril Mahendra

