Rifa'iyah
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Nasional
  • Kolom
  • Nadhom
  • Tokoh
  • Bahtsul Masail
  • Khutbah
  • Sejarah
  • Video
  • Cerpen
  • Home
  • Berita
  • Nasional
  • Kolom
  • Nadhom
  • Tokoh
  • Bahtsul Masail
  • Khutbah
  • Sejarah
  • Video
  • Cerpen
No Result
View All Result
Rifa'iyah
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Nasional
  • Kolom
  • Nadhom
  • Tokoh
  • Bahtsul Masail
  • Khutbah
  • Sejarah
  • Video
  • Cerpen
Home Kolom

Menelusuri Jejak Kuntowijoyo: Sang Begawan Sejarah dan Khidmatnya sebagai Ketua Dewan Syuro Pertama Rifaiyah

Samsul Rozikin by Samsul Rozikin
April 19, 2026
in Kolom
0
Menelusuri Jejak Kuntowijoyo: Sang Begawan Sejarah dan Khidmatnya sebagai Ketua Dewan Syuro Pertama Rifaiyah

Kuntowijoyo di Malang, Jawa Timur, 1990. (Zed Abidien/Tempo)

0
SHARES
26
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

YOGYAKARTA – Nama Prof. Dr. Kuntowijoyo (1943–2005) selama ini identik dengan menara gading akademisi sebagai sejarawan ulung Universitas Gadjah Mada (UGM) dan cendekiawan Muslim terkemuka dari rahim Muhammadiyah. Namun, ada satu sisi sejarah pengabdiannya yang fundamental, tetapi jarang tersorot luas oleh publik: peran strategisnya sebagai Ketua Dewan Syuro pertama dalam organisasi Rifaiyah.

Keterlibatan Kuntowijoyo dalam struktural Rifaiyah bukanlah sebuah kebetulan, melainkan cerminan dari kedalaman pemikiran intelektualnya yang melampaui batas-batas organisasi (transorganisasi). Sebagai sosok yang lahir di Bantul dan tumbuh dalam tradisi santri, Kuntowijoyo melihat Rifaiyah bukan sekadar organisasi massa, melainkan entitas penting dalam mozaik pergerakan Islam di Indonesia.

Intelektual yang Berakar pada Tradisi

Meskipun Kuntowijoyo dikenal luas sebagai kader Muhammadiyah yang menerima Life Achievement Award pada Kongres Sejarawan Muhammadiyah, kedekatannya dengan Rifaiyah menunjukkan kapasitas beliau sebagai pemersatu umat. Di Rifaiyah, posisi beliau sebagai Ketua Dewan Syuro pertama menempatkannya sebagai kompas moral dan intelektual bagi organisasi yang didirikan berdasarkan pemikiran KH. Ahmad Rifa’i tersebut.

Langkah Kuntowijoyo masuk ke struktural Rifaiyah sejalan dengan gagasan besar yang selalu ia dengungkan: Ilmu Sosial Profetik (ISP). Baginya, seorang intelektual tidak boleh hanya berhenti pada teks, tetapi harus melakukan transformasi sosial berdasarkan nilai-nilai kenabian (humanisasi, liberasi, dan transendensi). Khidmatnya di Rifaiyah adalah bentuk nyata dari pengabdian sosial tersebut.

Sejarawan yang Menulis dengan Hati

Sebagai doktor lulusan Columbia University, Kuntowijoyo membawa perspektif metodologis yang segar bagi organisasi. Bersama tokoh-tokoh seperti Tashadi, Sartono, dan Adabi Darban, ia membangun fondasi kesadaran sejarah dan pendidikan di lingkungan Rifaiyah.

Beberapa poin penting mengenai kontribusi dan identitas beliau adalah:

  1. Pionir Organisasi: Menjabat sebagai Ketua Dewan Syuro pertama Rifaiyah, memberikan arah kebijakan strategis bagi pengembangan organisasi.
  2. Jembatan Antar-Gerakan: Menjadi bukti hidup bahwa identitas sebagai kader Muhammadiyah tidak menghalangi pengabdian struktural di organisasi Islam lain seperti Rifaiyah.
  3. Sastrawan dan Budayawan: Karya-karyanya seperti Khotbah di Atas Bukit dan Pasar menunjukkan bahwa ia adalah manusia paripurna yang menyentuh dimensi ketuhanan melalui estetika sastra.

Warisan untuk Masa Depan

Wafat pada 22 Februari 2005, Kuntowijoyo meninggalkan warisan pemikiran yang sangat kaya. Bagi warga Rifaiyah, sosoknya bukan sekadar pimpinan, melainkan penasihat yang meletakkan dasar-dasar intelektualitas dalam berorganisasi.

Bagi generasi muda, santri, dan aktivis masa kini, sejarah hidup Pak Kunto—begitu ia akrab disapa—mengajarkan bahwa integritas akademik harus berjalan beriringan dengan pengabdian umat. Ia membuktikan bahwa seorang sejarawan tidak hanya mencatat sejarah, tetapi juga menjadi bagian penting dalam pembuatan sejarah itu sendiri melalui organisasi Rifaiyah.

“Jangan sampai publik tidak mengetahui posisi penting beliau di Rifaiyah,” menjadi pesan kuat bagi kita semua untuk terus menggali peran-peran tersembunyi para tokoh bangsa dalam mempererat ukhuwah Islamiyah di Indonesia.

Penulis adalah santri, aktivis, dan mahasiswa yang menaruh perhatian pada sejarah intelektual Islam di Indonesia.

Baca Juga: Bagaimana Cara Memilih Guru Agama yang Benar? Ini Jawaban 3 Ulama Besar Indonesia


Penulis: Samsul Rozikin
Editor: Yusril Mahendra

Tags: Dewan Syuro Rifa’iyahKuntowijoyoRifaiyahSejarah Rifa’iyahtokoh Rifa'iyah
Previous Post

Pucuk Pimpinan Rifa’iyah dan AMRI DIY Masa Khidmat 2026–2031 Resmi Dilantik

Samsul Rozikin

Samsul Rozikin

Mahasantri Ma'had Aly At-Tarmasi Takhassus Fiqh wa Ushuluhu, PIP Tremas Pacitan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Sejarah Rifa’iyah dan Organisasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gus Sakho, Gemilang Prestasi di Al-Azhar, Suluh Inspirasi Generasi Rifa’iyah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rukun Islam Satu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kembali ke Rumah: Ayo Mondok di Pesantren Rifa’iyah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rifa’iyah Seragamkan Jadwal Ziarah Makam Masyayikh di Jalur Pantura

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Rifa'iyah

Menjaga Tradisi, Menyongsong Masa Depan

Kategori

  • Bahtsul Masail
  • Berita
  • Cerpen
  • Keislaman
  • Khutbah
  • Kolom
  • Nadhom
  • Nasional
  • Sejarah
  • Tokoh
  • Video

Sejarah

  • Rifa’iyah
  • AMRI
  • UMRI
  • LFR
  • Baranusa

Informasi

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Visi Misi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

© 2025 Rifaiyah.or.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Nasional
  • Kolom
  • Nadhom
  • Tokoh
  • Bahtsul Masail
  • Khutbah
  • Sejarah
  • Video
  • Cerpen

© 2025 Rifaiyah.or.id