Rifa'iyah
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Nasional
  • Kolom
  • Nadhom
  • Tokoh
  • Bahtsul Masail
  • Khutbah
  • Sejarah
  • Video
  • Cerpen
  • Home
  • Berita
  • Nasional
  • Kolom
  • Nadhom
  • Tokoh
  • Bahtsul Masail
  • Khutbah
  • Sejarah
  • Video
  • Cerpen
No Result
View All Result
Rifa'iyah
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Nasional
  • Kolom
  • Nadhom
  • Tokoh
  • Bahtsul Masail
  • Khutbah
  • Sejarah
  • Video
  • Cerpen
Home Kolom

Pengertian Takwa Menurut Bahasa dan Istilah serta Dalilnya

Rifa'iyah by Rifa'iyah
March 14, 2025
in Kolom
0
Pengertian Takwa
0
SHARES
30
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Pengertian Takwa

Kecenderunagan anak muda biasanya berbeda dengan kencenderungan yang dimiliki orang yang tua, begitu juga anak kecil yang usia belum sampai remaja. Itu bisa terjadi sebab bakat bawaan sejak lahir, tingkat pendidikan dan pengalaman hidup yang berbeda. Bukan hanya antara anak muda dan orang tua, antar pemuda pun ada, bahkan tidak jarang ditemukan dari mereka yang memiliki arah pemikiran dan kesenangan yang berbeda.

Misal anak muda yang pernah atau masa sekolah; mahasiswa dibandingkan dengan anak pesantren, atau anak pekerja disbanding dengan anak yang belum punya pekerjaan (pengangguran), mereka masing-masing memiliki pola hidup yang berbeda, dan pastinya, mereka memiliki pola pemikiran yang berbeda juga, akan tetapi mereka punya satu tujuan yang sama yakni bahagia dunia maupun akhiratnya. (analisis penulis)

Syarat Takwa

Latar belakang yang berbeda tidak boleh dijadikan alasan untuk menghalangi penghambaan seorang muslim terhadap Tuhannya, karena selagi ia mempunyai akal dan dikatakan balig, maka ia wajib menjalankan perintah-printah (kewajiban) Allah dan menjahui larangan-larangan-Nya. Dengan kata lain bertakwa.

Bertakwa tidak diabatasi usia, dan tidak memandang laki-laki maupun wanita, bertakwa tidak terkhusus untuk orang tua dan manula, bahkan anak muda yang lebih pendek berpikir dan terburu-buru dalam bertindak ia harus mengetahui dan mau menjalankan apa itu takwa. Wallahuaโ€™lam.

Pengertian Takwa

Pengertian Takwa Menurut Bahasa dan Istilah

Takwa secara bahasa (kamus) berarti mengambil (ittikhad), menjaga (wiqoyah), dan mencegah (hajiz), dalam artian taqwa mampu mencegah dan menjaga diri dari apa yang ditakuti dan juga dari hal yang perlu diwaspadai. Sedangkan taqwa kepada Allah Swt. adalah cara seorang hamba menjadikan perkara yang ia takuti (siksa Allah) sebagai penjagaan yang bisa menjaga dirinya dari siksa tersebut. Dengan demikian terjadilah perealisasian yang namanya โ€œMelakukan segala perintah Allah dan menjahui segala larangan Allah Swtโ€.

Takwa Jalan keberuntungan

Dianta pesan Nabi Muhammad saw. kepada umatnya yang sangat beliau tekankan ialah takwa, sebab takwa adalah penarik setiap kebaikan dan menjaga dari setiap keburukan. Dengan menjalankan takwa seorang mukmin berhak mendapat kesuksesan dan keberuntungan dari Allah Swt, diantara keberuntungan yang diberikan Allah yaitu:

1. Kekuatan dan pertolongan dari Allah

ุฅู†ู‘ ุงู„ู„ู‡ ู…ูŽุนูŽ ุงู„ู‘ุฐููŠู†ูŽ ุงุชู‚ูŽูˆุง ูˆูŽุงู„ู‘ุฐููŠู†ูŽ ู‡ูู…ู’ ู…ูุญู’ุณูู†ูˆู†ูŽ

โ€œSesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan.โ€ (An Nahl: 128)

2. Rizki yang baik dan keluar dari kesusahan

ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูŠุชู‘ูŽู‚ ุงู„ู„ู‡ ูŠุฌู’ุนู„ ู„ูŽู‡ ู…ูŽุฎุฑุฌู‹ุง * ูˆูŠุฑู’ุฒู‚ูู‡ ู…ู†ู’ ุญูŽูŠู’ุซ ู„ุง ูŠุญุชูŽุณูุจู’

โ€œBarang siapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.โ€ (Ath Thalaq: 2-3)

3. Penjagaan dari tipu daya musuh

ูˆุฅู†ู’ ุชุตู’ุจูุฑูˆุง ูˆูŽุชุชู‘ู‚ูˆุง ู„ุงูŽ ูŠูŽุถุฑู‘ููƒู…ู’ ูƒูŽูŠุฏูู‡ู…ู’ ุดูŽูŠุฆู‹ุง

โ€œDan jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu.โ€ (Ali Imran: 120)

4. Rahmat dari Allah

ูˆุฑูŽุญู…ูŽุชูŠ ูˆูŽุณูุนูŽุชู’ ูƒู„ู‘ูŽ ุดูŠุฆู ูุณูŽุฃูƒู’ุชุจูู‡ุง ู„ูู„ู‘ุฐููŠู†ูŽ ูŠุชู‘ูŽู‚ููˆู†ูŽ

โ€œMaka akan Aku tetapkan rahmat-Ku untuk orang-orang yang bertakwaโ€ (Al Aโ€™raaf: 156) Dan masih banyak lagi dalam Alquran disebutkan keberuntungan- keberuntungan bagi orang-orang yang bersungguh-sungguh dalam bertakwa.

Pengertian Takwa dan dalilnya- Hakikat Takwa

Takwa adalah kata yang ideal, yakni mencakup semua takrif yang sesuai (takwa) dan mengeluarkan takrif yang tidak sesuai (takwa). Karena kata takwa itu meliputi apa yang datang dari agama Islam, mencakup akidah, ibadah, muamalah, dan akhlak, hal itu sebagaimana firman Allah Swt,

ู„ูŽูŠุณูŽ ุงู„ุจุฑู‘ูŽ ุฃู†ู’ ุชููˆู„ู‘ููˆุง ูˆุฌููˆู‡ูŽูƒู…ู’ ู‚ูุจู„ ุงู„ู…ุดู’ุฑู‚ู ูˆุงู„ู…ุบู’ุฑูุจู ูˆู„ูƒูู†ู‘ ุงู„ุจุฑู‘ูŽ ู…ูŽู† ุขู…ูŽู† ุจุงู„ู„ู‡ู ูˆุงู„ูŠูˆู…ู ุงู„ุขุฎุฑู ูˆุงู„ู…ู„ุงุฆููƒุฉู ูˆุงู„ูƒูุชุงุจู ูˆุงู„ู†ู‘ูŽุจูŠูŠู†ูŽ ูˆุขุชูŽู‰ ุงู„ู…ุงู„ูŽ ุนูŽู„ู‰ ุญูุจู‘ู‡ู ุฐูŽูˆููŠ ุงู„ู‚ูุฑุจูŽู‰ ูˆุงู„ูŠูŽุชุงู…ูŽู‰ ูˆุงู„ู…ูŽุณูŽุงูƒูŠู†ูŽ ูˆุงุจู†ูŽ ุงู„ุณู‘ูŽุจูŠู„ู ูˆุงู„ุณู‘ูŽุงุฆู„ูŠู†ูŽ ูˆููŠู’ ุงู„ุฑู‘ูู‚ุงุจู ูˆุฃู‚ุงู…ูŽ ุงู„ุตู‘ู„ุงุฉูŽ ูˆุขุชู‰ ุงู„ุฒู‘ูƒุงุฉูŽ ูˆุงู„ู…ูˆู’ูููˆู†ูŽ ุจูุนูŽู‡ู’ุฏูู‡ู…ู’ ุฅุฐุง ุนูŽุงู‡ุฏููˆุง ูˆุงู„ุตู‘ูŽุงุจูุฑูŠู†ูŽ ููŠ ุงู„ุจุฃุณูŽุงุกู ูˆุงู„ุถู‘ุฑูŽุงุกู ูˆุญููŠู†ูŽ ุงู„ุจุฃู’ุณู ุฃูˆู’ู„ุฆููƒูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุตูŽุฏูŽู‚ููˆุง ูˆุฃูˆู’ู„ุฆูƒูŽ ู‡ูู…ู ุงู„ู…ุชู‘ูŽู‚ููˆู†ูŽ
.

โ€œBukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi, dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (orang yang memerlukan pertolongan), dan orang-orang yang meminta-minta; dan memerdekakan hamba sahaya, mendirikan salat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menempati janji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan, dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.โ€ (Al Baqarah: 177)

Pengertian takwa diatas bukanlah sekedar kata untuk diucapkan apalagi menjadi dakwa sebagai pengakuan diri tanpa bukti (amal). Akan tetapi takwa tersebut adalah bentuk realisasi (amal perbuatan) taat kepada Allah secara sungguh-sungguh dan berani meninggalkan maksiat terhadap Allah Swt.

Sehingga ulama salaf saleh (orang-orang terpilih terdahulu) mengatakan bahwa takwa ialah Berlaku taat tidak durhaka, ingat tidak lupa dan bersyukur tidak kufur kepada Allah, dan juga mereka mampu melakukan takwa tersebut dalam keadaan sepi maupun ditempat terbuka. Karena hal tersebut merupakan pemenuhan perintah Allah dan menjawab seruan-Nya yang termaktub dalam firman-Nya,

ูŠูŽุงุฃูŠู‘ู‡ูŽุง ุงู„ู‘ุฐูŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ูˆุง ุงุชู‘ูŽู‚ูˆุง ุงู„ู„ู‡ูŽ ุญู‚ู‘ูŽ ุชูู‚ุงุชูู‡ ูˆูŽู„ุง ุชูŽู…ูˆุชู†ู‘ูŽ ุฅู„ุงู‘ ูˆุฃู†ุชู…ู’ ู…ูุณู„ูู…ูˆู†ูŽ

โ€œHai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.โ€ (Ali Imran: 102) (Mustafa al- Bugha, Muhyiddin Mustawi, Al- Wafi fi Syarhi Al- Arbaโ€™in An- Nawawi, Dar Ibnu Katsir, Bairut, 2009, hlm. 125)

Akan tetapi keharusan bertakwa dengan sebenar-benar takwa dalam ayat diatas telah disalin (naskh) dengan keberadaan ayat lain, yaitu,

ููŽุงุชู‘ู‚ููˆุง ุงู„ู„ู‡ูŽ ู…ูŽุง ุงุณู’ุชูŽุทูŽุนุชู…ู’

โ€œMaka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmuโ€. (At Taghaabun: 16) Hal ini berdasarkan pengaduan sahabat kepada Nabi Muhammad saw. mengenai perintah bertakwa dengan sebenar-benar takwa, mereka mengatakan: โ€œWahai Rasulallah, siapa yang akan kuat dengan takwa ini (perintah kesungguhan bertakwa),_ berdasarkan pengaduan sahabat atas beratnya perintah itu_ kemudian terjadilah penyalinan (peringanan) hukum keharusan bertakwa dangan sebenar-benar takwa menjadi bertakwa menurut kesanggupan mereka. (Jalal as- Suyuti, Tafsir Jalalin, Dar Al- Gadi Al- Jadid, hlm. 63)

Pengertian Takwa – Kesempurnaan Takwa

Salah satu dari kesempurnaan takwa ialah menjauh dari perkara (benda, ucapan maupun tindakan) yang masih berstatus syubhat (tidak jelas halal dan haramnya) dan dari hal-hal (halal) yang tercampur dengan perkara haram. Dan ini sesuai hadis kauli yang disabdakan Nabi Muhammad saw. yang berbunyi,

ูู…ูŽู†ู ุงุชู‘ู‚ูŽู‰ ุงู„ุดู‘ูุจูู‡ุงุชู ููŽู‚ูŽุฏู ุงุณู’ุชูŽุจุฑุฃูŽ ู„ูุฏููŠู†ู‡ู ูˆูŽุนูุฑู’ุถูู‡ู

โ€œMaka siapa yang menjaga (takut) dari perkara syubhat maka dia telah menyelamatkan agama dan kehormatannya.โ€ (H.R. Bukhari dan Muslim)

Masih dalam konteks pada hadis Nabi saw. di atas, termasuk kategori kesempurnaan takwa ialah Upaya seseorang membersihkan dirinya dari memperbanyak melakukan hal yang mubah yang nantinya dikhawatirkan dapat menjatuhkan dirinya ke dalam hal-hal yang berstatus haram. Sesuai sabda Nabi saw.,

ู„ุง ูŠูŽุจู„ุบู ุงู„ุนุจู’ุฏู ุฃู†ู’ ูŠูŽูƒูˆู†ูŽ ู…ู†ูŽ ุงู„ู…ุชู‘ู‚ููŠู†ูŽ ุญุชู‘ูŽู‰ ูŠุฏุนู ู…ูŽุง ู„ุงูŽ ุจุฃุณูŽ ุจู‡ู ุญุฐุฑู‹ุง ู…ู…ู‘ุง ุจู‡ู ุจูŽุฃู’ุณ

โ€œTidak kan sampai seorang hamba sampai derajat orang-orang bertakwa, sehingga ia mampu meninggalkan hal syubhat karena takut dari melakukan hal dosa.โ€ (H.R. Tirmizi dan Ibnu Majjah).

Begitu juga Imam Hasal Al Basri r.a mengatakan bahwa, โ€œTakwa akan seantiasa disandang orang-orang yag bertakwa (muttaqin) selama mereka mampu meninggalkan hal halal (mubah) demi khawatiran jatuh dalam keharamanโ€.

Pengertian Takwa – Syarat Tercapai Takwa

Seorang muslim tidak akan bisa mengartikan dan mendapat faedah takwa kecuali dengan pengetahuan (ilmu) agama yang utuh. Fungsi ilmu bagi muslim ialah Agar ia tahu bagaimana cara bertakwa kepada Allah Swt sebagai Tuhannya. Sesui firman Allah Swt,

ุฅู†ู‘ู…ุง ูŠูŽุฎู’ุดูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ูŽ ู…ูู† ุนูุจุงุฏูู‡ู ุงู„ุนูู„ู…ูŽุงุกู

โ€œSesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulamaโ€. (Faatir: 28)

Dan sebagai alat menuju surge, serta menjadi tanda kemauan berbuat baik bagi seseorang. Fungsi ilmu tersebut tersurat berdasarkan hadis-hadis Nabi Muhammad saw. di bawah ini,

ููŽุถู„ู ุงู„ุนุงู„ู…ู ุนูŽู„ู‰ ุงู„ุนุงุจุฏู ูƒููŽุถู’ู„ูŠ ุนูŽู„ู‰ ุฃุฏู’ู†ุงูƒู…ู’

โ€œKeutamaan orang alim (beramal) atas ahli ibadah itu seperti keutamaanku atas orang yang paling rendah di antara kalian.โ€ (H.R. Tirmizi)

ู…ูŽู† ุณูŽู„ูƒูŽ ุทูŽุฑูŠู‚ู‹ุง ูŠูŽู„ู’ุชูŽู…ุณู’ ูููŠู‡ู ุนูู„ู’ู…ู‹ุง ุณูŽู‡ู‘ู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ู„ูŽู‡ู ุทูŽุฑูŠู‚ู‹ุง ุฅู„ูŽู‰ ุงู„ุฌูŽู†ู‘ุฉู

โ€œBarang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan jalan ke surga baginyaโ€. (H.R. Muslim)

ู…ูŽู†ู’ ูŠูุฑุฏู ุงู„ู„ู‡ู ุจู‡ู ุฎูŽูŠุฑู‹ุง ูŠูููŽู‚ู‘ูู‡ู’ู‡ู ูููŠ ุงู„ุฏู‘ููŠู’ู†ู

โ€œBarang siapa yang dikehendaki oleh Allah untuk mendapat kebaikan, maka Allah akan mengajarkannya ilmu Agamaโ€. (H.R. Bukhari dan Muslim) (Mustafa al- Bugha, Muhyiddin Mustawi, Ibid, hlm. 125) Wallahuaโ€™lam.

Oleh : Ahmadul Hadi

Tags: bertakwa adalahmakna taqwa menurut ulama salafpengertian takwa menurut bahasa dan istilahpengertian taqwa brainlypengertian taqwa dan contohnyapengertian taqwa dan dalilnya
Previous Post

Cara Dakwah Kiai Ahmad Rifaโ€™i

Next Post

Mengenal apa itu bidah

Rifa'iyah

Rifa'iyah

Tim Redaksi Rifa'iyah

Next Post

Mengenal apa itu bidah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Sejarah Rifa’iyah dan Organisasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gus Sakho, Gemilang Prestasi di Al-Azhar, Suluh Inspirasi Generasi Rifa’iyah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rukun Islam Satu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • NU dan Rifaโ€™iyah: Persamaan, Perbedaan, dan Hubungan Dakwah di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kembali ke Rumah: Ayo Mondok di Pesantren Rifa’iyah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Rifa'iyah

Menjaga Tradisi, Menyongsong Masa Depan

Kategori

  • Bahtsul Masail
  • Berita
  • Cerpen
  • Keislaman
  • Khutbah
  • Kolom
  • Nadhom
  • Nasional
  • Sejarah
  • Tokoh
  • Video

Sejarah

  • Rifa’iyah
  • AMRI
  • UMRI
  • LFR
  • Baranusa

Informasi

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Visi Misi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

ยฉ 2026 Rifaiyah.or.id. All rights reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Nasional
  • Kolom
  • Nadhom
  • Tokoh
  • Bahtsul Masail
  • Khutbah
  • Sejarah
  • Video
  • Cerpen

ยฉ 2026 Rifaiyah.or.id. All rights reserved.