Semarang, Rifaiyah.or.id – Pimpinan Daerah (PD) Rifa’iyah Kota Semarang menggelar pengajian selapanan pada Ahad, 1 November 2026. Kegiatan yang dihadiri sekitar 500 jamaah ini menjadi ajang mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat pemahaman keislaman warga Rifa’iyah.
Pengajian tersebut dihadiri sejumlah tokoh dan pimpinan Rifa’iyah, di antaranya Ketua Umum PP AMRI, Abdul Kholiq Syafi’i, M.Pd., yang hadir sebagai pengisi acara. Turut hadir Ketua PD Rifa’iyah Kota Semarang, Kiai Khoiru Nazih, serta Kiai Sudarji, Kiai Ali Murtadho Al Hafidz, Kiai Abi Shalih, dan Kiai Imam Syahroni.
Hadir pula Ketua PD AMRI Kota Semarang, rekan Isbah Rudin, S.Pd., bersama para tokoh Rifa’iyah lainnya di Kota Semarang.
Gus Ketum Tekankan Pentingnya Komunikasi Antarstruktur Rifa’iyah
Dalam penyampaian materinya, Abdul Kholiq Syafi’i yang akrab disapa Gus Ketum menekankan pentingnya membangun komunikasi yang kuat di seluruh tingkatan organisasi Rifa’iyah. Menurutnya, hubungan komunikasi antara pimpinan ranting, cabang, daerah, wilayah, hingga pusat perlu terus diperkuat.
Ia juga mengingatkan bahwa warga Rifa’iyah perlu mengenal para tokoh, kiai, serta pimpinan organisasi di lingkungan mereka masing-masing. Pengenalan tersebut penting agar warga mengetahui siapa saja yang menjadi pemimpin dan tokoh yang membimbing perjuangan Rifa’iyah di setiap tingkatan.
“Pohon komunikasi harus dibangun antara ranting, PC, PD, PW, dan PP. Warga Rifa’iyah harus dikenalkan dengan para Kiai Rifa’iyah dan pimpinan-pimpinan Rifa’iyah. Kenalkan kepada warga siapa pimpinan ranting mereka, siapa pimpinan cabang mereka, begitu seterusnya,” tutur Gus Ketum.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kekuatan organisasi tidak hanya terletak pada struktur kepengurusan, tetapi juga pada terjalinnya komunikasi dan kedekatan antara pimpinan dengan warga Rifa’iyah.
Baca Juga: Puncak Harlah ke-25 AMRI, PD AMRI Wonosobo Gelar Tasyakuran dan Muspimda 2026
Tiga Ilmu sebagai Identitas Warga Rifa’iyah
Selain membahas pentingnya komunikasi organisasi, Gus Ketum juga menyampaikan materi tentang tiga bidang ilmu yang menjadi identitas warga Rifa’iyah, yaitu ushuluddin, fikih, dan tasawuf.
Ketiga bidang ilmu tersebut menjadi bagian penting dalam pemahaman dan pengamalan ajaran Islam di kalangan warga Rifa’iyah. Ushuluddin berkaitan dengan dasar-dasar keyakinan, fikih membahas ketentuan hukum dalam beribadah dan kehidupan sehari-hari, sedangkan tasawuf berkaitan dengan pembinaan hati dan akhlak.
Penyampaian materi tersebut mengingatkan kembali pentingnya penguasaan ketiga bidang ilmu sebagai bekal warga Rifa’iyah dalam menjalankan kehidupan beragama.
Melalui pengajian selapanan ini, PD Rifa’iyah Kota Semarang tidak hanya menghadirkan ruang silaturahmi bagi ratusan jamaah, tetapi juga memperkuat pengenalan terhadap tokoh dan pimpinan organisasi serta meneguhkan identitas keilmuan warga Rifa’iyah.
Penulis: Yusril Mahendra
Editor: Yusril Mahendra

