Yogyakarta – Sebuah ikhtiar baru lahir dari kalangan mahasiswa Rifa’iyah. Tarajumah Movement, Gerakan Mahasiswa Rifa’iyah Yogyakarta, hadir sebagai wadah intelektual, sosial, dan kultural yang menghimpun mahasiswa untuk melanjutkan semangat perjuangan KH. Ahmad Rifa’i. Gerakan ini membawa semangat lahirnya wajah baru intelektual Muslim di Nusantara.
Peluncuran Tarajumah Movement menandai pembangunan embrio Gerakan Mahasiswa/Cendekia Muda Rifa’iyah, sebuah ruang bagi generasi muda untuk belajar, berdiskusi, meneliti, menulis, mengabdi, dan mengubah gagasan menjadi aksi nyata.
Tarajumah: Dari Ilmu Menuju Gerakan
Nama Tarajumah membawa sebuah gagasan penting. Dalam konsepsi gerakan ini, Tarajumah tidak hanya dimaknai sebagai proses menerjemahkan bahasa Arab ke dalam bahasa Jawa. Lebih jauh, Tarajumah dimaknai sebagai proses menerjemahkan ilmu menjadi kesadaran yang membumi, kesadaran menjadi gerakan Islam, dan gerakan menjadi jawaban atas tantangan perubahan zaman.
Semangat tersebut bertolak dari keyakinan bahwa persoalan umat tidak semata berkaitan dengan kemiskinan ekonomi, tetapi juga kebodohan, ketergantungan, hilangnya keberanian moral, serta melemahnya tradisi keilmuan dan literasi. Karena itu, gerakan menempatkan ilmu, pemberdayaan, kemandirian, advokasi, serta penguatan identitas sebagai bagian penting perjuangannya.
Spirit perjuangan KH. Ahmad Rifa’i dalam dokumen gerakan diabstraksikan dalam tiga corak utama, yakni semangat literasi dan keilmuan, keberanian menyuarakan, serta karakter kultural dan membumi.
Berakar pada Ilmu, Mekar dalam Pengabdian

Identitas visual Tarajumah Movement menggunakan simbol bunga mekar. Bunga tersebut melambangkan pertumbuhan intelektual, kematangan karakter, dan lahirnya kebermanfaatan bagi sesama.
Huruf R menjadi identitas akar tradisi intelektual KH. Ahmad Rifa’i, sementara empat bintang merepresentasikan empat pilar perjuangan: Islam sebagai identitas, Tarajumah sebagai budaya, keilmuan sebagai pembebasan, dan keberanian sebagai corak mentalitas.
Semangat itu dirangkum dalam filosofi:
“Berakar pada ilmu, bertumbuh dalam integritas, mekar dalam pengabdian, dan bersinar dalam perjuangan untuk kemaslahatan umat.”
Membangun Generasi Intelektual Muda Islam
Tarajumah Movement membawa visi untuk mewujudkan generasi intelektual muda Islam paripurna yang berintegritas, bernalar kritis, berjiwa progresif, unggul dalam berkarya, membumi dengan budaya, serta berani menjadi pelopor kemaslahatan dan perubahan sosial.
Visi tersebut diterjemahkan melalui enam misi utama:
- Membangun tradisi berpikir, melalui ruang belajar, diskusi, riset, dan literasi.
- Menumbuhkan keberanian moral, termasuk keberanian menyampaikan kebenaran dan mengkritisi ketidakadilan.
- Mengubah gagasan menjadi aksi melalui program sosial, penelitian, advokasi, dan pengabdian.
- Menghidupkan tradisi intelektual Nusantara dengan mengembangkan pemikiran KH. Ahmad Rifa’i dan khazanah keilmuan Islam Nusantara.
- Melahirkan pemimpin masa depan yang mempunyai kapasitas intelektual, integritas moral, dan keberanian sosial.
- Mengembangkan semangat Tarajumah dengan membumikan ilmu, nilai, dan tradisi intelektual agar dapat diakses serta dimanfaatkan masyarakat sebagai kekuatan perubahan sosial.
Sembilan Prinsip Dasar TARAJUMAH
Untuk menerjemahkan visi ke dalam karakter kader, nama TARAJUMAH dirumuskan sebagai sembilan prinsip dasar:
T – Tajam Berpikir
Membangun kemampuan analisis, literasi, dan nalar kritis terhadap realitas.
A – Amanah Berkarya
Menjadikan ilmu sebagai tanggung jawab untuk menghasilkan karya dan manfaat.
R – Responsif terhadap Zaman
Peka terhadap persoalan masyarakat dan tantangan generasi muda.
A – Adil dalam Keberpihakan
Berpihak kepada kebenaran, keadilan, dan kepentingan masyarakat.
J – Jujur dalam Integritas
Menjaga keselarasan antara nilai, ucapan, dan tindakan.
U – Unggul dalam Keilmuan
Menjadikan belajar, menulis, dan meneliti sebagai budaya gerakan.
M – Membumi dalam Pengabdian
Hadir di tengah masyarakat dan memberikan solusi nyata.
A – Adaptif dalam Inovasi
Memanfaatkan teknologi dan kreativitas untuk perubahan sosial.
H – Humanis dalam Perjuangan
Mengutamakan kemanusiaan, dialog, dan kemaslahatan bersama.
Prinsip-prinsip tersebut kemudian menemukan bentuknya dalam enam karakter utama gerakan, yaitu berilmu, berani, membumi, progresif, humanis, dan transformatif.
Dari Keilmuan hingga Pengabdian
Tarajumah Movement tidak berhenti sebagai ruang diskusi. Arah pergerakannya dibangun dalam lima bidang: keilmuan, sosial, advokasi, media dan budaya, serta pengembangan kaderisasi.
Dalam bidang keilmuan, gerakan merancang kajian rutin pemikiran KH. Ahmad Rifa’i, kajian keilmuan kontemporer, riset mahasiswa, wadah publikasi, pendampingan pelajar, serta program “Satu Kader Satu Karya.”
Pada bidang sosial terdapat agenda pengabdian masyarakat, kelas belajar, beasiswa pendidikan, dan seminar Rifa’iyah. Bidang advokasi diarahkan pada pelatihan analisis kebijakan, advokasi berbasis data, kajian kebijakan publik, serta kolaborasi advokasi. Sementara bidang media dan budaya mencakup Media Tarajumah, Podcast Rifa’i, digitalisasi manuskrip, dan Festival Tarajumah.
Pengembangan kader dilakukan melalui forum alumni dan jejaring, Madrasah Kader Rifa’i, Leadership Camp, Inkubator Rifa’i Muda, serta talent mapping dan mentoring kader.
Lima Program Unggulan
Sebagai penerjemahan gagasan ke dalam kerja nyata, Tarajumah Movement menetapkan lima program unggulan:
- Sekolah Tarajumah
- Desa Tarajumah
- Rifa’i Research Forum
- Media Tarajumah
- Madrasah Kader Rifa’i
Kelima program tersebut berada dalam satu haluan besar gerakan:
- Mengaji untuk memahami.
- Menulis untuk mencerahkan.
- Mengadvokasi untuk memperjuangkan.
- Mengabdi untuk memberdayakan.
- Menggerakkan untuk mengubah.
Gerakan yang Tumbuh dari Kampus untuk Masyarakat
Tarajumah Movement menyasar mahasiswa Rifa’iyah, santri mahasiswa Rifa’iyah, dan alumni muda mahasiswa Rifa’iyah dalam ranah internal. Pada lingkup eksternal, gerakan membuka ruang bagi mahasiswa lintas kampus, komunitas literasi, aktivis muda, serta Generasi Z dan Alpha.
Arah pengembangan disusun bertahap. Dokumen gerakan menetapkan fase jangka pendek satu tahun sebagai konsolidasi dan pembentukan fondasi; jangka menengah dua sampai tiga tahun sebagai fase ekspansi dan penguatan pengaruh; serta jangka panjang empat sampai delapan tahun sebagai fase institusionalisasi dan pembangunan dampak nasional.
Dengan arah tersebut, Tarajumah Movement membawa cita-cita yang lebih besar daripada sekadar membentuk organisasi mahasiswa. Gerakan ini ingin:
“Membangun generasi Tarajumah yang mampu menerjemahkan ilmu menjadi kesadaran, kesadaran menjadi gerakan, dan gerakan menjadi perubahan bagi umat, bangsa, dan peradaban.”
Dari Tarajumah, Menyalakan Perubahan
Peluncuran Tarajumah Movement menjadi titik awal sebuah ikhtiar intelektual generasi muda Rifa’iyah. Ilmu tidak cukup berhenti di ruang belajar. Literasi tidak cukup berakhir pada teks. Gagasan perlu menjumpai realitas, dan pengetahuan perlu melahirkan kebermanfaatan.
Di tengah perubahan zaman, Tarajumah Movement memilih jalan keilmuan sekaligus pengabdian: menjaga akar tradisi intelektual, membaca persoalan masa kini, memanfaatkan inovasi, serta mempersiapkan generasi yang mampu berkarya di tengah masyarakat.
Tarajumah Movement hadir untuk menerjemahkan.
Menerjemahkan ilmu menjadi kesadaran.
Kesadaran menjadi gerakan.
Dan gerakan menjadi perubahan.
TARAJUMAH MOVEMENT | Gerakan Mahasiswa Rifa’iyah Yogyakarta | Berilmu. Berani. Membumi. Progresif. Humanis. Transformatif.
Editor: Yusril Mahendra

