Temanggung — Menindaklanjuti hasil Rapat Pimpinan (Rapim) Pengurus Daerah Rifaiyah Temanggung yang digelar pada 15 Mei 2026 di kediaman Ketua PD, salah satu keputusan penting yang dihasilkan adalah rekomendasi penetapan Ranting Senet, Desa Purwosari, sebagai lokasi pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) VII Rifaiyah Temanggung.
Sebagai tindak lanjut, Ketua Pengurus Daerah Rifaiyah Temanggung, K. Nur Yasin, pada Jumat (22/5/2026) menggelar kegiatan sosialisasi dan pemantapan pra-Musda di Masjid Darussalam Senet.
Dalam arahannya, K. Nur Yasin meminta izin sekaligus kesanggupan kepada jajaran pengurus dan jemaah Rifaiyah Ranting Senet untuk menjadi tuan rumah pelaksanaan Musda yang direncanakan berlangsung pada 18–19 Juli 2026.
Menurutnya, Ranting Senet kembali dipilih karena dinilai sukses saat menjadi lokasi Musda sebelumnya. Selain itu, pelaksanaan Musda di Senet pada periode lalu dinilai mampu menghadirkan suasana organisasi yang harmonis dan kondusif.
“Hasil Musda ke-6 periode sebelumnya ternyata membawa keharmonisan organisasi. Karena itu, tahun 2026 ini kita rekomendasikan kembali dilaksanakan di Senet,” ujar K. Nur Yasin di hadapan peserta musyawarah.
Ia menambahkan, pertimbangan lain dipilihnya Senet karena jumlah jemaah Rifaiyah di wilayah tersebut tergolong besar serta masyarakatnya memiliki pola pikir kritis dan dinamis.
Usulan Pengurus Daerah tersebut disambut antusias oleh jemaah Rifaiyah Ranting Senet. Terlebih, kegiatan itu bertepatan dengan agenda rutin Selapanan Ahad Pahing yang kali ini juga jatuh di Ranting Senet.
“Dengan disepakatinya tempat pelaksanaan Musda, kami merasa lebih tenang. Tinggal melengkapi perangkat pendukung dan teknis pelaksanaan. Mudah-mudahan semuanya berjalan sukses,” pungkasnya.
Ketua Ranting Rifaiyah Senet, Ust. Ahmad Masodin, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas kepercayaan yang kembali diberikan kepada rantingnya.
“Ini menjadi kesempatan bagi kami untuk ikut berpartisipasi membesarkan organisasi di tingkat kabupaten. Semoga membawa keberkahan bagi masyarakat dan organisasi,” tuturnya.
Musda VII Rifaiyah Temanggung diperkirakan akan berlangsung dinamis. Pasalnya, masa kepemimpinan K. Nur Yasin telah memasuki periode ketiga sehingga tidak dapat mencalonkan kembali sebagai Ketua Pengurus Daerah. Selain itu, ia juga telah terpilih sebagai Ketua Dewan Syuro Pimpinan Wilayah Rifaiyah Jawa Tengah.
Kegiatan sosialisasi dan pemantapan pra-Musda tersebut dihadiri sekitar 60 peserta. Selain Ketua PD Rifaiyah Temanggung K. Nur Yasin, hadir pula Sekretaris Umum Imron Mujahidin, Sekretaris AMRI Gus Dimyatie, Choirur Rofik, Ketua BKM Masjid Darussalam, Kepala Desa Purwosari Amin Wahyu Wibowo, Sekretaris Desa, Kepala Dusun, Ketua RW, serta para Ketua RT setempat.
Kehadiran berbagai unsur masyarakat dan tokoh daerah menunjukkan kuatnya dukungan terhadap perkembangan Rifaiyah di Kabupaten Temanggung. Kekompakan masyarakat tersebut dinilai menjadi modal penting dalam membangun umat serta membumikan ajaran KH. Ahmad Rifai di tengah masyarakat.
Baca Juga: Jaga Tradisi dan Ghiroh Jemaah, Rifaiyah Temanggung Gelar Ziarah Massal Tahunan
Penulis: Abdul Manan
Editor: Yusril Mahendra




