Rifa'iyah
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Nasional
  • Kolom
  • Nadhom
  • Tokoh
  • Bahtsul Masail
  • Khutbah
  • Sejarah
  • Video
  • Cerpen
  • Home
  • Berita
  • Nasional
  • Kolom
  • Nadhom
  • Tokoh
  • Bahtsul Masail
  • Khutbah
  • Sejarah
  • Video
  • Cerpen
No Result
View All Result
Rifa'iyah
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Nasional
  • Kolom
  • Nadhom
  • Tokoh
  • Bahtsul Masail
  • Khutbah
  • Sejarah
  • Video
  • Cerpen
Home Kolom

Reportase Inspiratif: Meneladani Akhlak, Merawat Ukhuwah

Catatan dari Malam Peringatan Maulid Nabi Muhammad ﷺ Jam’iyah Rifa’iyah Dukuh Sipring, Desa Jatingarang

Ahmad Saifullah by Ahmad Saifullah
September 10, 2026
in Kolom
0
Reportase Inspiratif: Meneladani Akhlak, Merawat Ukhuwah
0
SHARES
24
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
Penyelenggara Jam’iyah Rifa’iyah Dukuh Sipring, Desa Jatingarang, Kec. Bodeh, Kab. Pemalang
Pemateri KH. Syukri Maulana (Batang)
Qori Ust. Mi’roju Muhammad (Pekalongan)
Hadroh Al-Mursyidin (Pekalongan)
Tempat Halaman Masjid Baitul Muslimin, Sipring, Jatingarang
Hari/Tanggal 9 September 2026

Malam Berkah di Halaman Masjid Baitul Muslimin

Malam itu, halaman Masjid Baitul Muslimin, Dukuh Sipring, Desa Jatingarang, berubah menjadi lautan jemaah. Warga dari berbagai penjuru dusun, bahkan dari Dukuh Larangan hingga Longkeang Pemalang, berduyun-duyun datang untuk memperingati kelahiran manusia paling mulia, Nabi Muhammad ﷺ.  lampu-lampu berkelip menerangi malam, dan wajah-wajah penuh harap berkumpul dalam satu tujuan: menghidupkan kembali kecintaan kepada Baginda Nabi.


Acara dibuka oleh Bapak Kiai Tasrif dengan untaian tawasul, mengalirkan hadiah Al-Fatihah kepada Rasulullah ﷺ, para nabi dan rasul, Syaikh Abdul Qadir Jailani, para masyayikh dan alim ulama, hingga seluruh ahli kubur kaum muslimin. Dari kalimat pembuka inilah suasana khidmat mulai terasa, mengantarkan jemaah memasuki rangkaian malam yang penuh keberkahan.

Lantunan Ayat Suci dan Selawat Mengiringi Malam

Rangkaian acara berlanjut dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang dilantunkan oleh Ust. Mi’roju Muhammad, qori muda dari Paesan Kedungwuni Pekalongan. Ayat-ayat yang dipilih terasa menyentuh: tentang kedudukan Nabi Muhammad ﷺ sebagai penutup para rasul, tentang ajal yang datang atas izin Allah semata, hingga penegasan bahwa pada diri Rasulullah ﷺ terdapat teladan yang baik (uswatun hasanah) bagi siapa saja yang mengharap rahmat Allah dan hari akhir.

Lantunan ayat suci itu kemudian disambung dengan selawat dan tawasul kepada ahli Badar, memohon keberkahan dan pertolongan Allah bagi seluruh jemaah yang hadir. Suara jemaah yang menyahut serentak, “Ya Rabbana, ya Rabbana”, menggetarkan suasana malam.

Sambutan yang Menghangatkan Ukhuwah

Ketua Panitia: Ungkapan Syukur atas Kebersamaan Warga

Mewakili panitia penyelenggara, Bapak Tarjo menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh warga Dukuh Sipring yang telah bergotong-royong dan guyub rukun menyukseskan acara. Ia berharap peringatan Maulid Nabi ini dapat terus dilestarikan dan diistikamahkan setiap tahun, karena manfaatnya besar—baik bagi pribadi, keluarga, maupun desa. Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila ada kekurangan dalam persiapan acara, sebuah kerendahan hati yang menjadi ciri khas semangat kegotongroyongan warga.

Kepala Desa: Pesan Kesehatan, Kerukunan, dan Air bagi Bersama

Sambutan kedua disampaikan oleh Kepala Desa Jatingarang, Bapak Anjang Tias Asmara, yang hadir dengan gaya bicara yang hangat dan membumi. Ia menegaskan kehadirannya malam itu murni sebagai kepala desa yang masih menjabat, bukan dalam rangka pencalonan, sembari mengajak warga untuk tetap fokus pada semangat Maulid: mencintai Rasulullah ﷺ dengan meneladani akhlak beliau, sekecil apa pun kemampuan yang dimiliki.

Dalam sambutannya, ia turut mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan di musim kemarau, kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dan pencegahan kebakaran hutan, serta pengelolaan air irigasi secara adil dan musyawarah agar tidak ada warga yang dirugikan. Ia juga menitipkan pesan menjelang Pemilihan Kepala Desa yang akan datang: warga boleh berbeda pilihan, namun kerukunan antar tetangga, dusun, dan desa harus tetap terjaga. “Monggo, boleh berbeda pilihan, asal tetap rukun,” pesannya, disambut anggukan setuju jemaah.

Ia menutup sambutannya dengan mengapresiasi semangat gotong royong warga Desa Jatingarang yang selalu tampak dalam berbagai kegiatan keagamaan dan sosial—dari peringatan Maulid, perayaan kemerdekaan, hingga kerja bakti—sebagai bukti nyata bahwa persatuan adalah modal utama kemajuan desa.

Hadroh Al-Mursyidin Menghangatkan Suasana

Memasuki waktu istirahat, suasana malam kian semarak dengan penampilan grup hadroh Al-Mursyidin dari Pekalongan. Alunan selawat yang dibawakan dengan penuh semangat mengiringi jemaah melepas penat, sekaligus menjadi jeda yang menyegarkan sebelum memasuki puncak acara: mau’idhah hasanah.

Mau’idhah Hasanah: Meneladani Akhlak Sang Nabi

Puncak malam itu adalah tausiyah yang disampaikan oleh KH. Syukri Maulana dari Batang. Dengan gaya yang membumi, sesekali diselingi kelakar yang mengundang tawa jemaah, beliau menghantarkan sebuah pesan yang dalam: bahwa memperingati Maulid Nabi bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk kembali meneladani akhlak Rasulullah ﷺ sebagai bekal pribadi yang unggul, di dunia maupun di akhirat.

Dua Warisan yang Tak Lekang oleh Waktu

KH. Syukri Maulana mengawali tausiyahnya dengan mengingatkan bahwa Rasulullah ﷺ wafat tanpa meninggalkan harta benda—bahkan hingga akhir hayatnya, beliau masih memiliki utang yang kemudian dilunasi oleh sahabatnya, Fadhl bin Abbas. Namun demikian, umat Islam hingga hari ini masih dapat merasakan keberkahan risalah beliau. Mengapa? Karena warisan sejati Rasulullah ﷺ bukanlah benda, melainkan ilmu, akidah, dan tuntunan hidup.

“Kutinggalkan bagi kalian dua perkara. Selama kalian berpegang teguh pada keduanya, kalian tidak akan tersesat selama-lamanya: Kitabullah dan Sunnahku.”

— disampaikan kembali oleh KH. Syukri Maulana, merujuk pesan Rasulullah ﷺ

Menurut beliau, inilah alasan mengapa masjid, musala, madrasah, dan TPQ tetap hidup dan ramai hingga hari ini—karena umat masih berpegang pada dua warisan itu. Jika generasi mendatang ingin tetap merasakan keberkahan yang sama, warisan ini pula yang harus terus diturunkan dan dijaga.

Kisah Turunnya Wahyu: Pelajaran tentang Kesabaran

Salah satu bagian yang paling menyentuh dari tausiyah malam itu adalah kisah turunnya wahyu surat Ad-Dhuha. KH. Syukri Maulana menceritakan bagaimana wahyu sempat terhenti hampir sebulan lamanya, hingga menimbulkan keraguan di kalangan orang-orang kafir bahkan kegelisahan di antara para sahabat. Dalam kondisi itulah Malaikat Jibril datang membawa firman Allah, menuntun Rasulullah ﷺ yang ummi—tidak bisa membaca dan menulis—untuk menirukan bacaan wahyu ayat demi ayat.

Yang menarik, ketika sampai pada janji Allah bahwa kelak Rasulullah ﷺ akan diberi karunia hingga beliau rida, Rasulullah ﷺ tidak sekadar menirukan, melainkan menjawab langsung dengan penuh keyakinan. Bagi KH. Syukri Maulana, detail ini menunjukkan kedekatan dan keyakinan total Rasulullah ﷺ terhadap janji Allah, sekaligus menjadi pelajaran bagi umat untuk tetap sabar dan yakin ketika doa terasa belum terjawab.

“Aku Tidak Rela Jika Seorang pun Umatku Masuk Neraka”

Dari kisah tersebut, KH. Syukri Maulana melanjutkan pada penggalan ayat berikutnya yang menjadi inti pesan malam itu: Rasulullah ﷺ menyatakan tidak akan rida jika kelak di hari kiamat ada walau seorang saja dari umatnya yang masuk ke dalam neraka. Beliau menegaskan bahwa tanggung jawab Rasulullah ﷺ ini bersifat menyeluruh—bukan hanya untuk penduduk Makkah dan Madinah, bukan pula terbatas pada golongan tertentu, melainkan untuk seluruh umat yang bertauhid, selama masih memegang teguh kalimat lailaha illallah Muhammadur rasulullah.

“Selagi bertauhid, Kanjeng Nabi tidak rela umatnya masuk neraka,” tegas beliau, mengingatkan jemaah bahwa kecintaan kepada Nabi semestinya dibalas dengan kesungguhan meneladani akhlak beliau, bukan sekadar mengharap syafaat tanpa usaha.

Akhlak dalam Pergaulan: Wajah yang Menyejukkan

Beranjak ke persoalan akhlak sehari-hari, KH. Syukri Maulana mengingatkan bahwa Rasulullah ﷺ dikenal senantiasa tersenyum (tabassum) kepada siapa pun yang beliau temui, digambarkan bagaikan cahaya bulan purnama yang menyejukkan. Sikap ini, menurut beliau, adalah akhlak sederhana namun berat untuk konsisten dijalankan, terlebih di tengah kesibukan dan beban hidup sehari-hari. Namun, justru di situlah keteladanan Rasulullah ﷺ patut dicontoh: menjaga wajah tetap ramah meski hati sedang diuji.

Akhlak dalam Rumah Tangga

Mengutip ayat dari surat Al-Ahzab, KH. Syukri Maulana menjelaskan tuntunan akhlak dalam rumah tangga: menjaga kehormatan diri, tidak berlebih-lebihan menampakkan perhiasan sebagaimana kebiasaan jahiliah, serta senantiasa menghidupkan rumah dengan bacaan Al-Qur’an dan zikir. Ia juga mengingatkan bahwa Rasulullah ﷺ dikenal sebagai suami terbaik bagi istri-istrinya, sebagaimana sabda beliau, “Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya.”

Yang menguatkan hati jemaah, KH. Syukri Maulana turut menyampaikan bahwa dinamika rumah tangga Rasulullah ﷺ sendiri tidak selalu mulus—ada masa-masa gesekan di antara istri-istri beliau yang disebutkan dalam Al-Qur’an. Namun demikian, Rasulullah ﷺ tetap mampu menghadapinya dengan kesabaran dan kebijaksanaan, sebuah pelajaran bahwa rumah tangga yang harmonis dibangun bukan dari ketiadaan masalah, melainkan dari cara menghadapinya dengan akhlak yang baik.

Akhlak dalam Bertamu dan Menerima Tamu

Tak luput dari perhatian, beliau juga menyinggung adab bertamu sebagaimana dituntunkan dalam Al-Qur’an: memberi salam sebelum memasuki rumah orang lain, serta memperhatikan waktu yang pantas untuk bertamu. Di sisi lain, Rasulullah ﷺ dikenal selalu menyambut tamu dengan penuh kehangatan, tanpa memandang kapan pun tamu itu datang—sebuah akhlak yang mengajarkan pentingnya keramahan dan penghormatan terhadap sesama.

Akhlak Kepemimpinan dan Kepedulian Sosial

KH. Syukri Maulana turut mengisahkan bagaimana kepedulian Rasulullah ﷺ menjangkau lapisan masyarakat yang paling sederhana sekalipun. Diceritakan, ada seorang perempuan tua yang biasa membersihkan masjid namun tidak lagi terlihat oleh Rasulullah ﷺ. Ketika beliau bertanya dan mengetahui bahwa perempuan itu telah wafat tanpa sempat dikabarkan kepadanya, Rasulullah ﷺ segera mendatangi makamnya untuk mendoakan. Kisah ini, menurut beliau, menjadi teladan kepemimpinan sejati: seorang pemimpin yang hadir dan peduli, bahkan kepada mereka yang oleh masyarakat mungkin dianggap tidak penting.

Akhlak dalam Beribadah

Meski Rasulullah ﷺ adalah manusia yang maksum, terjaga dari dosa, KH. Syukri Maulana menegaskan bahwa beliau tetap menjadi hamba yang paling tekun beribadah: membaca Al-Qur’an dalam jumlah besar setiap hari, bersedekah secara rutin meski hanya dengan sedikit yang dimiliki, serta senantiasa berzikir mengingat Allah. Pesan yang beliau titipkan kepada jemaah sederhana namun mengena: “Mastatha’tum,” sesuai kemampuan masing-masing—konsistensi kecil dalam ibadah jauh lebih berarti daripada semangat besar yang tidak bertahan lama.

Pesan Penutup: Merawat Persatuan

Di penghujung tausiyahnya, KH. Syukri Maulana mengajak seluruh jemaah untuk senantiasa merawat ukhuwah—baik sesama warga Rifa’iyah, maupun dengan saudara-saudara dari Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, dan golongan lainnya. Perbedaan pendapat maupun pilihan, termasuk menjelang pemilihan kepala desa, hendaknya tidak sampai memecah kerukunan yang telah lama terjalin. “Yang penting rukun,” pesannya berulang kali, sejalan dengan pesan yang telah disampaikan Kepala Desa di awal acara.

Tausiyah malam itu ditutup dengan lantunan selawat “Ya Hanana” yang dinyanyikan bersama-sama, menghangatkan suasana malam yang mulai larut. Doa bersama dipanjatkan, memohon keselamatan, kesehatan, dan keberkahan bagi seluruh warga, sebelum acara resmi diakhiri dengan salam penutup.

Menutup Malam dengan Harapan

Peringatan Maulid Nabi Muhammad ﷺ di Dukuh Sipring malam itu bukan sekadar seremoni tahunan yang diwariskan turun-temurun. Ia adalah ruang bagi warga untuk kembali menata niat, mempererat silaturahmi, dan menghidupkan semangat meneladani akhlak Rasulullah ﷺ dalam kehidupan sehari-hari—di rumah, di tempat kerja, di sawah, hingga dalam bermasyarakat dan berdesa. Sebagaimana pesan yang berulang kali disampaikan malam itu, kecintaan kepada Nabi sejatinya diwujudkan bukan hanya dengan mengharap syafaat, tetapi dengan kesungguhan menjadi pribadi yang berakhlak, rukun, dan bermanfaat bagi sesama.

Jatingarang, 9 September 2026

Didukung oleh:

  1. GM Audio Sound System  •  +62 859-5277-1480
  2. WEAS Media — Bodeh, Pemalang  •  082327635626

Baca juga: Reportase: Pengajian Selasa Pon Ke-328 Jam’iyah Rifa’iyah Kabupaten Wonosobo


Penulis: Ahmad Saifullah
Editor: Yusril Mahendra

Tags: Akhlak RasulullahCinta RasulullahMaulid NabiMaulid Nabi Muhammad SAWPemalangRifa’iyah PemalangRifaiyah
Previous Post

Jejak Pengajian Selasa Pon Rifa’iyah Wonosobo: Berawal dari Belasan Jemaah, Kini Dihadiri Puluhan Ribu Umat

Ahmad Saifullah

Ahmad Saifullah

Jurnalis Freelance

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Sejarah Rifa’iyah dan Organisasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gus Sakho, Gemilang Prestasi di Al-Azhar, Suluh Inspirasi Generasi Rifa’iyah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rukun Islam Satu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • NU dan Rifa’iyah: Persamaan, Perbedaan, dan Hubungan Dakwah di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kembali ke Rumah: Ayo Mondok di Pesantren Rifa’iyah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Rifa'iyah

Menjaga Tradisi, Menyongsong Masa Depan

Kategori

  • Bahtsul Masail
  • Berita
  • Cerpen
  • Keislaman
  • Khutbah
  • Kolom
  • Nadhom
  • Nasional
  • Sejarah
  • Tokoh
  • Video

Sejarah

  • Rifa’iyah
  • AMRI
  • UMRI
  • LFR
  • Baranusa

Informasi

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Visi Misi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

© 2026 Rifaiyah.or.id. All rights reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Nasional
  • Kolom
  • Nadhom
  • Tokoh
  • Bahtsul Masail
  • Khutbah
  • Sejarah
  • Video
  • Cerpen

© 2026 Rifaiyah.or.id. All rights reserved.