| 📅 Hari, Tanggal: | Selasa, 8 September 2026 |
| 📍 Lokasi: | Dusun Bakalan Sengon, Desa Sapuran, Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo |
| 🕌 Penyelenggara: | Jam’iyah Rifa’iyah Kabupaten Wonosobo |
| 🎶 Hadroh: | Aradhana Wonosobo |
| 🔊 Tata Suara: | SRK Audio System |
| ⚡ Dekorasi Panggung: | Cipta Seni Decoration — 0818-0252-4515 (Bakalan Sengon) |
Suasana Dusun Bakalan Sengon, Sapuran, Wonosobo, tampak istimewa pada Selasa siang, 8 September 2026. Ratusan jemaah dari berbagai penjuru Wonosobo dan sekitarnya berbondong-bondong memadati area pengajian yang telah disulap panitia menjadi tempat pinaratan yang rapi dan megah. Hari itu bukan pengajian Selasa Pon biasa. Selain menjadi rangkaian ke-328 dalam tradisi pengajian selapanan Jam’iyah Rifa’iyah Kabupaten Wonosobo, momentum ini juga dirangkai dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan pelantikan kepengurusan baru Pimpinan Cabang Rifa’iyah Kecamatan Sapuran.
Acara yang berlangsung khidmat sejak pagi menjelang siang ini dihadiri jajaran Pimpinan Daerah Rifa’iyah Kabupaten Wonosobo, Dewan Syuro, para kiai dan sesepuh dari berbagai kecamatan, Pimpinan Cabang dan Ranting Rifa’iyah se-Wonosobo, unsur pemerintah kecamatan dan desa, FORKOPIMCA (Forum Koordinasi Pimpinan di Tingkat Kecamatan) Sapuran, hingga masyarakat umum yang antusias menyemut hingga ke bagian belakang tenda.
Rangkaian Acara
Susunan acara berjalan runtut, dipandu oleh pembawa acara dengan tata krama Jawa yang kental, sebagaimana lazimnya tradisi pengajian Rifa’iyah:
- Pembukaan, diawali dengan pembacaan Ummul Kitab (Surat Al-Fatihah) secara bersama-sama.
- Tahlil dan doa kirim arwah, dipimpin oleh Bapak Kiai Mahfud.
- Kajian Kitab Syarihul Iman, disampaikan oleh Romo KH. Ahmad Suhairi.
- Pelantikan Pimpinan Cabang Rifa’iyah Kecamatan Sapuran masa khidmat 2026–2031.
- Sambutan-sambutan, dari unsur Pimpinan Daerah Rifa’iyah Kabupaten Wonosobo dan unsur pemerintah Kecamatan Sapuran.
- Pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan shalawat, oleh Ustaz Iwan Zen dari Kalibening, Wonosobo.
- Mau’idhah hasanah (tausiyah utama) sekaligus doa penutup majelis, disampaikan oleh Dr. KH. Zuhrul Fuqoha, S.Ud., M.S.I.
Pelantikan Pimpinan Cabang Rifa’iyah Kecamatan Sapuran 2026–2031
Momen yang paling dinanti dalam pengajian kali ini adalah pelantikan Dewan Syuro, Dewan Penasihat, dan Pimpinan Cabang Rifa’iyah Kecamatan Sapuran masa khidmat 2026–2031. Prosesi pelantikan dipandu oleh Ustaz Khoirul Husna mewakili Pimpinan Daerah Rifa’iyah Kabupaten Wonosobo, dan pengambilan sumpah/janji jabatan langsung dipimpin oleh Ketua Pimpinan Daerah Rifa’iyah Kabupaten Wonosobo, Bapak Nurdin Ma’ruf, berdasarkan Surat Keputusan Pimpinan Daerah Rifa’iyah Kabupaten Wonosobo Nomor 01/SKEP/PD-Rifa’iyah/IX/2026.

Dalam ikrarnya, seluruh pengurus yang dilantik berjanji untuk senantiasa menjalankan amanah sesuai kaidah dan peraturan yang berlaku di lingkungan Rifa’iyah, semata-mata mengabdi dan memohon pertolongan hanya kepada Allah SWT. Berikut susunan inti Pimpinan Cabang Rifa’iyah Kecamatan Sapuran yang baru dilantik:
| Jabatan | Nama |
| Ketua | KH. Mukhtasor (Cengang) |
| Wakil Ketua I | H. Tempuran |
| Wakil Ketua II | Kiai Nasiruddin (Sabrang Lor) |
| Sekretaris | Alwan (Semprong) |
| Wakil Sekretaris I | Lukman Alanas (Sabrang Kidul) |
| Wakil Sekretaris II | Ahmad Rofi’i (Semprong) |
| Bendahara | Muson (Marongsari) |
| Wakil Bendahara I | Nafi’atun Hasanah (Banaran) |
| Wakil Bendahara II | Rizki Imam (Sedayu) |
Selain jajaran inti, kepengurusan juga dilengkapi sejumlah bidang, di antaranya Bidang Organisasi dan Kaderisasi, Bidang Pendidikan dan Dakwah, Bidang Syariah dan Sosial, Bidang Pemuda dan Wanita, Bidang Seni dan Budaya, Bidang Humas dan Publikasi, Bidang Usaha dan Koperasi, serta Bidang Penelitian dan Pengembangan, yang diisi oleh kader-kader Rifa’iyah dari berbagai dusun di Kecamatan Sapuran.
Sambutan-Sambutan: Apresiasi dan Pesan Persatuan
Pimpinan Daerah Rifa’iyah Kabupaten Wonosobo
Mewakili Pimpinan Daerah Rifa’iyah Kabupaten Wonosobo, Gus Syafi’, S.Fil., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh masyarakat Bakalan Sengon dan panitia pelaksana yang telah mencurahkan waktu, tenaga, pikiran, dan biaya sehingga pengajian dapat berjalan lancar. Ia menekankan bahwa istiqamah menyelenggarakan pengajian selapanan seperti ini merupakan bagian dari menyiapkan “taman surga”, sebagaimana majelis zikir dan majelis ilmu disebut dalam hadits sebagai riyadhul jannah.
Gus Syafi’ juga menyampaikan kabar gembira bahwa karya-karya tulis pendiri Rifa’iyah, KH. Ahmad Rifa’i, kini telah diakui secara resmi oleh Perpustakaan Nasional (Perpusnas) sebagai warisan sejarah dan budaya, bahkan telah didaftarkan dalam Ingatan Kolektif Nasional (IKON). Ia mengajak seluruh jemaah untuk terus menjaga naskah-naskah kuno peninggalan para pendahulu serta melestarikan dan mengamalkan ajaran KH. Ahmad Rifa’i dalam kehidupan sehari-hari.
Pemerintah Kecamatan Sapuran
Sambutan mewakili unsur pemerintah disampaikan oleh Camat Sapuran, Bapak Alfun Haka, S.E., yang turut menyampaikan salam dan pesan dari Bupati Wonosobo yang berhalangan hadir karena menerima kunjungan tamu dari Lemhannas Jakarta. Pesan yang disampaikan singkat namun mengena: “Kita tidak perlu menjadi orang hebat manakala tidak bisa bermanfaat, karena sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain (khairunnas anfa’uhum linnas).”
Camat Sapuran turut menyampaikan ucapan selamat atas dilantiknya kepengurusan baru Pimpinan Cabang Rifa’iyah Kecamatan Sapuran, serta mengapresiasi konsistensi jemaah Rifa’iyah dalam menyelenggarakan pengajian Selasa Pon yang telah berjalan bertahun-tahun tanpa putus. Di penghujung sambutan, beliau turut berpesan agar masyarakat menjaga kerukunan dan persaudaraan menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang akan digelar 25 November 2026, agar perbedaan pilihan politik tidak sampai merusak tali silaturahmi antarwarga.
Pesan Inspiratif dari Mau’idhah Hasanah
Tausiyah inti pada pengajian ini disampaikan oleh Dr. KH. Zuhrul Fuqoha, S.Ud., M.S.I., Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Talun, Kayen, Pati. Dengan gaya penyampaian yang komunikatif dan diselingi humor segar khas pengajian pedesaan, beliau mengangkat dua kisah keteladanan Rasulullah SAW yang sarat hikmah.

Kesetaraan Derajat Manusia di Hadapan Allah
Mengutip riwayat dalam kitab Tafsir Al-Kabir karya Imam Fakhruddin Ar-Razi, KH. Zuhrul Fuqoha menceritakan kisah seorang sahabat bernama Aswad yang sempat merasa minder karena warna kulitnya, hingga mempertanyakan kepada Rasulullah SAW apakah orang berkulit hitam pantas masuk surga. Rasulullah SAW menegur pandangan tersebut dan menegaskan tidak ada keutamaan orang Arab atas non-Arab, atau kulit putih atas kulit hitam, sebab seluruh manusia berasal dari Nabi Adam AS yang diciptakan dari tanah.
Dari kisah ini, beliau menekankan bahwa jauh sebelum dunia mengenal konsep egaliter atau kesetaraan tanpa memandang ras, suku, warna kulit, maupun golongan, Islam telah lebih dulu mengajarkannya. Ukuran kemuliaan seseorang di sisi Allah semata-mata adalah ketakwaan, sebagaimana firman-Nya, “Sesungguhnya yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah yang paling bertakwa.”
Keteladanan Ketaatan pada Keputusan Allah dan Rasul-Nya
Kisah kedua yang diangkat adalah peristiwa pernikahan Zaid bin Haritsah RA dengan Zainab binti Jahsy RA yang dijodohkan langsung oleh Rasulullah SAW. Rumah tangga keduanya sempat diwarnai ketidakcocokan hingga akhirnya berpisah. Ketika kabar bahwa Zainab kemudian dinikahi Rasulullah SAW tersiar, muncul fitnah dan tuduhan dari kalangan yang memusuhi dakwah Islam di Makkah kala itu.
KH. Zuhrul Fuqoha menjelaskan duduk perkara yang sesungguhnya: pernikahan tersebut terjadi atas perintah Allah SWT sebagaimana termaktub dalam Surat Al-Ahzab, sekaligus untuk menegaskan bahwa status anak angkat berbeda hukumnya dengan anak kandung, termasuk dalam hal kebolehan menikahi mantan istrinya. Peristiwa ini menjadi pelajaran bagi umat bahwa seorang mukmin, sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an, tidak memiliki pilihan lain selain tunduk dan menerima ketika Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu keputusan, sekalipun pada awalnya terasa berat bagi nurani. Beliau turut menyinggung kisah Ummu Salamah RA yang pada mulanya berat menerima keharusan dimadu, sebagai contoh lain bagaimana ketaatan pada syariat perlu terus dilatih hingga membuahkan ketenangan dan keikhlasan hati.
Tausiyah ditutup dengan lantunan shalawat yang disambut khidmat oleh seluruh jemaah, dilanjutkan doa penutup majelis yang dipimpin langsung oleh KH. Zuhrul Fuqoha, memohon keberkahan, ilmu yang manfaat, serta husnul khatimah bagi seluruh yang hadir.
Suksesnya Acara Berkat Sinergi Tim Pendukung
Kelancaran dan kekhidmatan pengajian Selasa Pon ke-328 ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Lantunan shalawat yang mengiringi jalannya acara dibawakan oleh Hadroh Aradhana Wonosobo, tata suara ditangani oleh SRK Audio System, sementara panggung dan dekorasi yang megah dan tertata rapi merupakan hasil kerja Cipta Seni Decoration Bakalan Sengon. Sinergi panitia, warga, dan seluruh tim pendukung inilah yang membuat rangkaian pengajian, pelantikan, dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW berjalan lancar dari awal hingga akhir.
Semoga kegiatan pengajian dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini membawa keberkahan, menambah ilmu, mempererat silaturahmi, serta meningkatkan kecintaan kita kepada Rasulullah SAW.
Bakalan Sengon, Sapuran, Wonosobo — 8 September 2026
Baca juga: Reportase: Cinta Yang Menyatukan
Penulis: Ahmad Saifullah
Editor: Yusril Mahendra

