WONOSOBO, Rifaiyah.or.id – Siapa sangka, Pengajian Selasa Pon Rifa’iyah yang kini mampu menghadirkan puluhan ribu jemaah bermula dari sebuah majelis sederhana di rumah seorang kiai di Kecamatan Kertek, Wonosobo.
Tradisi pengajian yang telah menjadi ikon dakwah Jam’iyah Rifa’iyah Kabupaten Wonosobo ini dirintis sekitar tahun 1980-an oleh Almaghfurlah KH. Ahmad Yusuf dari Nyamplung, Kertek. Saat itu, jumlah peserta yang hadir hanya berkisar 20 hingga 30 jemaah.
Pelaksanaannya pun berlangsung sederhana. Pengajian diselenggarakan secara bergantian di kediaman KH. Ahmad Yusuf maupun di rumah Almaghfurlah KH. Iskandar di Gletosari, Kertek.
Pada masa awal, materi yang dikaji berfokus pada pembacaan kitab-kitab karya KH. Ahmad Rifa’i serta forum bahtsul masail yang membahas berbagai persoalan fiqih yang berkembang di tengah masyarakat.
Seiring perjalanan waktu, majelis kecil tersebut terus berkembang. Semangat para ulama dan jemaah dalam menjaga tradisi keilmuan membuat Pengajian Selasa Pon menjadi salah satu forum keagamaan terbesar di lingkungan Rifa’iyah.
Memasuki tiga dekade penyelenggaraan, jumlah jemaah meningkat drastis hingga mencapai puluhan ribu orang setiap pelaksanaan. Bahkan pada sejumlah kesempatan, jumlah peserta yang hadir mencapai puluhan ribu jemaah.
Kini, Pengajian Selasa Pon dilaksanakan secara bergilir dari ranting ke ranting Rifa’iyah di seluruh Kabupaten Wonosobo. Sistem giliran tersebut sekaligus menjadi sarana pemerataan kegiatan dakwah dan mempererat silaturahmi antarwarga Rifa’iyah.
Meski membutuhkan biaya yang tidak sedikit, pengajian ini terus berjalan secara istiqamah. Semangat gotong royong masyarakat dan dukungan jemaah menjadi modal utama keberlangsungan kegiatan yang telah berlangsung selama puluhan tahun tersebut.
Pengajian Selasa Pon bahkan dikenal sebagai pengajian unggulan Jam’iyah Rifa’iyah Wonosobo. Usianya yang telah mencapai lebih dari empat dekade menjadikannya salah satu forum dakwah yang tetap bertahan dan berkembang di tengah perubahan zaman.
Sepanjang sejarahnya, sejumlah ulama nasional, habaib, dan tokoh pesantren ternama pernah mengisi mimbar Pengajian Selasa Pon, di antaranya Al Habib Umar Muthohar, Al Habib Novel Alaydrus, Al Habib Reza Al Hamid, Al Habib Umar Al Quthban, Gus Wafi Maimun, Gus Muwafiq, Gus Zuhrul Anam, Gus Amak, KH. Mukhlisin Muzarie, KH. Khaeruddin Hasbullah, KH. Anwar Zahid, KH. Luqman Al Hakim Harist Dimyathi serta banyak ulama lainnya dari berbagai daerah di Indonesia.
Tidak sedikit pula ulama sepuh yang kini telah wafat pernah mewarnai perjalanan majelis ini, di antaranya KH. Syadzirin Amin, KH. Rais Yahya Dahlan, KH. Umar Fatoni, KH. Burhanudin, KH. Rifai Pekalongan, dan KH. Baedlowi Banyumas.
Bagi warga Rifa’iyah Wonosobo, Pengajian Selasa Pon bukan sekadar agenda selapanan. Majelis ini telah menjadi sarana transmisi ilmu, penguatan ukhuwah, dan penjaga estafet perjuangan KH. Ahmad Rifa’i dari generasi ke generasi.
Pelaksanaan Pengajian Selasa Pon ke-328 yang digelar di Bakalan Sengon, Sapuran, Selasa (8/9/2026), kembali membuktikan bahwa tradisi keilmuan yang berawal dari belasan jemaah tersebut tetap hidup dan terus tumbuh. Dari ruang keluarga seorang kiai di Kertek, kini berubah menjadi lautan manusia yang datang untuk menuntut ilmu dan mempererat persaudaraan.
Baca Juga: Puluhan Ribu Jemaah Hadiri Pengajian Selasa Pon Rifa’iyah ke-328 di Sapuran Wonosobo
Penulis: Samsul Rozikin
Editor: Yusril Mahendra





