TEMANGGUNG – Ambalan Safinatul Jabal yang berpangkalan di Perguruan Islam Pondok Pesantren (PIPP) Manbaul Hikmah, Bantengan, Temanggung, menggelar Kemah Bakti Santri di Lapangan Dusun Mujil, Desa Wonocoyo, Kecamatan Wonoboyo, pada 12-17 September 2026.
Kegiatan dilaksanakan dalam dua tahap berdasarkan sistem satuan terpisah. Ambalan putra mengikuti kegiatan pada 12-14 September, sedangkan ambalan putri dijadwalkan pada 15-17 September.
Kamabigus PIPP Manbaul Hikmah, Choirur Rofik, mengatakan Kemah Bakti Santri menjadi sarana untuk membentuk generasi unggul melalui penerapan nilai-nilai Islam, Dasa Darma, dan Tri Satya dalam kehidupan sehari-hari.
“Tema yang kami usung adalah ‘Membangun Kejayaan dengan Kedisiplinan’,” ujar Rofik.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 400 santri tingkat madrasah aliyah dan didampingi 30 pembina. Pembukaan kegiatan dihadiri perwakilan Majelis Ma’arif PIPP Manbaul Hikmah, Kwartir Cabang Temanggung yang diwakili Handoko, Kwartir Ranting Wonoboyo Lusiana, jajaran guru, serta perwakilan komite madrasah.
Bekal Hidup Bermasyarakat
Penanggung jawab ekstrakurikuler Pramuka, Nadiroh, menjelaskan Kemah Bakti Santri merupakan agenda rutin dalam kalender pendidikan Madrasah Aliyah PIPP Manbaul Hikmah.
Menurut dia, lokasi kegiatan sengaja dipilih di wilayah yang belum pernah digunakan untuk kegiatan serupa. Hal itu dimaksudkan agar para santri belajar beradaptasi dan berinteraksi dengan masyarakat yang lebih beragam.
“Para santri berlatih beradaptasi dan berbaur dengan masyarakat yang lebih heterogen,” kata Nadiroh.
Materi yang diberikan meliputi keterampilan mendirikan tenda, dasar-dasar peraturan baris-berbaris, serta penggunaan mitela dalam pertolongan pertama. Santri juga mendapat pelatihan pembuatan dan penggunaan dragbar atau tandu darurat untuk mengevakuasi korban, serta materi panjat tebing.
Nadiroh menambahkan, kegiatan tersebut bertujuan melatih kedisiplinan, tanggung jawab, kepedulian sosial, dan kepedulian terhadap lingkungan. Pengalaman itu diharapkan bermanfaat ketika para santri kembali dan mengabdi di tengah masyarakat.
“Santri diharapkan dapat mengambil pengalaman sebanyak-banyaknya sebagai bekal menjadi orang yang beriman dan berilmu,” ujarnya.
Padukan Kepramukaan, Dakwah, dan Bakti Sosial
Salah satu pendamping kegiatan, Fatwaul Arif, mengatakan Kemah Bakti Santri tidak hanya diisi dengan pelatihan kepramukaan. Peserta juga mengikuti kegiatan dakwah bekerja sama dengan takmir Masjid Fatimah Ahmad, Dusun Mujil.
Kegiatan keagamaan itu antara lain ziarah ke makam para masyayikh Dusun Mujil bersama masyarakat, salat Subuh berjemaah, dan kuliah tujuh menit atau kultum selepas salat.
“Kegiatan keagamaan menjadi ciri khas lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan pondok pesantren,” kata Fatwaul.
Selain kegiatan keagamaan, para peserta melaksanakan bakti sosial. Ambalan putra membersihkan masjid dan musala, sedangkan ambalan putri berkolaborasi dengan warga untuk membersihkan sampah di sepanjang jalan utama Dusun Mujil.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran hidup bermasyarakat bagi para santri sebelum lulus dari pesantren dan kembali ke daerah masing-masing.
Rangkaian Kemah Bakti Santri ditutup dengan api unggun dan pentas seni. Sejumlah atraksi ditampilkan, antara lain pencak silat, tarian Islami, kolone tongkat, serta lantunan hafalan Alfiyah. Acara tersebut menjadi hiburan bagi peserta dan masyarakat sekitar.
Mendapat Sambutan Hangat Warga
Kemah Bakti Santri yang memadukan kepramukaan dan kegiatan keagamaan itu mendapat sambutan hangat dari warga Dusun Mujil. Masyarakat turut menyiapkan fasilitas, seperti tenda untuk tamu undangan dan sarana mandi, cuci, kakus.
Warga juga mengikuti ziarah, salat Subuh berjemaah, dan kultum. Sejumlah ibu di sekitar lokasi secara swadaya membantu menyediakan dan memasak makanan. Hidangan tersebut kemudian dinikmati bersama para santri dalam suasana akrab.
“Kami hanya bersedekah. Mudah-mudahan kegiatan para santri di dusun kami membawa keberkahan bagi kita semua,” ujar salah seorang warga.
Warga menilai para santri mampu menunjukkan kedisiplinan, kesopanan, dan keluwesan saat berinteraksi dengan masyarakat. Meski kebersamaan berlangsung singkat, kedekatan yang terbangun meninggalkan kesan mendalam. Sejumlah warga bahkan meneteskan air mata saat acara perpisahan yang digelar bersamaan dengan malam api unggun.
Khodimul Ma’had PIPP Manbaul Hikmah, Dimyati Nur Asikin, menyampaikan kegiatan tersebut dapat memperkuat citra positif santri dan pesantren di tengah masyarakat.
“Pesantren tidak hanya mendidik anak untuk mendalami agama, tetapi juga membekali mereka dengan ilmu pengetahuan dan keterampilan agar mampu berbaur, bersosialisasi, serta ikut membangun bangsa melalui jalur keagamaan,” kata Dimyati.
Kemah Bakti Santri tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Kegiatan tersebut menjadi ruang belajar bagi santri untuk membangun silaturahmi, mengasah keterampilan, melatih kepedulian sosial, dan mempraktikkan dakwah secara langsung di tengah masyarakat.
Baca Juga: 45 Pengurus PD Rifaiyah Temanggung Dilantik, Siap Jalankan Amanah dan Majukan Organisasi
Penulis: Abdul Manan
Editor: Yusril Mahendra










