Rifa'iyah
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Nasional
  • Kolom
  • Nadhom
  • Tokoh
  • Bahtsul Masail
  • Khutbah
  • Sejarah
  • Video
  • Cerpen
  • Home
  • Berita
  • Nasional
  • Kolom
  • Nadhom
  • Tokoh
  • Bahtsul Masail
  • Khutbah
  • Sejarah
  • Video
  • Cerpen
No Result
View All Result
Rifa'iyah
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Nasional
  • Kolom
  • Nadhom
  • Tokoh
  • Bahtsul Masail
  • Khutbah
  • Sejarah
  • Video
  • Cerpen
Home Berita

Kaji Kitab Ri’ayah Al-Himmah, Pengajian Selapanan FUKKAR Soroti Ketelitian Memahami Struktur Kalimat Tarajumah

Ahmad Saifullah by Ahmad Saifullah
September 7, 2026
in Berita, Nadhom
0
Kaji Kitab Ri’ayah Al-Himmah, Pengajian Selapanan FUKKAR Soroti Ketelitian Memahami Struktur Kalimat Tarajumah
0
SHARES
69
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Paesan Utara, Kedungwuni, Pekalongan — Forum Komunikasi Keluarga Rifa’iyah (FUKKAR) pada Senin, (31/8/2026) kembali menggelar Pengajian Selapanan bertempat di Pondok Pesantren An-Nasikhun, Paesan Utara, Kedungwuni, Pekalongan. Pengajian kali ini menghadirkan KH. Imbuh Jumali, Pengasuh Pondok Pesantren Riyadhus Sholihin Wa Shalihat, Temanggung, yang juga menjabat sebagai Dewan Syura Pimpinan Pusat Rifa’iyah, sebagai muallim (pengajar).

Dalam kesempatan tersebut, KH. Imbuh Jumali mengupas Kitab Ri’ayah Al-Himmah, salah satu kitab Tarajumah karya KH. Ahmad Rifa’i yang memuat penjelasan rukun iman secara terperinci dalam bentuk nadham berbahasa Jawa beraksara Arab pegon.

Sebelumnya KH. Muhdlor Hasbi pelopor entitas FUKKAR menerangkan silsilah Keguruan K. Imbuh Jumali sampai KH. Ahmad Rifa’i, melalui KH. Abdul Malik > K. Imam Basyari > K. Abu Ilham > KH. Ahmad Rifa’i.

Berangkat dari Keprihatinan Bersama

Penyelenggaraan pengajian selapanan ini tidak lepas dari keprihatinan bersama di kalangan keluarga besar Rifa’iyah atas masih adanya kesalahpahaman dalam memaknai kitab-kitab Tarajumah karangan KH. Ahmad Rifa’i, khususnya yang berkaitan dengan penempatan jeda dan struktur kalimat (pemenggalan antar anak kalimat) di dalam teks nadham. Kekeliruan dalam memahami posisi subjek (fa’il) dan objek (maf’ul), atau salah menempatkan tanda pemisah kalimat, berpotensi mengubah makna ajaran yang sesungguhnya sehingga menimbulkan pemahaman yang keliru di tengah masyarakat.

Atas dasar itulah, dalam pengajian ini KH. Imbuh Jumali tidak hanya menyampaikan isi kandungan kitab, tetapi juga berulang kali menekankan cara membaca dan mengurai struktur kalimat secara tepat. Salah satu contoh yang beliau sampaikan adalah ketika menerangkan ayat tentang penciptaan malaikat. Beliau mengingatkan jamaah untuk cermat menentukan mana yang berkedudukan sebagai fa’il (pelaku) dan mana yang menjadi maf’ul (objek) dalam susunan kalimat, agar tidak keliru menyimpulkan bahwa ketaatan malaikat merupakan sifat asal dari dirinya sendiri, padahal yang menjadikan malaikat taat adalah Allah semata.

Mengenal Sang Muallim

KH. Imbuh Jumali dikenal di lingkungan Rifa’iyah sebagai salah satu kiai yang konsisten mendalami dan mengajarkan kitab-kitab karya KH. Ahmad Rifa’i. Selain mengasuh Pondok Pesantren Riyadhus Sholihin Wa Shalihat di Temanggung, beliau juga dipercaya menduduki posisi Dewan Syura di Pimpinan Pusat Rifa’iyah, lembaga yang membidangi pertimbangan keagamaan bagi organisasi tersebut.

Menelusuri Rukun Iman dalam Ri’ayah Al-Himmah

Materi yang disampaikan pada pengajian kali ini difokuskan pada beberapa rukun iman, meliputi iman kepada malaikat, iman kepada kitab-kitab Allah, iman kepada nabi dan rasul, serta iman kepada hari kiamat.

Iman kepada Malaikat.  KH. Imbuh Jumali menjelaskan bahwa malaikat merupakan makhluk ciptaan sekaligus hamba Allah yang senantiasa taat dan tidak pernah membangkang. Beliau menguraikan tugas empat malaikat utama: Jibril yang bertugas menyampaikan wahyu kepada para nabi dan rasul, Mikail yang mengatur turunnya hujan dan rezeki, Israfil yang kelak meniup sangkakala pada hari kiamat, serta Izrail yang bertugas mencabut nyawa seluruh makhluk. Selain keempatnya, beliau juga menyinggung malaikat pencatat amal — yang mencatat kebaikan dan yang mencatat keburukan manusia — serta menegaskan bahwa malaikat tidak berjenis kelamin, tidak memiliki hawa nafsu, dan “santapan”-nya berupa dzikir dan tasbih. Mencintai malaikat, menurut beliau, termasuk bagian dari iman, sementara membenci atau meragukan keberadaannya dapat menjerumuskan pada kekufuran.

Iman kepada Kitab-Kitab Allah.  Pada bagian ini dijelaskan bahwa Allah menurunkan 104 kitab dan suhuf kepada para nabi, di antaranya 10 suhuf kepada Nabi Adam, 50 suhuf kepada Nabi Syits, 30 suhuf kepada Nabi Idris, 10 suhuf kepada Nabi Ibrahim, Kitab Taurat kepada Nabi Musa, Kitab Injil kepada Nabi Isa, Kitab Zabur kepada Nabi Daud, dan Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad sebagai kitab paling mulia dan mukjizat yang berlaku hingga akhir zaman. Al-Qur’an, menurut penjelasan beliau, berfungsi sebagai obat bagi penyakit hati berupa kebodohan, kekufuran, dan kemaksiatan, sekaligus petunjuk jalan kebenaran bagi orang-orang yang beriman.

Iman kepada Nabi dan Rasul.  KH. Imbuh Jumali menjelaskan perbedaan mendasar antara nabi dan rasul: seorang rasul wajib menyampaikan syariat kepada umatnya, sedangkan nabi tidak demikian. Para nabi dan rasul bersifat maksum atau terjaga dari dosa, diutus sebagai pembawa kabar gembira bagi yang taat dan peringatan bagi yang ingkar, agar kelak di hari kiamat tidak ada lagi alasan bagi manusia untuk berdalih belum mendapat petunjuk. Beliau turut menyebutkan lima rasul yang tergolong Ulul Azmi, yaitu Nabi Nuh, Nabi Ibrahim, Nabi Musa, Nabi Isa, dan Nabi Muhammad, serta 25 nabi dan rasul yang wajib diketahui secara terperinci: Adam, Idris, Nuh, Hud, Shaleh, Ibrahim, Luth, Ismail, Ishaq, Ya’qub, Yusuf, Ayyub, Syu’aib, Musa, Harun, Dzulkifli, Daud, Sulaiman, Ilyas, Ilyasa, Yunus, Zakaria, Yahya, Isa, dan Muhammad.

Iman kepada Hari Kiamat.  Dijelaskan pula perbedaan antara kiamat sughra (kematian tiap makhluk) dan kiamat kubra (kehancuran total alam semesta). Beliau menggambarkan suasana hari kiamat yang berlangsung setara lima puluh ribu tahun, ringan bagi orang-orang beriman namun terasa sangat berat bagi mereka yang ingkar, lengkap dengan gambaran jembatan shirat yang lebih tipis dari rambut dan lebih tajam dari pedang, serta mizan sebagai timbangan amal setiap manusia. Surga digambarkan sebagai tempat kekal bagi orang beriman, sedangkan neraka menjadi tempat kekal bagi orang kafir dan tempat pembersihan sementara bagi mukmin yang berdosa sebelum akhirnya dimasukkan ke surga.

Harapan ke Depan

Melalui pengajian selapanan ini, FUKKAR berharap jemaah Rifa’iyah semakin teliti dan tepat dalam memahami kitab-kitab Tarajumah karya KH. Ahmad Rifa’i, khususnya dalam menempatkan struktur kalimat dan tanda jeda yang benar, sehingga pemahaman terhadap rukun iman dapat tertanam secara utuh dan terhindar dari kekeliruan makna. Kegiatan semacam ini direncanakan akan terus berlangsung secara rutin setiap bulan sebagai bagian dari ikhtiar menjaga kemurnian pemahaman ajaran Rifa’iyah dari generasi ke generasi.

Baca juga: Reportase: Meneladani Akhlak Nabi, Membangun Generasi Qur’ani


Penulis: Ahmad Saifullah
Editor: Yusril Mahendra

Tags: FUKKARKH Imbuh JumaliKH. Ahmad RifaiKitab TarajumahPengajian Rifa’iyahRiayatal Himmah
Previous Post

PD Rifa’iyah Pati Gelar Musda Ke-7 dan Pelantikan PD AMRI 2026–2031

Next Post

Reportase: Cinta Yang Menyatukan

Ahmad Saifullah

Ahmad Saifullah

Jurnalis Freelance

Next Post
Reportase: Cinta Yang Menyatukan

Reportase: Cinta Yang Menyatukan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Sejarah Rifa’iyah dan Organisasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gus Sakho, Gemilang Prestasi di Al-Azhar, Suluh Inspirasi Generasi Rifa’iyah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rukun Islam Satu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • NU dan Rifa’iyah: Persamaan, Perbedaan, dan Hubungan Dakwah di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kembali ke Rumah: Ayo Mondok di Pesantren Rifa’iyah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Rifa'iyah

Menjaga Tradisi, Menyongsong Masa Depan

Kategori

  • Bahtsul Masail
  • Berita
  • Cerpen
  • Keislaman
  • Khutbah
  • Kolom
  • Nadhom
  • Nasional
  • Sejarah
  • Tokoh
  • Video

Sejarah

  • Rifa’iyah
  • AMRI
  • UMRI
  • LFR
  • Baranusa

Informasi

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Visi Misi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

© 2026 Rifaiyah.or.id. All rights reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Nasional
  • Kolom
  • Nadhom
  • Tokoh
  • Bahtsul Masail
  • Khutbah
  • Sejarah
  • Video
  • Cerpen

© 2026 Rifaiyah.or.id. All rights reserved.