BANTUL, Rifaiyah.or.id – Ketua terpilih Pimpinan Wilayah (PW) Rifa’iyah Daerah Istimewa Yogyakarta, KH. M. Syarofin Arba’, MM, mendorong para pemuda Rifa’iyah untuk lebih produktif dalam menulis sebagai bagian dari penguatan tradisi intelektual organisasi.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Syawalan sekaligus Pelantikan PW Rifa’iyah dan Angkatan Muda Rifa’iyah (AMRI) DI Yogyakarta yang digelar pada Sabtu, 18 April 2026 di Pondok Pesantren Nahril Hayyah 2, Dongkelan, Panggungharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta.
Dalam sambutannya, KH. Syarofin Arba’ menegaskan bahwa kemampuan menulis merupakan salah satu kunci penting dalam menjaga dan mengembangkan warisan keilmuan Rifa’iyah.
“Pemuda Rifa’iyah harus mulai produktif menulis. Ini akan menjadi bagian dari program utama PW Rifa’iyah DIY ke depan,” ujarnya.
Selain mendorong budaya literasi, ia juga memaparkan sejumlah program strategis yang akan dikembangkan, di antaranya inisiasi pendirian Universitas Rifa’iyah, pengembangan TV Rifa’iyah sebagai media dakwah, serta pembentukan forum-forum diskusi yang aktif dan berkelanjutan.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Rifa’iyah, Dr. KH. Mukhlisin Muzarie, serta Ketua Umum PP AMRI, Abdul Kholiq, M.Pd., bersama sejumlah pengurus pusat AMRI lainnya.
Adapun prosesi pelantikan PW Rifa’iyah dan AMRI DI Yogyakarta dipimpin langsung oleh Dr. KH. Mukhlisin Muzarie selaku Ketua Umum PP Rifa’iyah dan Abdul Kholiq, M.Pd., AH selaku Ketua Umum PP AMRI, yang secara resmi mengukuhkan kepengurusan baru untuk masa bakti mendatang.
Momentum pelantikan ini akan menjadi titik awal penguatan arah gerak Rifa’iyah di wilayah DI Yogyakarta, khususnya dalam bidang pengembangan intelektual, media dakwah, dan kaderisasi pemuda.
Dengan semangat baru tersebut, diharapkan PW Rifa’iyah DI Yogyakarta mampu melahirkan generasi yang kuat dalam tradisi keilmuan sekaligus adaptif terhadap perkembangan zaman melalui karya dan gagasan yang produktif.
Baca Juga: Safari Silaturahim di Semarang, Ketum PP AMRI Ajak Perkuat Ukhuwah Warga Rifa’iyah
Penulis: Ahmad Zahid Ali
Kontributor: Abdul Kholiq

