Mufhamah merupakan salah satu karya penting ulama besar Nusantara, KH. Ahmad Rifa’i. Kitab ini selesai ditulis pada Rabu, 4 Jumadil Akhir 1266 H dan secara khusus membahas persoalan mukmin dan kafir, sebuah tema yang sangat penting dalam kajian akidah Islam.
Kitab ini ditulis menggunakan bahasa Jawa dengan aksara Arab Pegon sehingga mudah dipahami oleh masyarakat Jawa pada masanya. Seperti banyak karya KH. Ahmad Rifa’i lainnya, Mufhamah disusun dalam bentuk nazam (syair) yang memudahkan santri untuk membaca, menghafal, dan memahami isi kandungannya.
Secara fisik, kitab ini terdiri dari 36 halaman dan memuat 391 bait nazam.
Latar Belakang Penulisan
Pada masa KH. Ahmad Rifa’i, masyarakat menghadapi berbagai tantangan keagamaan, mulai dari minimnya pemahaman akidah hingga munculnya praktik-praktik yang dianggap menyimpang dari ajaran Islam. Oleh karena itu, beliau menulis Mufhamah sebagai panduan untuk menjelaskan perbedaan antara keimanan yang benar dan kekafiran menurut ajaran Al-Qur’an dan Hadis.
Melalui kitab ini, KH. Ahmad Rifa’i berusaha memberikan pemahaman yang jelas mengenai ciri-ciri orang beriman, bahaya kemunafikan, serta pentingnya berpegang teguh kepada petunjuk Allah dan Rasul-Nya.
Sumber-Sumber yang Digunakan
Dalam penyusunannya, KH. Ahmad Rifa’i mendasarkan pembahasan pada berbagai ayat Al-Qur’an dan Hadis Nabi Muhammad SAW. Di antara ayat-ayat yang dikutip dalam kitab ini adalah:
- Surah Yunus ayat 32
- Surah Al-Isra’ ayat 82
- Surah Al-Kahfi ayat 57
- Surah Al-Munafiqun ayat 8
- Surah Al-Baqarah ayat 13
- Surah At-Taubah ayat 32
- Surah Luqman ayat 7
- Surah Al-Jatsiyah ayat 18
- Surah Al-Maidah ayat 77
- Surah At-Taubah ayat 33
- Surah Al-Baqarah ayat 14
- Surah Ar-Rum ayat 44
- Selain itu, terdapat hadis Nabi SAW yang berbunyi:
ليوم واحد من العالم الذي يعلم الناس افضل عند الله و أعظم من عبادة مائة سنة
“Satu hari keberadaan seorang alim yang mengajarkan ilmu kepada manusia lebih utama di sisi Allah dan lebih agung daripada ibadah seratus tahun.”
Hadis tersebut menunjukkan betapa pentingnya ilmu pengetahuan dan peran ulama dalam membimbing umat menuju jalan yang benar.
- Surah Al-Baqarah ayat 146
Karakteristik Kitab
Beberapa ciri khas Kitab Mufhamah antara lain:
- Ditulis dalam bahasa Jawa.
- Menggunakan tulisan Arab Pegon.
- Disusun dalam bentuk nazam sebanyak 391 bait.
- Memuat dalil-dalil Al-Qur’an dan Hadis.
- Ditujukan untuk masyarakat awam maupun kalangan santri.
Penutup
Kitab Mufhamah merupakan salah satu warisan intelektual penting KH. Ahmad Rifa’i yang menunjukkan perhatian beliau terhadap pembinaan akidah umat. Melalui 391 bait nazam yang tersusun dalam bahasa Jawa Pegon, kitab ini mengajarkan bagaimana seorang Muslim memahami hakikat keimanan, mengenali ciri-ciri kekafiran dan kemunafikan, serta menjaga diri agar tetap berada di jalan yang diridai Allah SWT.
Hingga kini, Mufhamah tetap menjadi bagian penting dari khazanah literatur Islam Nusantara dan menjadi bukti kontribusi besar KH. Ahmad Rifa’i dalam mengembangkan pendidikan Islam berbasis Al-Qur’an, Hadis, dan tradisi keilmuan pesantren.
🔗 Dapatkan file PDF Kitab Mufhamah melalui pranala berikut: Kitab Mufhamah
Baca Sebelumnya: Mengenal Kitab Irfaq Mukhtashor Karya KH. Ahmad Rifa’i
Penulis: Muhammad Nawa Syarif
Editor: Yusril Mahendra

