Banjarnegara, rifaiyah.or.id– Musyawarah Pimpinan Nasional (MUSPIMNAS) Angkatan Muda Rifa’iyah (AMRI) tahun 2026 digelar pada Ahad, 25 Oktober 2026, bertempat di Madrasah Diniyah Rifa’iyah Roudhotul Muttaqin, Karanganyar, Kalibening, Banjarnegara, Jawa Tengah. Kegiatan ini menjadi momentum bagi keluarga besar AMRI untuk mempererat persaudaraan, meneguhkan semangat perjuangan, serta melanjutkan dakwah dan warisan perjuangan KH Ahmad Rifa’i.
Suasana sejuk khas Banjarnegara turut mengiringi pertemuan para tokoh dan kader muda Rifa’iyah dari berbagai wilayah di Indonesia. Kehadiran mereka menjadi wujud semangat kebersamaan dalam merawat nilai-nilai perjuangan yang diwariskan oleh KH Ahmad Rifa’i.
Teguhkan Semangat Perjuangan KH Ahmad Rifa’i
Rangkaian acara pembukaan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars AMRI. Setelah itu, sambutan disampaikan oleh rekan Wahyudin, yang menjabat sebagai Ketua PD AMRI Kabupaten Banjarnegara.
Dalam sambutannya, Wahyudin menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran para tokoh Rifa’iyah dan kader AMRI dari berbagai wilayah di Indonesia. Menurutnya, kehadiran mereka menjadi ghirah atau dorongan semangat bagi AMRI Banjarnegara untuk terus meneruskan perjuangan KH Ahmad Rifa’i.
Ia juga mengutip pesan Ketua Umum PP AMRI, Abdul Kholiq, M.Pd., yang menegaskan pentingnya menjaga istiqamah dalam perjuangan, meskipun dihadapkan pada keterbatasan jumlah.
“Biar kalah jumlah, tetap istiqamah,” demikian pesan yang disampaikan kembali oleh Wahyudin.
Ia menambahkan bahwa perjuangan harus dijalankan dengan sikap damai dan mengedepankan kebersamaan. Berdampingan dengan organisasi lain, seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU), dapat dilakukan dengan baik tanpa harus saling menjatuhkan.
Merawat Persaudaraan dan Kemandirian Warga Rifa’iyah
Ketua Umum PP AMRI, Abdul Kholiq, M.Pd., dalam sambutannya mengajak seluruh kader untuk memperkuat rasa persaudaraan dan kepedulian antarsesama. Ia menyampaikan pentingnya turut merasakan keadaan saudara, baik ketika memperoleh kebahagiaan maupun saat menghadapi kesulitan.
“Nek dulure sukses, melu seneng; nek dulure bahagia, melu bahagia; nek dulure susah, melu susah,” ungkapnya.
Pesan tersebut menekankan bahwa persaudaraan bukan sekadar hubungan antarsesama warga Rifa’iyah, melainkan juga komitmen untuk saling mendukung dan menguatkan dalam berbagai keadaan.
Abdul Kholiq juga mengingatkan bahwa warga Rifa’iyah memiliki karakter mandiri dan tidak boleh tumbuh menjadi pribadi yang lemah, manja, atau hanya berdiam diri. Nilai tersebut, menurutnya, berkaitan erat dengan sejarah perjuangan KH Ahmad Rifa’i yang berdakwah menyebarkan ajaran Islam di tengah tekanan dan ancaman pemerintah kolonial Belanda.
Semangat perjuangan tersebut perlu diteruskan oleh generasi muda melalui tindakan nyata, bukan sekadar menjadi kebanggaan atas sejarah masa lalu.
Ia turut mengajak kader AMRI untuk menjaga warisan karya KH Ahmad Rifa’i, memperkuat ukhuwah Rifa’iyah, dan merawat seduluran atau persaudaraan. Menjaga tradisi mengaji, mempelajari karya-karya KH Ahmad Rifa’i, serta memelihara hubungan baik antarsesama menjadi bagian penting dalam keberlangsungan kehidupan warga Rifa’iyah.
Menurutnya, selama warga Rifa’iyah tetap menjaga tradisi mengaji dan persaudaraan, insyaallah kehidupan bersama akan tetap terpelihara dengan baik.
Dilanjutkan dengan Sidang Pleno MUSPIMNAS
Setelah rangkaian pembukaan dan sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan agenda utama MUSPIMNAS AMRI 2026, yakni sidang pleno I hingga IV yang dijadwalkan berlangsung mulai pukul 11.00 sampai dengan 21.00 WIB.
Rangkaian pembukaan MUSPIMNAS AMRI 2026 ini menjadi pengingat bahwa menjaga warisan KH Ahmad Rifa’i membutuhkan lebih dari sekadar mengenang sejarah. Diperlukan istiqamah dalam menuntut ilmu, kemandirian dalam berjuang, kesungguhan dalam berkarya, serta persaudaraan yang terus dirawat lintas generasi.

