Temanggung – Panitia Organizing Committee (OC) Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) dan Pelantikan Pengurus Rifa’iyah Jawa Tengah periode 2026–2030 resmi dibubarkan dalam rapat evaluasi yang digelar di Kantor Pengurus Daerah (PD) Rifa’iyah Temanggung, Sabtu (9/5).
Ketua OC demisioner, Amin Rindoi, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia serta berbagai elemen yang telah mendukung suksesnya pelaksanaan kegiatan tersebut.
Menurutnya, selama sekitar satu setengah bulan panitia bekerja keras menyiapkan agenda besar organisasi hingga mampu berjalan lancar, baik dari sisi penyelenggaraan, kehadiran peserta, maupun hadirnya sejumlah pejabat penting tingkat kabupaten dan provinsi.
“Kita mampu mengatasi berbagai persoalan. Ini menjadi pengalaman dan pelajaran yang sangat berharga dalam menyiapkan kegiatan besar yang melibatkan unsur birokrasi,” ujarnya.
Amin menilai tingginya antusiasme masyarakat dalam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa Rifa’iyah di Temanggung memiliki basis anggota yang kuat dan mulai diperhitungkan.
“Hadirnya para tamu undangan dan pejabat penting menjadi sinyal bahwa Rifa’iyah semakin mendapat perhatian. Kesuksesan ini harus menjadi semangat baru menuju pelaksanaan Musda dua bulan mendatang,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Amin juga menyampaikan laporan keuangan kegiatan. Berdasarkan laporan bendahara, pelaksanaan Muskerwil dan pelantikan menghabiskan anggaran sekitar Rp62 juta.
Sebagai bentuk pertanggungjawaban organisasi, panitia juga telah menyusun laporan administrasi secara tertulis, lengkap, dan terperinci.
“Ini bagian dari transparansi dan akuntabilitas bahwa panitia telah bekerja secara profesional,” katanya.
Sementara itu, Pengurus Daerah Rifa’iyah yang diwakili Sekretaris Umum Imron Mujahidin memberikan apresiasi atas keberhasilan panitia menghadirkan Wakil Gubernur Jawa Tengah dalam acara tersebut.
“Menghadirkan pejabat sekelas Wakil Gubernur tentu tidak mudah. Namun, semangat dan kerja keras panitia mampu meyakinkan beliau untuk hadir secara langsung,” ujarnya.
Menurut Imron, keberhasilan penyelenggaraan Muskerwil dan pelantikan tersebut akan semakin memperkuat posisi tawar Rifa’iyah di Kabupaten Temanggung.
Meski dinilai sukses, rapat evaluasi juga mencatat sejumlah hal yang perlu diperbaiki untuk kegiatan mendatang. Di antaranya terkait ketepatan waktu peserta dalam menyambut kehadiran pejabat, koordinasi kerja antara panitia daerah dan wilayah yang dinilai belum seimbang, serta kurang optimalnya koordinasi saat prosesi pelantikan berlangsung.
Panitia juga menilai susunan acara pelantikan perlu diperbaiki agar prosesi inti pelantikan dilaksanakan lebih awal sebelum sesi ucapan selamat dan sambutan.
Rapat pembubaran panitia dihadiri sekitar 20 orang panitia dan 10 personel Baranusa. Hadir pula sejumlah pengurus daerah Rifa’iyah, di antaranya Sekretaris Umum Pengurus Daerah Imron Mujahidin, Sekretaris I Budi Utomo, Ketua III Abdul Manan, M.A., serta Bakornas Baranusa Komandan Rofik Zainur Usman.
Baca Juga: Wagub Jateng Taj Yasin: Rifa’iyah Jangan Minder, Warisan KH. Ahmad Rifa’i Diakui Nasional
Penulis: Abdul Manan
Editor: Yusril Mahendra





