SEMARANG, Rifaiyah.or.id – Memasuki usia ke-25 tahun, Angkatan Muda Rifa’iyah (AMRI) didorong untuk semakin solid dalam menjaga warisan keilmuan dan persaudaraan warga Rifa’iyah. Pesan tersebut disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) AMRI, Abdul Kholiq Syafi’i, M.Pd., dalam kegiatan Malam Keakraban (Makrab) dan peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-25 AMRI yang diselenggarakan Pimpinan Daerah (PD) AMRI Kota Semarang pada Sabtu, 17 Oktober 2026.
Kegiatan yang dikemas dalam acara berkemah bersama atau ngecamp ini menjadi momentum bagi para pemuda Rifa’iyah Kota Semarang untuk mempererat persaudaraan sekaligus memperkuat komitmen dalam menjaga nilai-nilai perjuangan Rifa’iyah.
Sekitar 100 peserta dari kalangan pemuda Rifa’iyah Kota Semarang mengikuti kegiatan tersebut. Sejumlah tokoh turut hadir, di antaranya Ketua Umum PP AMRI Abdul Kholiq Syafi’i, M.Pd., Ketua PD AMRI Kota Semarang Isbah Rudin, S.Pd., Kiai Abi Shalih, serta tokoh-tokoh Rifa’iyah Kota Semarang.
AMRI Harus Semakin Solid Menjaga Warisan Rifa’iyah
Dalam sambutannya, Abdul Kholiq menegaskan bahwa usia 25 tahun menjadi fase penting bagi AMRI untuk semakin dewasa dalam berorganisasi dan menjalankan perannya di lingkungan Rifa’iyah.
“Dalam usianya yang sudah ke-25 tahun, AMRI beranjak dewasa harus lebih solid dalam menjaga dua aset Rifa’iyah, yaitu pengajian kitab Tarajumah dan seduluran,” ungkapnya.
Pesan tersebut menekankan pentingnya menjaga dua hal yang menjadi bagian penting dalam kehidupan warga Rifa’iyah, yakni tradisi pengajian kitab Tarajumah sebagai warisan keilmuan dan seduluran atau persaudaraan sebagai penguat hubungan antarsesama.
Pengajian kitab Tarajumah memiliki tempat penting dalam tradisi keilmuan Rifa’iyah. Karena itu, semangat generasi muda diperlukan agar tradisi tersebut tetap terjaga dan terus menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Rifa’iyah.
Di sisi lain, persaudaraan menjadi modal penting bagi AMRI untuk membangun organisasi yang solid. Melalui kebersamaan dan hubungan yang erat, para pemuda diharapkan dapat terus menjaga kekompakan dalam menjalankan kegiatan serta perjuangan organisasi.
Baca Juga: PP AMRI Dampingi Digitalisasi 60 Manuskrip Tarajumah di Demak
Ajak Pemuda Rifa’iyah Sukseskan MUSPIMNAS di Banjarnegara
Selain mengingatkan pentingnya menjaga warisan keilmuan dan persaudaraan, Abdul Kholiq juga mengajak PD AMRI Kota Semarang untuk turut menyukseskan Musyawarah Pimpinan Nasional (MUSPIMNAS) PP AMRI yang akan diselenggarakan di Banjarnegara.
Ajakan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong keterlibatan pemuda Rifa’iyah dalam agenda organisasi. Dukungan dari berbagai tingkatan kepengurusan diharapkan dapat memperkuat koordinasi dan kebersamaan dalam menjalankan program AMRI.
PD AMRI Kota Semarang Apresiasi Dukungan Berbagai Pihak
Sementara itu, Ketua PD AMRI Kota Semarang, Isbah Rudin, S.Pd., menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu menyukseskan kegiatan Makrab dan peringatan Harlah ke-25 AMRI tersebut.
Ia juga menyampaikan bahwa seluruh pembiayaan kegiatan ini disponsori oleh PD AMRI Kota Semarang.
Dukungan tersebut menjadi bagian dari penyelenggaraan kegiatan yang mempertemukan para pemuda Rifa’iyah dalam suasana kebersamaan. Dengan mengusung konsep berkemah bersama, kegiatan ini menghadirkan ruang bagi peserta untuk mempererat hubungan dan memperkuat rasa persaudaraan.
Momentum Memperkuat Kebersamaan Pemuda Rifa’iyah
Peringatan Harlah ke-25 AMRI melalui kegiatan Makrab ini tidak hanya menjadi ajang berkumpul bagi pemuda Rifa’iyah Kota Semarang, tetapi juga momentum untuk meneguhkan kembali komitmen organisasi.
Pesan Ketua Umum PP AMRI mengenai pentingnya menjaga pengajian kitab Tarajumah dan seduluran menjadi pengingat bahwa kedewasaan organisasi perlu diiringi dengan kesungguhan dalam merawat warisan keilmuan dan persaudaraan.
Dengan semangat tersebut, AMRI diharapkan semakin solid dalam menjalankan perannya serta terus menjaga nilai-nilai yang menjadi bagian penting dari kehidupan warga Rifa’iyah.
Penulis: Yusril Mahendra
Editor: Yusril Mahendra

